Eksplorasi Penerapan Teknologi Holografik dalam Pembelajaran Dasar : Tinjauan kasus

  • Fokus Riset: Pendukung

  • Ketua Peneliti: Sasferi Yendra | Anggota : Widya Sartika dan Hesti Rosita Dwi Putri
  • Tahun Penelitian: 2024

Deskripsi

Studi kasus telah menunjukan bahwa teknologi holografik dapat meningkatkan keterlibatan dalam pembelajaran, membuat konsep abstrak lebih nyata. Misalnya, Hologram Interaktif dapat membantu anak-anak memahami subject yang kompleks dengan memungkinkan mereak berinteraksi dengan object, linkungan atau bahkan peristiwa sejarah. Pendekatan semacam ini teah di uji cobakan dalam berbagai lingkungan Pendidikan, yang menunjukan potensinya untuk mengubah pengalaman kelas dengan membuat pembelajaran lebih mendalam dan interaktif.

Tahapan perencanaan kebutuhan system

  Cara kerja Cara kerja hologram adalah dengan menciptakan ilusi gambar tiga dimensi. Hal ini dicapai dengan memproyeksikan sumber cahaya ke permukaan objek yang dipilih dan kemudian menyebarkan cahaya tersebut.

 

Tujuan dari penelitian yang berjudul

“Eksplorasi Aplikasi Teknologi Holografik padaPembelajaran Dasar: Ulasan Kasus" adalah sebagai berikut: Menilai Efektivitas Penggunaan Teknologi Holografik dalam Pembelajaran Dasar: Mengukur sejauh mana teknologi holografik dapat meningkatkan Pemahaman siswa terhadap materi Pelajaran dasardibandingkan dengan metode melukis konvensional.

  1. Menganalisis dampak penggunaan teknologi holografik pada keterlibatan dan memotivasi belajar siswa. Mengidentifikasi Tantangan dan Hambatan dalam Penerapan Teknologi Holografik: Menjelajahi berbagai hambatan teknis, logistik, dan pedagogi yang mungkin diterangkan selama penerapan teknologi holografik di lingkungan belajardasar.
  2. Menganalisis bagaimana hambatan tersebut dapat Diatasi atau diminimalkan. Menjelajahi Persepsi dan Penerimaan Guru dan Siswa terhadap Teknologi Holografik: Mengumpulkan data tentang melihat dan sikap guru dan siswa terhadap penggunaan teknologi holografik dalam proses pembelajaran.
  3. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan dan adaptasi terhadap teknologi baru ini.mengembangkan Rekomendasi untuk Implementasi yang Efektif: mengembangkan pedoman dan strategis yang dapat digunakan oleh sekolah dan pendidik untuk menerapkan teknologiholografik secara efektif dalam kurikulum pembelajaran dasar. Memberikan rekomendasi berdasarkan temuan penelitian untuk pengembangan lebih lanjut teknologi holografik di bidangpendidikan.

 

 

 

Gambar 2: Rancangan Desain 3D holografim untuk pembelajaran (sumber : Penulis)

 

Berikut merupakan gambaran bagaimana perangkat memproses terbentuknya visual yang bergerak hingga menampilkan bentuk yang dapat dilihat dari segala arah. Teknologi holografik ini bekerja dengan memproyeksikan citra tiga dimensi yang dihasilkan dari serangkaian sinar cahaya terfokus. Visual tersebut kemudian disusun dan direplikasi dalam ruang sehingga menciptakan efek "objek nyata" yang bisa diamati dari berbagai sudut pandang tanpa memerlukan perangkat tambahan seperti kacamata 3D. Proses ini memungkinkan pengguna, baik siswa maupun guru, untuk berinteraksi langsung dengan visual yang ditampilkan, sehingga materi pembelajaran dapat disajikan dengan lebih menarik dan interaktif. Namun untuk memastikan penggunaan teknologi ini secara optimal, rancangan perangkat holografik memerlukan ruang yang luas dan terbuka. Ini dsebabkan oleh kebutuhan perangkat untuk memproyeksikan citra yang berjarak dalam ruang tiga dimensi. Desain ruang kelas atau laboratorium harsu dirancang sedimikian rupa agar mendukung proyeksi holografik ini, dengan tata letak yang memungkinkan siswa dan guru bergerak bebeas di sekitar proyeksi visual. Selain itu, akses umum ke ruang ini sangat penting, sehingga berbagai keompok dapat menggunakan teknologi ini tanpa hambatan, seperti dalam kegiatan kolaborasi antar kelas ataupun sekolah.

 


Manfaat

Penelitian tentang "Eksplorasi Penerapan Teknologi Holografik dalam Pembelajaran Dasar: Tinjauan Kasus" dapat memberikan sejumlah manfaat signifikan dalam konteks pendidikan. Berikut adalah beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian tersebut:

1. Inovasi dalam Pembelajaran

  • Meningkatkan Keterlibatan Siswa: Penggunaan teknologi holografik dapat mengubah pengalaman belajar yang biasa menjadi lebih interaktif dan menarik. Dengan visualisasi tiga dimensi, siswa dapat berinteraksi langsung dengan objek atau konsep yang diajarkan, meningkatkan rasa ingin tahu dan keterlibatan mereka.
  • Penyampaian Materi yang Lebih Efektif: Hologram memungkinkan penyampaian materi yang sulit dipahami secara langsung, seperti konsep abstrak dalam sains atau matematika, dengan cara yang lebih visual dan nyata. Misalnya, konsep dalam biologi (seperti struktur sel) atau fisika (seperti model atom) bisa lebih mudah dipahami dengan visualisasi tiga dimensi yang dinamis.

2. Meningkatkan Pemahaman Konsep Abstrak

  • Representasi Visual yang Mendalam: Teknologi holografik dapat menggambarkan objek atau sistem yang kompleks dalam bentuk visual tiga dimensi, memungkinkan siswa untuk melihat objek dari berbagai sudut dan memahami strukturnya dengan lebih jelas. Ini sangat bermanfaat untuk pembelajaran di bidang yang membutuhkan pemahaman konsep rumit (misalnya, anatomi tubuh manusia, struktur molekul, atau fenomena alam).

3. Pendekatan Pembelajaran yang Lebih Personal dan Dinamis

  • Pembelajaran Berbasis Pengalaman: Dengan hologram, siswa bisa mengalami pembelajaran yang lebih berbasis pengalaman, di mana mereka dapat berinteraksi langsung dengan materi ajar (misalnya, memanipulasi objek atau memodifikasi model). Pendekatan ini dapat meningkatkan daya ingat dan pemahaman siswa terhadap materi.
  • Pembelajaran yang Disesuaikan dengan Gaya Belajar: Teknologi holografik juga memungkinkan pembelajaran yang lebih fleksibel, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu siswa. Misalnya, siswa yang lebih visual dapat memperoleh manfaat lebih dari tampilan holografik, sementara mereka yang lebih kinestetik bisa terlibat langsung dengan objek virtual.

4. Meningkatkan Aksesibilitas Pembelajaran

  • Pengurangan Kendala Fisik dan Geografis: Teknologi holografik memungkinkan materi pembelajaran yang kompleks atau mahal untuk dapat diakses oleh banyak siswa tanpa perlu memindahkan mereka ke lokasi tertentu. Ini dapat mengurangi biaya dan logistik yang biasanya diperlukan untuk eksperimen atau kegiatan praktikum.
  • Meningkatkan Akses ke Pendidikan Berkualitas: Dengan penggunaan hologram, sekolah atau lembaga pendidikan di daerah terpencil yang tidak memiliki fasilitas laboratorium atau alat bantu pendidikan canggih tetap bisa menyediakan pengalaman belajar yang berkualitas tinggi.

5. Mempersiapkan Siswa untuk Masa Depan Teknologi

  • Pengembangan Keterampilan Teknologi: Penerapan teknologi baru seperti holografik dalam pendidikan memberikan kesempatan bagi siswa untuk lebih familiar dengan perkembangan teknologi terkini. Hal ini mempersiapkan mereka untuk menghadapi dunia kerja yang semakin mengutamakan keterampilan teknologi.
  • Stimulasi Kreativitas: Penggunaan teknologi baru dapat merangsang kreativitas siswa, baik dalam memahami konsep yang diajarkan maupun dalam menciptakan proyek atau solusi berbasis teknologi. Hal ini dapat memperkenalkan mereka pada dunia teknologi terdepan, termasuk dalam bidang desain, pemrograman, atau pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak.

6. Peningkatan Kualitas Pengajaran

  • Dukungan untuk Guru: Holografik dapat membantu guru dalam menjelaskan materi yang sulit dipahami dengan cara yang lebih visual dan mudah dimengerti. Ini mengurangi ketergantungan pada metode pengajaran tradisional dan membuka kemungkinan bagi pengajaran yang lebih inovatif.
  • Meningkatkan Efektivitas Pengajaran: Penggunaan teknologi yang lebih canggih memungkinkan pengajaran yang lebih efektif, di mana guru dapat menunjukkan ide atau konsep secara lebih konkret dan mudah diingat.

7. Pengembangan Penelitian dalam Pendidikan Teknologi

  • Kontribusi terhadap Inovasi Pendidikan: Penelitian ini dapat membuka ruang bagi pengembangan lebih lanjut dalam bidang teknologi pendidikan. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk eksperimen atau aplikasi lebih lanjut mengenai penerapan teknologi holografik di berbagai tingkatan pendidikan.
  • Evaluasi Dampak Teknologi terhadap Pembelajaran: Penelitian ini juga dapat memberi wawasan tentang seberapa efektif teknologi holografik dalam meningkatkan hasil belajar, apakah dalam hal pemahaman konsep, keterlibatan siswa, atau bahkan pengurangan angka kegagalan akademik.

8. Peningkatan Daya Saing Pendidikan Nasional

  • Peningkatan Kualitas Pendidikan Secara Umum: Adopsi teknologi canggih seperti holografik dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan, memberi daya saing lebih pada kurikulum dan institusi pendidikan di tingkat nasional maupun internasional.
  • Pengembangan Kurikulum yang Lebih Relevan: Penelitian ini bisa memotivasi pengembangan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman, khususnya dalam bidang teknologi dan sains.

9. Peningkatan Motivasi dan Minat Siswa dalam Belajar

  • Pembelajaran yang Menarik dan Menyenangkan: Teknologi holografik yang interaktif dan imersif bisa mengubah cara siswa melihat pembelajaran, menjadikannya lebih menarik dan menyenangkan. Ini dapat mengurangi kejenuhan dan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar.
  • Meningkatkan Minat di Bidang Sains dan Teknologi: Penggunaan teknologi modern dalam pembelajaran dapat menumbuhkan minat siswa untuk mengeksplorasi bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) yang sangat relevan di masa depan.

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya