Institut Teknologi Kalimantan (ITK) kembali menorehkan langkah maju dalam penelitian energi alternatif dengan inovasi konversi waste cooking oil (WCO) menjadi biodiesel. Penelitian ini diinisiasi oleh Ir. Suardi, S.T., M.T., dari Program Studi Teknik Perkapalan, dan didanai melalui hibah internal LPPM ITK tahun anggaran 2024. Riset ini bertujuan untuk mengembangkan bahan bakar alternatif yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memiliki performa yang mendekati bahan bakar konvensional dalam hal ini solar.
Pengujian Properties Bahan Bakar
Penelitian ini diawali dengan pengujian properties bahan bakar hasil konversi WCO yang telah ditambahkan Cetane Number Improver. Parameter yang diuji meliputi densitas, viskositas, nilai kalor, kandungan sulfur, dan cetane index. Hasil pengujian menunjukkan bahwa biodiesel yang dihasilkan memiliki kualitas yang sangat baik, dengan semua parameter memenuhi standar properties bahan bakar yang ditetapkan oleh Pertamina. Hal ini menjadi indikasi bahwa biodiesel berbasis WCO dengan tambahan cetane improver memiliki potensi untuk diimplementasikan secara luas.
Uji Performa Mesin Diesel
Tim peneliti juga melakukan serangkaian uji performa mesin diesel menggunakan tiga variasi bahan bakar, yaitu B0 (diesel murni), B50 (50% biodiesel + 50% diesel), dan B50CN (B50 dengan Cetane Improver). Uji performa mencakup tiga kriteria utama:
Hasil Pengujian Emisi
Selain performa, dampak penggunaan bahan bakar pada emisi gas buang juga dianalisis. Biodiesel dengan tambahan cetane improver mampu menurunkan kadar emisi karbon monoksida (CO) dan meningkatkan kandungan oksigen dalam gas buang, menunjukkan pembakaran yang lebih bersih. Meski demikian, emisi nitrogen oksida (NOx) sedikit meningkat, yang menjadi perhatian dalam pengembangan lebih lanjut.
Kesimpulan
Penelitian ini menunjukkan bahwa konversi WCO menjadi biodiesel dengan tambahan cetane improver tidak hanya menghasilkan bahan bakar berkualitas tinggi tetapi juga mampu memberikan performa mesin yang mendekati penggunaan diesel murni. Dengan dukungan dari LPPM ITK, hasil penelitian ini menjadi langkah konkret ITK dalam mendukung pengembangan energi alternatif yang berkelanjutan.
"Penambahan cetane improver menjadi kunci dalam mendekatkan karakteristik biodiesel ke standar performa solar murni," ujar Ir. Suardi. Penelitian ini membuka peluang besar untuk aplikasi bahan bakar berbasis biodiesel pada sektor transportasi dan industri di masa depan.
Mencari altenatif energy yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi biodiesel untuk bahan bakar mesin diesel pengganti Solar.