Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Kalimantan (ITK) terus mendorong pengembangan riset inovatif yang mendukung pengelolaan sumber daya air berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penelitian berjudul “Analisis Pengendalian Ketinggian dan pH Air pada Prototipe Water Treatment Plant” yang dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi Teknik Elektro ITK.
Penelitian ini diketuai oleh Andhika Giyantara, S.T., M.T., dengan anggota Kharis Sugiarto, S.ST., M.T. dan Risty Jayanti Yuniar, S.T., M.T., serta melibatkan mahasiswa Teknik Elektro. Kegiatan penelitian didanai melalui skema PPI (Riset Inovasi) Tahun 2025 dan berada di bawah koordinasi LPPM ITK. Fokus utama penelitian ini adalah pengembangan prototipe Water Treatment Plant (WTP) yang dilengkapi sistem pengendalian level dan pH air secara otomatis untuk meningkatkan efektivitas dan stabilitas proses pengolahan air bersih. Permasalahan fluktuasi ketinggian dan pH air sering menjadi kendala dalam sistem WTP konvensional, sehingga diperlukan solusi berbasis teknologi kendali yang andal dan terintegrasi.
Dalam penelitian ini, tim merancang dan merealisasikan prototipe WTP skala laboratorium yang terdiri dari dua tangki utama, sistem perpipaan distribusi, motor pompa, serta berbagai sensor pengukuran. Sensor ultrasonik digunakan untuk memantau ketinggian air pada tangki utama, sementara sensor pH berfungsi untuk memastikan nilai keasaman air tetap berada pada batas aman. Data dari sensor diproses menggunakan mikrokontroler Arduino Uno dan dikirimkan ke Programmable Logic Controller (PLC) yang bertugas mengendalikan pompa dan solenoid valve secara otomatis.
Selain itu, sistem ini juga dilengkapi sensor tekanan dan sensor flow untuk memantau debit dan tekanan air pada pipa distribusi. Pengujian dilakukan pada dua kondisi, yaitu pemakaian air rendah dan pemakaian air tinggi, yang direpresentasikan melalui pengaturan sudut stop valve. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu membaca perubahan debit dan tekanan air secara responsif, sekaligus menjaga level air dalam tangki tetap stabil sesuai dengan kondisi pemakaian.
Ketua tim peneliti menjelaskan bahwa prototipe ini dirancang sebagai produk inovasi yang berpotensi dikembangkan ke skala industri, khususnya untuk mendukung sistem pengolahan air bersih yang lebih andal dan terintegrasi. “Dengan integrasi PLC dan HMI, operator dapat melakukan monitoring kondisi air secara real-time serta memperoleh peringatan dini apabila terjadi penyimpangan level atau pH air,” jelasnya.
Penelitian yang didanai melalui skema PPI (Riset Inovasi) LPPM ITK Tahun 2025 ini ditargetkan menghasilkan beberapa luaran, antara lain prototype inovatif, artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi, serta publikasi ilmiah di laman resmi LPPM ITK. Saat ini, prototype telah berhasil direalisasikan dan pengembangan publikasi ilmiah masih terus berlangsung.
Ke depan, tim peneliti berencana menyelesaikan penyusunan HAKI dan memperluas pengujian sistem agar dapat diaplikasikan pada kondisi lapangan yang lebih kompleks. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata ITK dalam pengembangan teknologi pengolahan air yang berkelanjutan dan mendukung kebutuhan air bersih masyarakat.
Anggota :
Kharis Sugiarto, S.ST., M.T.; Risty Jayanti Yuniar, S.T., M.T.; Adam Ashabil Wibisono
Penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi sistem pengolahan air bersih melalui pengendalian otomatis ketinggian dan pH air berbasis PLC yang dapat dimonitor secara real-time.