Batik Kalimantan Timur merupakan warisan budaya yang memiliki kekayaan visual melalui ragam motif yang terinspirasi dari flora khas hutan tropis, fauna endemik, serta simbol-simbol tradisi masyarakat lokal yang kaya akan makna. Setiap motif tidak hanya menjadi ornamen dekoratif, tetapi juga menyimpan nilai historis dan filosofi yang merepresentasikan identitas budaya daerah. Meskipun memiliki potensi besar sebagai produk unggulan daerah, minat masyarakat terhadap batik Kalimantan Timur masih relatif rendah. Hal ini dipengaruhi oleh anggapan bahwa batik merupakan produk yang kuno, monoton, dan kurang relevan dengan tren mode saat ini, terutama di kalangan generasi muda. Selain itu, keterbatasan inovasi desain, sulitnya akses pasar, lemahnya branding, serta minimnya pemanfaatan teknologi digital membuat batik Kalimantan Timur sulit bersaing dengan produk tekstil modern lainnya. Kondisi ini menunjukkan perlunya pengembangan yang tidak hanya fokus pada estetika, tetapi juga pada strategi pemasaran dan pemanfaatan teknologi agar batik lokal dapat kembali diterima secara luas.
Melalui pendekatan design thinking, didapatkan bahwa generasi muda membutuhkan motif batik yang lebih modern, nyaman dipakai, namun tetap mempertahankan identitas budaya daerah. Dengan demikian, batik khas Kalimantan Timur diharapkan dapat dikenal lebih luas dan mampu menjangkau pasar bisnis hingga skala nasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan serangkaian kegiatan sebagai berikut:
1. Melakukan inovasi desain motif batik kalimantan timur
Salah satu inovasi desain yang dikembangkan adalah motif batik yang terinspirasi dari cerita rakyat Kalimantan Timur, yaitu legenda Pesut Mahakam. Kisah ini dipilih karena punya kedekatan emosional dengan masyarakat dan mencerminkan kearifan lokal yang unik. Dari cerita tersebut, dibuat rangkaian motif yang disusun oleh beberapa chapter, sehingga setiap kain bukan hanya menampilkan pola menarik, tetapi juga membawa potongan cerita yang saling terhubung. Pendekatan ini membuat batik terasa lebih hidup dan bermakna sehingga pemakainya tidak hanya mengenakan kain bermotif, tetapi juga membawa cerita budaya yang dihasilkan lewat garis, bentuk, dan simbol. Konsep bercerita ini memberi sentuhan baru pada batik Kalimantan Timur, membuatnya lebih segar dan lebih mudah diterima generasi muda, sekaligus menjadi pembeda dari batik konvensional yang biasanya hanya fokus pada pola dekoratif.

2. Merancang model pakaian dan merchandise yang kekinian
Selain mengembangkan motif, tim peneliti juga merancang berbagai produk yang mengikuti tren fashion yang sedang digemari anak muda. keinginan untuk batik terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, jadi desain yang dibuat lebih simpel dan mudah dipadupadankan. Mulai dari outer yang bisa dipakai untuk aktivitas kasual, tas yang simpel namun tetap stylish, hingga merchandise dan aksesoris yang cocok untuk menunjang gaya personal. Semua produk ini dikembangkan supaya batik bisa tampil dalam berbagai situasi, baik untuk dipakai harian, acara semi-formal, atau sekadar jadi elemen pemanis dalam outfit. Dengan pendekatan ini, harapannya batik tidak lagi dianggap sebagai busana yang hanya muncul saat acara resmi saja, tetapi menjadi bagian dari gaya berpakaian harian yang nyaman, kekinian, dan tetap membawa sentuhan budaya lokal.

Karya : Ibu Hesti Rosita Dwi Putri
2. Membangun platform penjualan online berupa website atau e-commerce
Untuk mendukung pemasaran, tim peneliti juga membangun platform penjualan online berupa website atau e-commerce agar produk batik Kalimantan Timur bisa dikenal lebih luas dan tidak hanya berhenti di pasar lokal. Dengan adanya platform digital ini, peluang untuk menjangkau pasar nasional bahkan internasional menjadi lebih terbuka, sekaligus memudahkan para pengrajin dalam mempromosikan karya mereka, menjaga konsistensi branding, dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen. Pendekatan berbasis teknologi ini bukan hanya cara untuk mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga langkah strategis untuk memperkuat posisi batik daerah di tengah persaingan industri kreatif yang semakin kompetitif. Digitalisasi membantu memperluas jangkauan pemasaran, membuat proses lebih efisien, dan meminimalkan tahapan yang bisa berdampak negatif pada lingkungan. Dengan menggabungkan inovasi desain, produk yang relevan dengan selera pasar, serta strategi pemasaran digital yang tepat, pengembangan batik Kalimantan Timur diharapkan mampu tumbuh sebagai bisnis yang kokoh, berkelanjutan, dan tetap membawa identitas budaya yang menjadi kekuatannya.

Website https://www.dobelyubi.id/shop
Pengembangan batik Kalimantan Timur berbasis teknologi digital menunjukkan bahwa inovasi desain, pengemasan produk yang sesuai tren, dan pemanfaatan platform online mampu membuka peluang baru bagi batik lokal untuk bersaing di pasar modern. Dengan menghadirkan motif yang lebih segar, model produk yang kekinian, serta strategi pemasaran digital yang efektif, batik Kalimantan Timur tidak hanya dapat menarik minat generasi muda, tetapi juga berpotensi menjangkau pasar nasional hingga internasional. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat posisi batik sebagai bisnis berkelanjutan yang tetap membawa identitas budaya daerah.
Anggota :
Anggis Rizky Wiyaringtyas, M.Ds (Desain Komunikasi Visual/JTSP)
Widya Sartika, S.Kom., M.Kom. (Bisnis Digital/JMTI)
Khodija Amalatus Sholeha 22231028 (DKV/JTSP)
Najla Aura Azalea Rahman 22231042 (DKV/JTSP)
1. Meningkatkan daya tarik batik Kalimantan Timur di kalangan generasi muda melalui desain yang lebih modern dan relevan.
2. Memperluas jangkauan pemasaran hingga skala nasional melalui platform digital dan e-commerce.
3. Memberikan peluang ekonomi baru bagi pengrajin lokal melalui produk yang lebih variatif dan kekinian.
4. Memperkuat pelestarian budaya daerah dengan menghadirkan motif yang bercerita dan mudah diterima pasar modern.