Balikpapan - Institut Teknologi Kalimantan melalui beberapa mahasiswa dan dosen dari Jurusan Teknologi Industri program studi Teknik Material dan Metalurgi serta dosen dari Jurusan Teknologi Industri dan Proses program studi Teknik Mesin membuat inovasi baru dalam bodi mobil dengan “Aplikasi Metode Spot Hardfacing Basic Frame Mobil”. Inovasi ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh sifat mekanik dan struktur mikro variasi metode spot hardfacing basic frame mobil. Inovasi ini dilatarbelakangi perkembangan zaman pada industri manufaktur yang pesat diikuti berkembangnya teknologi. Metode yang dapat diaplikasikan pada basic frame mobil listrik adalah spot welding. Spot hardfacing diaplikasikan tuntuk meningkatkan ketahanan aus dan kelelahan material hanya pada titik-titik tertentu, mengoptimalkan bobot tanpa mengurangi kekuatan, sehingga spot hardfacing menjadi solusi dalam peningkatan sifat mekanik material pada basic frame mobil listrik.

Spot hardfacing dapat dilakukan dengan proses pengelasan GMAW (Gas Metal Arc welding). GMAW merupakan pengelasan yang membutuhkan penerapan panas atau tekanan, atau keduanya, guna menciptakan ikatan yang sesuai antara bagian-bagian yang disambung. Busur las terjadi di antara permukaan benda kerja dengan ujung kawat elektroda yang keluar dari nozzle bersama dengan gas pelindung.
Jarak weld metal 20 mm dan waktu 7 detik memiliki nilai rata-rata kekuatan tangguh sebesar 1,456 J/mm2 dan 1,508 J/mm2. Nilai ketangguhan (impact) mengalami peningkatan seiring dengan besar jarak dan lama waktu yang digunakan membuatnya semakin lunak dan ulet akan mengakibatkan ukuran butir struktur mikro material akan semakin besar dan kasar. Penggunaan jarak dan waktu pada titik pengelasan yang semakin merapat atau berdekatan dapat meningkatkan nilai ketangguhan seiring dengan terdampaknya peningkatan panas yang menyebar secara merata pada daerah sekitarnya seiring jarak spotweld hardfacing yang semakin kecil didukung dengan pengunaan arus amper.

Dapat disimpulkan bahwa variasi jarak dan waktu berpengaruh terhadap Semakin dekat jarak antar titik las, persentase fasa perlit meningkat, ukuran butir perlit menjadi lebih besar, dan fasa ferit menurun dengan ukuran butir yang lebih halus. Nilai kekerasan tertinggi didapatkan pada spotweld 7 detik dengan jarak 20 mm. Dan semakin dekat jarak yang digunakan maka nilai ketanguhan akan meningkat.

Anggota Tim :
1. Fikan Mubarok Rohimsyah, S.T., M.Sc., (Teknik Material dan Metalurgi/JTI/ITK)
2. Dr. Andi Idhil Ismail (Teknik Mesin/JTI/ITK)
3. Yunita Triana (Teknik Material dan Metalurgi/JTI/ITK)
4. Khulafaur Nawaf Al-Shehan (Teknik Material dan Metalurgi/JTI/ITK)
5. Muhammad Akram (Teknik Material dan Metalurgi/JTI/ITK)
6. Chiara Yusuf (Teknik Material dan Metalurgi/JTI/ITK)
1. Berperan dalam pengembangan teknologi dan aplikasi pada metode spotweld hardfacing
2. Dapat memberikan informasi tentang pengaruh variasi jarak dan waktu weld metal pada metode spotweld hardfacing terhadap kekerasan, ketangguhan, dan struktur mikro proses pada ASTM A36