Aplikasi Gelombang Bias

  • Fokus Riset: Smart City

  • Ketua Peneliti: Febrian Dedi Sastrawan | Anggota : Meidi Arisalwadi dan Rahmania
  • Tahun Penelitian: 2024

Deskripsi

 

Institut Teknologi Kalimantan (ITK), sebagai perguruan tinggi negeri yang masih tergolong muda, saat ini sedang aktif dalam pembangunan infrastruktur kampus. Namun, beberapa gedung lama di kampus ITK menunjukkan kerusakan, sehingga perlu dilakukan kajian mendalam terkait kondisi struktur bawah permukaan untuk memastikan keamanan sarana dan prasarana kampus. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur bawah permukaan di wilayah kampus ITK dengan menggunakan metode seismik untuk mengetahui sebaran lapisan batuan keras yang relevan dengan rencana pembangunan berkelanjutan. Metode yang digunakan mencakup survei lapangan, akuisisi data gelombang seismik, pembuatan kurva travel time, pemodelan 2D, dan interpretasi hasil. Analisis ini dilakukan pada lima lintasan di area kampus, di mana ditemukan bahwa cepat rambat gelombang pada lapisan pertama berkisar antara 128,7 hingga 201,9 m/s, sedangkan pada lapisan kedua berkisar antara 272,4 hingga 428,0 m/s. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa lapisan pertama terdiri dari tanah (soil), sementara lapisan kedua adalah lempung pasiran, yang dianggap cukup kuat untuk dijadikan fondasi pembangunan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa analisis cepat rambat gelombang efektif dalam mengidentifikasi karakteristik geologi bawah permukaan kampus ITK. Berdasarkan data ini, lapisan lempung pasiran pada lapisan kedua dapat digunakan sebagai fondasi bangunan, yang akan mendukung rencana pembangunan berkelanjutan di ITK. Kajian ini memberikan pertimbangan penting bagi pengembangan kampus, terutama dalam memastikan keselamatan struktur bangunan di masa mendatang.

 

Gambar Model Lapisan Bawah Permukaan Berdasarkan Cepat Rambat Gelombang Bias

 

Hasil yang didapatkan menunjukkan kondisi lapisan pertama berupa soil. Lokasi penelitian memiliki tanaman dan pohon yang ditumbuhi pada setiap area lintasan. Hal ini dapat mengindikasi keberadaan top soil yang memiliki unsur hara, dikarenakan terbentuk dari dedaunan yang telah gugur dan membusuk. Pada lapisan kedua, hasil pengukuran kecepatan rambat gelombang seismik pada lintasan 1 hingga 5 secara berurutan adalah 287.8 m/s, 428.0 m/s, 272.4 m/s, 366.1 m/s dan 354,5 m/s. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa lapisan kedua terdiri dari batuan lempung pasiran.

Jenis litologi yang didapatkan dari penelitian berupa soil dan lempung pasiran. Hasil ini menunjukkan korelasi analisis dengan kondisi singkapan yang ditemukan memiliki keterkaitan yang memperkuat kesimpulan bahwa lapisan pertama adalah soil dan lapisan kedua adalah lempung pasiran. Kedua jenis tanah ini perlu dipertimbangkan sebelum dilakukan pembangunan. Jenis tanah lempung tidak disarankan untuk dilakukan pembangunan fondasi secara langsung karena memiliki daya dukung yang rendah, sehingga akan berbahaya jika dilakukan pembangunan. Lempung termasuk jenis tanah yang sulit dan bermasalah untuk pembangunan infrastruktur. Jenis tanah lempung memiliki sifat yang relatif tinggi pada kembang susut, sehingga akan menyulitkan dan membahayakan bangunan yang akan menopang di atasnya. Ketahanan konstruksi bangunan dipengaruhi oleh kekuatan jenis tanah yang akan menjadi daya dukung fondasi bangunan. Lempung memiliki daya dukung yang relatif rendah, sehingga akan sulit dan bahaya jika digunakan sebagai fondasi.

 


Manfaat

Bahan Pertimbangan Pembangunan Kampus ITK

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya