Dalam sepuluh tahun terakhir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, mengalami perubahan ruang yang cukup cepat dan nyata. Wilayah yang sebelumnya didominasi oleh hutan, lahan terbuka, dan aktivitas berbasis sumber daya alam kini menunjukkan peningkatan pemanfaatan lahan ke arah aktivitas ekonomi yang lebih intensif. Perubahan ini tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga tercermin pada kenaikan nilai tanah di berbagai desa dan kelurahan.
Penelitian yang dilakukan oleh tim dosen Institut Teknologi Kalimantan mengkaji hubungan antara perubahan tutupan lahan dan Zona Nilai Tanah (ZNT) pada periode 2014 hingga 2025. Dengan menggunakan pendekatan analisis spasial berbasis citra satelit dan data harga pasar tanah, penelitian ini memetakan dinamika pemanfaatan ruang secara lebih komprehensif, baik dari sisi biofisik maupun ekonomi wilayah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah dengan peningkatan aksesibilitas dan kedekatan terhadap pusat kegiatan mengalami lonjakan nilai tanah yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya. Desa Bukit Raya, Desa Bumi Harapan, dan Kelurahan Pemaluan tercatat sebagai kawasan dengan pertumbuhan nilai tanah yang signifikan. Sementara itu, wilayah yang relatif jauh dari pusat aktivitas dan memiliki keterbatasan infrastruktur menunjukkan kenaikan nilai tanah yang lebih moderat.
Perubahan tutupan lahan menjadi salah satu indikator penting dalam dinamika tersebut. Berkurangnya kawasan hutan dan lahan terbuka diikuti oleh peningkatan kawasan perkebunan, semak belukar, dan lahan terbangun. Pergeseran ini mencerminkan meningkatnya tekanan pemanfaatan ruang sekaligus perubahan pola aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Penelitian ini menegaskan bahwa kenaikan nilai tanah tidak terjadi secara kebetulan, melainkan mengikuti pola perubahan ruang yang terstruktur. Informasi mengenai pola tersebut menjadi penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pengendalian pemanfaatan ruang, sekaligus bagi masyarakat untuk memahami arah perkembangan wilayahnya.
Melalui pendekatan spasial, penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan yang lebih berbasis data. Dengan memahami keterkaitan antara perubahan tutupan lahan dan nilai tanah, pembangunan wilayah dapat diarahkan agar tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan ruang dalam jangka panjang.
Tim Peneliti :
1. Bimo Aji Widyantoro, S.T., M.Eng. (Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota/ JTSP/ FPB)
2. Sarah Membala, S.Ars., M.URP. (Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota/ JTSP/ FPB)
3. Khairunnisa Adhar, S.T., M.Sc. (Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota/ JTSP/ FPB)
4. Tri Sulistyawati (Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota/ JTSP/ FPB)
5. James William (Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota/ JTSP/ FPB)
Penelitian ini memberikan gambaran mengenai pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap estimasi Zona Nilai Tanah berbasis harga pasar aktual dalam periode waktu 2014 dan 2025 yang ada di Kecamatan Sepaku melalui pendekatan analisis spasial yang mengintegrasikan perubahan biofisik wilayah dan dinamika ekonomi ruang.