Analisis Korosi Air Laut Terhadap Lasan Austenitic Stainless Steel 316L Untuk Aplikasi Oil Canister Pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

  • Fokus Riset: Energi

  • Ketua Peneliti: Ridhwan Haliq, S.T., M.T.
  • Tahun Penelitian: 2025

Deskripsi

Istilah "wadah minyak" atau Oil Canister dalam industri nuklir terutama merujuk pada wadah khusus yang kokoh yang digunakan untuk penanganan, penyimpanan, dan pembuangan limbah radioaktif secara aman dan terjamin, termasuk limbah tingkat tinggi yang dipadatkan dari pemrosesan ulang bahan bakar (seringkali divitrifikasi dalam matriks kaca) atau rakitan bahan bakar nuklir bekas. Wadah ini, yang biasanya terbuat dari bahan tahan korosi seperti baja tahan karat, tidak selalu diisi dengan minyak, tetapi berfungsi sebagai penghalang rekayasa penting dalam sistem multi-penghalang (wadah, kemasan luar, bahan penyangga, tempat penyimpanan geologis) untuk mengisolasi material yang sangat radioaktif dari lingkungan selama ribuan tahun. Wadah ini harus dirancang untuk menahan kondisi ekstrem, termasuk suhu tinggi dari peluruhan radioaktif, tekanan, dan lingkungan korosif di dalam tempat penyimpanan geologis, memastikan penahanan hingga radioaktivitas telah meluruh ke tingkat yang aman. Secara terpisah, wadah (atau drum) berisi minyak juga digunakan untuk mengolah dan membuang limbah cair radioaktif tingkat rendah atau menengah tertentu, seperti oli pelumas yang terkontaminasi, dengan cara memadatkan limbah cair di dalam wadah menggunakan bahan seperti semen atau bitumen sebelum disimpan atau dibuang. Pengelasan SS316L (baja tahan karat austenitik karbon rendah) untuk wadah minyak nuklir, yang berfungsi sebagai penghalang penahanan penting untuk limbah radioaktif tingkat tinggi, adalah proses yang sangat khusus, biasanya menggunakan metode seperti Tungsten Inert Gas (TIG) atau Submerged Arc Welding (SAW) untuk mencapai sambungan tumpul penetrasi penuh. Tantangan utamanya adalah mengelola tegangan sisa las; meskipun perlakuan panas pasca-pengelasan akan mengurangi tegangan ini, hal itu sengaja dihindari untuk mencegah sensitisasi (penipisan kromium pada batas butir), yang akan membuat baja rentan terhadap korosi intergranular. Kompromi ini berarti pengelasan harus dikontrol secara tepat untuk meminimalkan tegangan sisa sambil mempertahankan ketahanan korosi material yang sangat baik, terutama terhadap potensi retak korosi tegangan (SCC) di lingkungan yang mengandung klorida atau lingkungan agresif lainnya di dalam tempat penyimpanan geologis jangka panjang.

 

Tim Peneliti :

Ridhwan Haliq (Teknik Mesin/Jurusan Teknologi Industri dan Proses)
Eriek Wahyu Restu Widodo (Prodi Teknik Pengelasan/Jurusan Teknik Bangunan Kapal)
Moch. Karim Al Amin (Prodi Teknik Pengelasan/Jurusan Teknik Bangunan Kapal)
Alfian Djafar (Teknik Mesin/Jurusan Teknologi Industri dan Proses)
Andi Idhil Ismail (Teknik Mesin/Jurusan Teknologi Industri dan Proses) 

 


Manfaat

Dapat diaplikasikan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya