Perancangan Destinasi Wisata Alam Berbasis Agroforestri Pada Kawasan Waduk Manggar KM 12 RT 17 Kelurahan Karang Joang

  • 15 Juni 2023
  • Admin

Pengabdian kepada Masyarakat - Potensi pariwisata yang dimiliki Kota Balikpapan sangat beragam, mulai dari potensi wisata alam hingga wisata buatan. Potensi pariwisata ini tersebar di berbagai kelurahan di Balikpapan. Salah satu kelurahan yang mulai mengembangkan potensi pariwisata daerahnya yaitu Kelurahan Karang Joang. Memanfaatkan kondisi alamnya yang masih asri dengan ditambah kawasan perkebunannya, kelurahan ini mampu mengembangkan wisata dengan mengusung konsep agroforestri. Agroforestri merupakan salah satu sistem manajemen pemanfaatan lahan dengan cara mengkombinasikan kegiatan kehutanan dan pertanian pada unit pengolahan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat. Salah satu daerah di Kota Balikpapan yang berpotensi untuk dikembangkan wisata agroforestri yaitu terletak di Jalan PDAM RT 17 KM 12 Kelurahan Karang Joang. Hal ini sesuai dengan ketetapan yang dikeluarkan oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Kota Balikpapan, bahwa pemanfaatan hutan di sekitar waduk dan DAS Manggar diizinkan untuk pengembangan wisata alam berbasis agroforestri. Dalam proses pembangunannya, kawasan wisata agroforestri yang dikerjakan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) mengalami kendala yaitu berupa belum adanya masterplan, siteplan kawasan wisata agroforestri, serta estimasi pembiayaan pembangunan kawasan wisata. 

 

 

Berdasarkan latar belakang serta permasalahan yang telah diuraikan, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Kalimantan Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan yang dibimbing oleh Bapak Muhammad Fajrin Wahab, S.T., M.T. dan Bapak Christianto Credidi Septino Khala, S.T., M.T. melaksanakan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk membantu menyelesaikan permasalahan dengan membuat masterplan, siteplan kawasan wisata agroforestri serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) setiap elemen yang ada pada kawasan wisata.

 

Pelaksanaan kegiatan KKN ini dilaksanakan selama 5 bulan ini diawali dengan observasi kawasan dan wawancara dengan pengurus wisata agroforestri. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, didapatkan informasi bahwa mulanya ide pembuatan kawasan wisata ini merupakan inisiatif dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Karang Joang Lestari dan masyarakat sekitar yang bertujuan untuk melestarikan serta memanfaatkan potensi sumber daya yang ada. Setelah melakukan observasi lapangan dan wawancara, pembuatan masterplan dan siteplan kawasan wisata agroforestri dapat dilakukan. Pengerjaan masterplan dilakukan selama kurang lebih 4 bulan dengan hasil konsep dasar rencana kawasan wisata agroforestri. Setelah pengerjaan masterplan dan siteplan selesai dilakukan, tahap selanjutnya yaitu penyusunan RAB untuk setiap elemen yang telah didesain untuk kawasan wisata. RAB ini digunakan sebagai estimasi pembiayaan yang diperlukan untuk membangun kawasan wisata. Masterplan, siteplan, serta RAB kawasan wisata agroforestri yang telah dibuat ini kemudian disampaikan dan dipaparkan kepada pengurus wisata agroforestri dengan teknik diskusi berupa Focus Group Discussion (FGD). FGD dengan pihak mitra ini dilakukan selama 3 (tiga) kali pertemuan. Pelaksanaan FGD ke-1 dilaksanakan pada tanggal 21 Januari 2023 dengan output pemaparan masterplan dan siteplan kawasan wisata, FGD ke-2 pada tanggal 20 Maret 2023 dengan output pemaparan masterplan dan siteplan kawasan wisata, dan FGD ke-3 pada tanggal 29 Mei 2023 dengan output pemaparan masterplan, siteplan, dan RAB wisata. Dalam FGD ini, pihak pengurus wisata memberikan masukan serta komentar atau feedback terkait elemen-elemen yang dibutuhkan dalam perancangan kawasan wisata agroforestri. Berdasarkan masukan-masukan yang diberikan oleh pengurus wisata agroforestri, kemudian dilakukan revisi terkait desain rancangan wisata agroforestri.

 

 

Setelah perbaikan desain dan rangkaian FGD selesai dilakukan, tim KKN memberikan masterplan, siteplan, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) kawasan wisata agroforestri kepada pihak mitra sebagai bentuk output kegiatan. Bersamaan dengan penyerahan masterplan, siteplan, dan RAB kawasan wisata, tim KKN melakukan survei kepuasan untuk mengetahui tingkat kepuasan mitra. Berdasarkan hasil survei kepuasan mitra, diperoleh hasil bahwa 89% responden menyatakan sangat puas dengan hasil kerja sama dan 11% lainnya menyatakan puas.

 

 

 

LPPM - Institut Teknologi Kalimantan

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya