Pengabdian Kepada Masyarakat “Meningkatkan Penjualan Makanan Khas Kalimantan Amplang Melalui Marketing Digital”

  • 16 Juli 2021
  • Admin

Salah satu penopang perekonomian Balikpapan adalah sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sektor ini  juga menekan jumlah penangguran. Dalam 5 tahun terakhir hingga 2019, penghasilan kotor dan omzet yang dihasilkan adalah sebesar Rp 281 miliar hanya pada sektor kuliner. Namun, terjadinya pandemi COVID-19 di tahun 2020 ini mengakibatkan perkonomian pada sektor UMKM melemah. Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di tengah pandemi berdampak terhadap perekonomian di Kota Balikpapan. Masyarakat menjadi lebih sering beraktivitas di dalam rumah sehingga masyarakat enggan untuk membeli produk UMKM langsung ke tempatnya. Hal ini berdampak pada pemasukan pendapatan UMKM. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut ialah dengan promosi melalui media sosial. Sehinggga konsumen bisa melihat produk UMKM tanpa harus datang ke tempat pemasaran. Namun, tidak dipungkiri pelaku UMKM juga memiliki kendala dalam promosi melalui media sosial karena kemampuan mereka dalam media sosial masih terbilang kurang. Oleh karena itu, diperlukan edukasi terkait hal tersebut demi tetap berjalannya perekonomian di masa pandemi COVID-19. Mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan mengadakan pelatihan pengolahan dan pemasaran UMKM di Kelurahan Gunung Sari Ulu, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata yang diusung oleh ITK sebagai wadah implementasi dan pengembangan ilmu, teknologi dan seni yang dilakukan di luar kampus.

 

Pada Kelurahan Gunung Sari Ulu terdapat salah satu UMKM yang bergerak di bidang produksi oleh-oleh makanan khas Kalimantan. salah satunya yaitu UMKM milik bapak Nafi’uddin. UMKM milik bapak Nafi’uddin ini menjual oleh-oleh khas Kalimantan, dengan nama toko yaitu Amplang Navi Nusantara. Toko ini menjual beraneka macam  produk amplang yang terdiri dari amplang ikan tenggiri, amplang ikan pipih, amplang kepiting, dan amplang balado. Amplang Navi Nusantara merupakan yang salah satu UMKM yang terdampak pandemic COVID-19. Permasalahan yang dihadapi oleh Amplang Navi Nusantara yaitu tingkat promosi yang dilakukan kurang sehingga daya tarik pembeli rendah terhadap produk amplang dan produk oleh-oleh lainnya. Produk oleh-oleh ini biasanya dibeli oleh konsumen luar kota yang berkunjung ke Kota Balikpapan, karena kondisi pandemi yang membatasi masyarakat berpergian keluar kota. Sehingga terjadi penurunan daya beli dari konsumen yang akan berpergian ataupun berkunjung ke Kota Balikpapan. Melihat kondisi tersebut maka Kelompok KKN Tematik Institut Teknologi Kalimantan melakukan pelatihan marketing digital melalui media sosial Instagram dan Facebook.

 

Kegiatan ini diawali pengenalan Institut Teknologi Kalimantan yang dilanjutkan pengenalan diri peserta KKN dan pemaparan program kegiatan KKN kepada Bapak Nafiuddin pemilik Amplang Navi Nusantara. Kegiatan awal ini juga di hadiri oleh Bapak Jatmoko Awali, S.T., M.T. selaku dosen pembimbing KKN. Pemaparan materi berisi tentang bagaimana pentingnya pemasaran online di masa sekarang.

 

Pemaparan Materi tentang bagaimana pentingnya pemasaran online di masa sekarang

 

Kegiatan KKN yang dilakukan yaitu dua kegiatan pelatihan yaitu Pelatihan Teknologi Pemasaran dan Pelatihan Peningkatan Kualitas Produk. Pada Pelatihan Teknologi Pemasaran ini hal pertama yang dilakukan yaitu dengan mengidentifikasi produk yang akan dipasarkan. Kemudian dilanjutkan menyusun cara agar produk bisa dikenal oleh konsumen. Selanjutnya, identitas produk digambarkan dengan kemasan yang lebih menarik daripada sebelumnya dengan mempertimbangkan estetika serta bahan dasar kemasan. Setelah semua kegiatan tersebut dilakukan kemudian dilanjutkan dengan pemasaran melalui media sosial. Pada tahap awal melakukan foto produk dengan kualitas dan tata letak produk yang lebih menarik, serta tata cara pengambilan gambar agar terlihat estetik. Langkah kedua pada kegiatan pemasaran yaitu dengan membuat akun media sosial (email, instagram, dan facebook) yang dilanjutkan dengan membuat feed instagram yang menarik dengan menggunakan aplikasi canva. Setelah menyusun feed instagram di lanjutkan dengan mulai melakukan pemasaran melalui IG ADS dan FB ADS, kegiatan promosi lainnya yang  dilakukan yaitu dengan promosi berbayar. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari konsumen dengan lebih efektif, memperluas target pasar dan juga dapat mengetahui timbal balik dan tanggapan konsumen terhadap produk yang dijual. Kegiatan promosi yang dilakukan ini tidak hanya melalui media sosial tetapi juga melalui media promosi lainnya berupa banner yang menampilkan beragam informasi produk yang dijual oleh toko amplang nusantara. Pemasangan banner ini digunakan sebagai penanda agar dapat menarik perhatian konsumen yang melewati toko amplang nusantara.

 

Foto Produk UMKM yang di Desain Menarik

 

Untuk pelatihan selanjutnya yaitu Pelatihan Peningkatan Kualitas Produk. Pelatihan Peningkatan Kualitas Produk ini bertujuan untuk meningkatkan promosi dan juga meningkatkan kualitas produk yang baik serta mempunyai nilai lebih sehingga berbeda dari produk sebelumnya. Peningkatan promosi dan peningkatan kualitas produk ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik pembeli. Dengan kualitas produk yang jauh lebih baik akan meningkatkan minat masyarakat untuk membeli produk amplang karena kualitas sendiri merupakan faktor yang dapat dijadikan sebuah pertimbangan para pembeli dalam membeli. Hal yang  dilakukan untuk meningkatkan kualitas amplang adalah dengan mengembangkan keanekaragaman makanan yang ditawarkan, karena perlunya inovasi menu baru dan kreatif yang disesuaikan dengan selera konsumen serta menjaga kualitas makanan. Kemudian di lanjutkan dengan melakukan sosialisasi terkait selera konsumen yang lebih tertarik pada amplang dengan inovasi rasa dan kemasan praktis. Setelah itu, memberikan edukasi tentang inovasi apa saja yang dapat dilakukan pada produk amplang untuk meningkatkan kualitas agar daya tarik konsumen bertambah. Pengemasan amplang yang masih standar dengan inovasi pengemasan yang lebih menarik dan praktis. Cara agar makanan bisa lebih tahan lama dan terjaga kualitasnya, maka dilakukan pengemasan dengan alat vakum.

 

Dengan menggunakan inovasi terhadap kemasan dan juga tata letak produk serta penenda toko yang lebih terlihat, diharapkan dapat membantu mendorong pemasaran. hal ini dikarenakan dengan adanya inovasi tersebut masyarakat lebih mengetahui produk oleh oleh khas Kalimantan ini. Program KKN yang diadakan pada UMKM milik bapak Nafi’uddin ini berjalan lancar berkat dukungan dan kerja sama dari bapak Nafi’uddin beserta pekerja di toko tersebut.. Diharapkan setelah pelaksanaan kegiatan ini, bapak Nafi’uddin dapat melanjutkan inovasi yang telah dibuat sehingga menjadi solusi dari penurunan jumlah pembelian produk oleh oleh khas Kalimantan ini.

 

AGENDA

13

Okt

Seminar Pengabdian Kepada Masyarakat (SEPAKAT) 2021
08.00
Hotel Platinum Kota Balikpapan

16

Mar

Workshop Business Plan IBT-ITK
09.00 - 12.00
Zoom Conference
Lihat Selengkapnya