Penelitian "Penyelidikan bawah permukaan Jalan Balikpapan – Samarinda Km 12-15 Menggunakan Metode Resistivitas"

  • 16 November 2021
  • Admin

Balikpapan adalah salah satu Kota berkembang yang merupakan pintu masuk perekonomian di Provinsi Kalimantan Timur. Sebagai pintu masuk perekonomian Insfrastruktur Transprortasi menjadi aspek penting agar perekonomian dapat berjalan dengan baik. Insfrastruktur transportasi merupakan objek vital yang sangat mempengaruhi roda perekonomian Balikpapan adalah Jalan Trans Balikpapan – Samarinda. Jalan Balikpapan - Samarinda merupakan akses vital transportasi keluar masuk Kota Balikpapan yang mengerakan roda perekonomian daerah. Akses jalan ini banyak dilalui oleh kendaraan - kendaraan berat yang menggangkut kebutuhan logistic, peralatan tambang dan bahan - bahan kebutuhan pokok masyarakat Kota Balikpapan.


Secara umum kondisi geologi disepanjang Jalan Balikpapan – Samarinda Km 12-15 tersusun dari tanah podsolik merah kuning, batu lempung pasiran yang mudah terdeformasi. Batu lempung pasiran yang mengandung berbagai jenis mineral lempung yang memiliki karakteristik mudah mengalami perubahan volume. Perubahan volume lempung terjadi ketika lempung tersaturasi oleh air dan saat lempung menerima beban. Lempung juga dapat berperan sebagai bidang gelincir dan dapat menyebabkan pergerakan massa tanah yang berada di atasnya. Kondisi inilah yang diperkirakan menyebabkan banyak bagian ruas jalan Balikpapan – Samarinda mengalami kerusakan seperti yang pernah terjadi di Kilometer 10 (gambar 1).

 

Gambar 1. Kondisi Amblesan Jalan Balikpapan – Samarinda (TribunKaltim.co)

 

Berdasarkan kondisi tersebut kami melakukan penyelidikan bawah permukan Jalan Balikpapan – Samarinda Km 12-15 untuk mengetahui sebaran lapisan lempung dan potensi terjadinya amblesan jalan.penelitian ini merupakan tahap awal dalam memetakan sebaran lapisan lempung di sepanjang ruas jalan Balikpapan – Samarinda.  Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai data pendukung dalam monitoring dan evaluasi pembangunan Jalan. Penelitian ini menggunakan metode resistivitas yang memanfaatkan kelistrikan dibawah permukaan tanah. Sifat kelistrikan yang digunakan adalan resistivitas medium, dalam hal ini lapisan tanah dianggap sebagai sebuah medium yang memiliki sifat intrinsik untuk menghambat arus listrik. Nilai resistivitas ini lah yang digunakan untuk mengetahui kondisi bawah permukaan.

 

 

Hasil penelitian ini berupa penampang 2D distribusi lapisan bawah permukaan jalan Balikpapan-Samarinda (Gambar 2).

 

Gambar 2. Penampang 2D Distribusi Bawah Permuakaan

 

Penampang 2D distribusi bawah permukaan ditunjukan oleh degradari warna dari biru hingga ungu. Berdasarkan penampang diatas diperkirakan lapisan batuan penyusun ruas jalan Balikpapan-Samarinda didominasi oleh lapisan lempung pasiran, lapisan lempung pasiran yang tersaturasi oleh air dan sedikit sisipan batubara yang tidak merata disepanjang lintasan pengukuran. Nilai resistivitas rendah yaitu 4 – 40 Ωm merupakan karakteristik lapisan lempung pasiran yang tersaturasi air. Lapisan ini sangat mudah mengalami deformasi dan dapat menyebabkan terjadinya amblesan di badan jalan Balikpapan- Samarinda.  Potensi terjadinya pergerakan massa tanah dibadan jalan juga sangat dipengaruhi oleh kondisi topografi. Badan jalan yang memiliki topografi curam akan lebih berpotensi mengalami pergerakan massa tanah.  

 

Tim Peneliti :

1. Febrian Dedi Sastrawan, S.Si., M.Sc

2. Rahmania, S.Pd., M.Sc

3. Meidi Arisalwadi, S.Si., M.Si