Penelitian “Pengembangan Desa Wisata Berbasis Budaya Di Desa Pampang Samarinda”

  • 16 November 2021
  • Admin

Desa Wisata Pampang adalah desa yang dihuni oleh masyarakat suku Dayak Kenyah. Desa ini disebut dengan desa budaya karena tata cara kehidupannya seperti bercocok tanam, adat istiadat hingga berkeseniannya masih menggunakan tata cara kehidupan dari nenek moyang suku Dayak Kenyah. Adanya desa budaya ini dapat menjadi suatu sarana pembelajaran sejarah suku Dayak Kenyah dan juga menjadi Desa Wisata berbasis Budaya.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kembali sektor pariwisata yang tidak berjalan selama pandemi. Covid-19 yang melanda hampir di selurh belahan dunia khususnya Desa Pampang sebagai desa wisata berbasis Budaya. Pengembangan Desa Wisata Pampang harus di perhatikan dari segi pengelolaan desa wisata berbasis budaya hingga pelestarian Desa wisata berbasis Budaya tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Kualitatif dengan analisis deskriptif dengan menggunakan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Terjadinya daya Tarik pariwisata menjadi bonus dari pengelolaan dan pelestarian Desa Budaya tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

O

 

 

 

 

 

 

III

3

 

I

 

 

STABILITY

2

 

EKSPANSION

 

 

mendukung strategi rasionalisasi

1

mendukung strategi ofensif

W

-4

-3

-2

-1

0

 

(2,129; -0,194)

 

      1

2

3

4

S

 

IV

-1

 

II

 

 

RETRENCHMENT

-2

          

COMBINATION

 

 

mendukung strategi defensif

-3

mendukung strategi diversifikasi

 

 

 

 

 

T

 

 

 

x

 

Gambar 1. Kuadran analisis SWOT Desa Wisata Pampang

 

Kuadran Analisis SWOT Desa Wisata Pampang menunjukkan posisinya berada pada kuadran II sehingga diperlukan pemilihan strategi yang berupa penggunaan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman dengan menciptakan diversifikasi untuk menciptakan peluang. Selanjutnya adalah perumusan strategi-strategi melalui matriks SWOT yang diperoleh dengan memasangkan faktor-faktor eksternal dengan faktor-faktor internal. Dalam matriks SWOT diperlihatkan kesesuaian antara kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.

 

A. Matrik SWOT

Matriks SWOT diperoleh dengan memasangkan faktor-faktor eksternal dengan faktor-faktor internal. Dalam matriks SWOT diperlihatkan kesesuaian antara kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman seperti terlihat pada tabel berikut.

 

Table Alternatif strategi dalam matriks SWOT

 

Internal

 

 

 

Eksternal

Strength (S)

*Faktor Kekuatan

Weakness (W)

*Faktor Kelemahan

Opportunities (O)

*Faktor Peluang

Strategi SO

Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang

Strategi WO

Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang

Threaths (T)

*Faktor Ancaman

Strategi ST

Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman

Strategi TW

Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman

 

Berdasarkan hasil Kuadran Analisis SWOT Desa Wisata Pampang menunjukkan posisinya berada pada kuadran II yaitu Combination mendukung strategi diversifikasi.Selanjutnya perlu dirumuskan alternatif-alternatif strategi menggunakan matrik SWOT untuk mendukung keputusan dari hasil analisis kuadran SWOT. Perumusan strategi-strategi melalui matriks SWOT adalah sebagai berikut:

 

Table Alternatif strategi Desa Wisata Pampang dalam matriks SWOT

Hasil Matriks SWOT memberikan beberapa alternatif strategi, yaitu:

SO

:

1. Satu-satunya desa budaya dengan identitas suku dayak kenyah yang dapat menjadi warisan budaya Indonesia.

2. Desa Wisata Pampang dan juga pertaniannya dikelola oleh masyarakat akan meningkatkan perekonomian di Desa Wisata Pampang.

WO

:

1. Memberikan fasilitas yang memadai di Desa Wisata Pampang agar wisatawan yang berkunjung meningkat.

ST

:

1. Menjaga kelestarian alam yang ada di Desa Wisata Pampang agar tidak terjadinya kerusakan alam yang disebabkan oleh Kebun Kelapa sawit dan juga tambang batu bara.

2. Menerapkan Desa Budaya yang berbasis ilmu pengetahuan tentang identitas suku Dayak Kenyah.

3. Mengelola dengan baik agar mampu bersaing dengan destinasi wisata lainnya.

WT

:

1. Mempromosikan Desa Wisata Pampang sebagai desa budaya yang berbasis tentang sajarah Suku Dayak Kenyah.

2. Menyediakan jalur alternative menuju Desa Wisata Pampang disaat adanya bencana alam seperti banjir.

 

Hasil Matriks SWOT memberikan beberapa alternatif strategi, yaitu:

SO

:

3. Satu-satunya desa budaya dengan identitas suku dayak kenyah yang dapat menjadi warisan budaya Indonesia.

4. Desa Wisata Pampang dan juga pertaniannya dikelola oleh masyarakat akan meningkatkan perekonomian di Desa Wisata Pampang.

WO

:

2. Memberikan fasilitas yang memadai di Desa Wisata Pampang agar wisatawan yang berkunjung meningkat.

ST

:

4. Menjaga kelestarian alam yang ada di Desa Wisata Pampang agar tidak terjadinya kerusakan alam yang disebabkan oleh Kebun Kelapa sawit dan juga tambang batu bara.

5. Menerapkan Desa Budaya yang berbasis ilmu pengetahuan tentang identitas suku Dayak Kenyah.

6. Mengelola dengan baik agar mampu bersaing dengan destinasi wisata lainnya.

WT

:

3. Mempromosikan Desa Wisata Pampang sebagai desa budaya yang berbasis tentang sajarah Suku Dayak Kenyah.

4. Menyediakan jalur alternative menuju Desa Wisata Pampang disaat adanya bencana alam seperti banjir.

 

Tahap keputusan berdasarkan Matriks IE.

Posisi Desa Wisata Pampang melalui Matriks IE menunjukkan Growth and Build (tumbuh dan bina) karena berada pada posisi I. Strategi yang cocok adalah intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk) atau integrasi (integrasi ke belakang, integrasi ke depan dan integrasi horizontal).

 

Intensif.

Penetrasi Pasar :Memasarkan dengan gencar produk berkualitas berkelanjutan dengan menggunakan media sosial.

Pengembangan Pasar : Menambah dan memperluas jaringan kerjasamadengan travel agen untung memasarkan Desa Wisata Pampang.

Pengembangan Produk :Memperbaiki sarana dan prasana yang ada di Desa Wisata Pampang.

 

Tahap keputusan berdasarkan Kuadran Analisis SWOT.

Kuadran Analisis SWOT Desa Wisata Pampang menunjukkan posisinya berada pada kuadran II Combination sehingga diperlukan pemilihan strategi yang berupa penggunaan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman.

 

Posisi tersebut mengarah pada strategi ST yaitu  :

1. Menjaga kelestarian alam yang ada di Desa Wisata Pampang agar tidak terjadinya kerusakan alam yang disebabkan oleh Kebun Kelapa sawit dan juga tambang batu bara.

2. Menerapkan Desa Budaya yang berbasis ilmu pengetahuan tentang identitas suku Dayak Kenyah.

3. Mengelola dengan baik agar mampu bersaing dengan destinasi wisata lainnya.

 

Strategi generik yang diterapkan oleh Desa Wisata Pampang saat ini adalah Diferensiasi (differentiation). Strategi diferensiasi yang dilakukan adalah menciptakan produk lebih unggul dari yang lain dan tampak untuk dengan harga tinggi dan kualitas relatif tinggi. Hal ini terbukti bahwa Desa Wisata Pampang adalah satu-satunya desa budaya yang ada di Kota Samarinda. Berdasarkan hasil analisa Matrik IE dan Kuadran SWOT, maka strategi generik dan variasi strategi sebagai berikut: Strategi ginerik yaitu Combination yang mendukung strategi diversifikasi. Dilihat dari hasil analisa matrik IE posisi usaha Pak Joko menunjukkan Growth and Build (tumbuh dan bina) karena berada pada posisi I. Variasi strategi yang cocok adalah Intensif atau Integrasi. Sedangkan menurut hasil kuadran SWOT posisi usahanya berada pada kuadran II yaitu Strategi generik Combination. Oleh karena itu, dalam usaha ini strategi generik yang akan digunakan adalah Combination. Untuk variasi strategi yang akan digunakan adalah diversifikasi (variasi strategi kuadran SWOT), Intensif& Integrasi (variasi strategi darimatrik IE). Variasi Strategiyang digunakan adalah diversifikasi dan Intensif yatu sebagai berikut:

 

 

Strategi generik & variasi strategi yang akan datang (3-5 tahun).

 

Strategi generik : Untuk 3 sampai 5 tahun mendatang strategi generik sebenarnya sangat susah ditentukan tanpa studi kelayakan bisnis. Sangat penting untuk melihat perkembangan usaha sejauh mana dalam 2 tahun kedepan ini. Jika strategi yang dihasil berdasarkan analisis SWOT diterapkan dan berjalan dengan baik maka selanjutnya strategi generik yang bisa digunakan adalah Fokus konsumen.Fokus konsumen dalam arti ini tidak perlu lagi gencar untuk menambah jasa dan jaringan kerjasama Desa Wisata Pampang denga travel agen. Karena sudah pasti Desa Wisata Pampang  ini sudah memiliki banyak jenis jasa, produk seni dan jaringan kerjasama. Maka untuk 3 sampai 5 tahun mendatang tersebut Desa Wisata Pampang perlu fokus konsumen untuk menjaga hubungan usaha dapat berjalan dengan baik dan lancar.

 

Variasi Strategi : Variasi Strategi yang dapat diterapkan untuk 3 sampai 5 tahun mendatang adalah sebagai berikut (dilihat dari strategi Generik Fokus Konsumen).

1. Integrasi ke Belakang yaitu memiliki kontrol kepada travel agen sebagai mitra Desa Wisata Pampang.

2. Integrasi ke depan yaitu memiliki kontrol atas wisatawan yang berkunjung.

3. Pengembangan Produk yaitu Menambah produk seni pertunjukan yang ada di Desa Wisata Pampang