Balikpapan - Institut Teknologi Kalimantan (ITK) melalui program Studi Teknik Material dan Metalurgi mengembangkan material untuk aplikasi bone scaffold. Kelompok riset yang diketuai oleh Gusti Umindya Nur Tajalla berhasil mensintesis hirdoksiapatit terdoping zink dengan bantuan gelombang mikro. Iradiasi gelombang mikro selama 10 menit terbukti dapat menurunkan temperatur sinter hingga 600°C, setengah dari temperatur semestinya. Proses ini menjadi proses alternatif sebagai upaya menurunkan energi yang digunakan.
Selain itu, proses penambahan alginat (polimer hayati yang bersumber pada rumput laut) dalam proses pembuatan bone scaffold berbasis hidroksiapatit juga telah berhasil dilakukan. Penambahan 6 wt% alginate dapat meningkatkan masing-masing kekuatan kompresi dan modulus elastisitas yang semula 0,48 MPa dan 0,029 GPa menjadi 2,05 Mpa dan 0,037 GPa. Walaupun angka ini masih di bawah kekuatan dan modulus elastisitas tulang, namun penambahan alginat nyatanya tidak mengubah struktur kristal hidroksiapatit. Sehingga, penelitian lanjut untuk menemukan konsentrasi optimum alginat pada hidroksiapatit masih mungkin dilakukan.
Penelitian di bidang bone scaffold, dimana bertujuan untuk mempercepat proses penyembuhan luka terutama pada tulang, masih dalam tahap awal. Menurut Gusti, masih banyak kesempatan untuk melakukan penelitian ini. Tugas menantang ke depan adalah menilai sifat biokompatibilas-nya, sifat yang penting agar material asing dapat diterima oleh tubuh tanpa menimbulkan efek negatif. Harapannya banyak mahasiswa yang tertarik mengembangkan material bio, karena ketersediaannya masih impor dari luar negeri.