Pembudidayaan Tanaman Hidroponik Melalui Program Mahasiswa Mengabdi Desa

  • 14 Juli 2022
  • Admin

Pengabdian Kepada Masyarakat - Hidroponik merupakan teknologi budidaya komoditas hortikultura yang banyak digeluti di Indonesia. Salah satu keuntungan pembudidayaan secara hidroponik adalah tidak perlu menyediakan media tanah sehingga lahan kosong dapat dimanfaatkan sebagai tempat pembudidayaan. Dalam praktiknya, pembudidayaan hidroponik dilakukan dengan menumbuhkan tanaman tanaman dalam kultur air atau larutan nutrisi dengan atau tanpa menggunakan media artifisial.

 

 

Pada Kelurahan Graha Indah tepatnya di Jalan Blambangan RT.62, terdapat lahan kosong yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat budidaya hidroponik. Tujuan dimulainya pembudidayaan hidroponik di RT.62 adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar, yang mana sebagian besar tergolong warga kurang mampu. Melalui program mahasiswa mengabdi desa atau PMMD, tim dari ITK telah melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan membangun tempat pembudidayaan tanaman hidroponik pada lahan kosong di RT.62 Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara dari tanggal 10 Januari 2022 hingga 5 Juni 2022. Tim pengabdian kepada masyarakat terdiri dari dosen dan mahasiswa jurusan sains, teknologi pangan, dan kemaritiman (JSTPK) ITK. Kegiatan ini bertujuan untuk mengarahkan warga ikut serta mengembangkan budidaya hidroponik sebagai solusi dari permasalahan di Kampung Pemulung.

 

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dimulai dari pembangunan sistem hidroponik pada lahan kosong berukuran 10 m x 15 m milik salah satu warga yang lahannya bersedia untuk digunakan. Pembangunan dimulai dari pengkondisian pipa-pipa yang disesuaikan dengan ukuran netpot, pengkondisian aliran air menggunakan pompa, hingga pemasangan pagar dan waring untuk menjaga tanaman hidroponik. Selain itu juga dilakukan tahap persiapan bibit-bibit sayuran seperti selada dan pak choy yang akan ditanam di media hidroponik. Pemilihan tanaman ini sebagai uji coba terkait dengan sistem hidroponik yang baru dibuat. Antusiasme warga yang sangat tinggi terhadap kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi nilai tambah bagi kelancaran seluruh proses.

 

 

Setelah proses pembibitan sayuran pada rockwool, tanaman hidroponik dipindahkan ke netpot yang selanjutnya dilakukan pengontrolan nutrisi berupa PPM dan pH air. Pemantauan pertumbuhan tanaman juga dilakukan setiap minggunya. Panen pertama sayuran hidroponik berhasil dilaksanakan pada minggu keenam. Hasil panen pertama ini sebagian besar dimanfaatkan oleh warga sekitar. Keberhasilan ini menjadi modal bagi tim untuk diadakannya sosialisasi lanjutan terkait dengan pemanfaatan sistem hidroponik serta cara melakukan budidaya hidroponik yang baik dan benar. Sosialisasi ini bahkan dihadiri tidak hanya dari warga sekitar, tetapi juga ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Graha Indah, Kepala Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) Graha Indah, serta Bintara Pembina Desa (Babinsa).

 

 

 Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Rt.62 Graha Indah ini diharapkan mampu memberikan solusi permasalahan berupa pemberian wawasan masyarakat untuk memulai budidaya tanaman hidroponik secara mandiri dengan memanfaatkan lahan kosong, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan perekonomian warga sekitar. Dalam pelaksanaannya, warga sekitar merasa terbantu karena dapat merasakan hasil nyata dari budidaya hidroponik yang ternyata menguntungkan. Tim kami juga memberikan edukasi agar masyarakat dapat  melanjutkan kegiatan budidaya hidroponik dari peralatan yang telah dibuat serta hal-hal apa saja yang dapat ditingkatkan. 

 

 

Selain keberhasilan secara teknis, warga juga diperkenalkan mengenai bagaimana pemasaran sayuran hidroponik dilakukan. Promosi konvensional dengan menawarkan dari rumah ke rumah atau kios adalah cara yang paling umum dilakukan dalam menawarkan produk yang akan dijual. Namun pada era perkembangan teknologi, pemanfaatan promosi digital melalui media sosial menjadi cara yang mudah dan efisien secara waktu, ditambah semakin luasnya jaringan pembeli yang tertarik untuk berbelanja kebutuhan sayur dan buah hariannya. Cara ini dirasa memudahkan produsen dalam kegiatan penjualannya.  Oleh karena itu, tim juga membantu terkait dengan pemasaran secara digital melalui media sosial seperti Instagram dan melalui penyebaran pesan singkat via Whatsapp. Cara ini terbukti efektif karena hanya dalam hitungan hari, sayuran yang dipanen telah berhasil terjual.

 

 

Antusiasme warga sekitar dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim dari ITK juga menjadi tolak ukur keberhasilan. Hasil kuisioner juga menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat besar dan harapannya agar ada kegiatan lanjutan seperti adanya sosialisasi untuk meningkatkan nilai jual tanaman hidroponik atau menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang masih ada di RT.62 Graha Indah.

 

 

LPPM - Institut Teknologi Kalimantan

 

AGENDA

12

Mar

Workshop Pembuatan Video Aftermovie KKN ITK
09.00 WITA s/d 12.00 WITA
Zoom Meeting : https://s.itk.ac.id/video_aftermovie

16

Feb

Scholarship Info Session : AUSTRALIA AWARDS
10.00 - 12.00 WITA
Zoom Cloud Meeting (https://s.itk.ac.id/zoom_aas)

11

Feb

Diseminasi Inovasi Edisi #1
13.30 WITA - Selesai
Via zoom meeting dan Youtube Institut Teknologi Kalimantan
Lihat Selengkapnya