Kelompok Localova ITK, yang terdiri dari mahasiswa Teknologi Pangan dan Sistem Informasi, menggelar Program Pengabdian Kepada Masyarakat untuk memajukan UMKM IDIL FITFA, produsen camilan keripik hasil laut dan pertanian lokal Kalimantan Timur. Guna memperluas manfaat kegiatan, tim juga melibatkan UMKM Perempuan Perpedayak Nusantara.

Kegiatan opening program pengabdian kepada masyarakat
Rangkaian program diawali dengan sesi pembukaan (opening) yang dilanjutkan dengan sosialisasi. Agenda ini menjadi panggung utama bagi mahasiswa Sistem Informasi untuk melakukan transfer teknologi guna menyelesaikan masalah mendasar mitra, yaitu belum adanya pencatatan finansial terstruktur dan penentuan harga jual yang selama ini hanya berdasarkan perkiraan. Selain membenahi manajemen keuangan, program ini juga mengintegrasikan pelatihan branding kreatif digital berbasis AI (Artificial Intelligence) serta desain media sosial menggunakan aplikasi Canva untuk mendongkrak daya tarik visual produk. Adapun program digitalisasi yang diterapkan pada UMKM Idil Fitfa, meliputi:
1. Aplikasi Perhitungan HPP Sederhana dengan aplikasi berbasis smartphone yang dirancang khusus oleh tim. Mitra cukup memasukkan data produksi harian, dan sistem secara otomatis akan menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) per unit serta merekomendasikan harga jual yang akurat berdasarkan target keuntungan yang sesuai.
2. Branding Kreatif Berbasis Canva & AI. Peserta diajarkan strategi visual branding menggunakan AI teks (untuk menyusun ide konten dan kalimat promosi menarik) serta AI gambar. Hasil ide tersebut langsung dituangkan ke aplikasi Canva untuk merancang ide promosi produk pangan estetik dan siap unggah.
3. Peluncuran Website Resmi UMKM IDIL FITFA yang memuat profil usaha untuk membangun kedekatan dengan konsumen, galeri katalog produk yang terintegrasi dengan harga HPP, serta tombol kontak langsung ke WhatsApp admin untuk mempermudah transaksi digital.
4. Penguatan Branding melalui identitas visual berupa desain stiker produk baru dan kemasan berkonsep full printed yang lebih profesional serta banner usaha.

Branding kreatif berbasis AI dan Canva
Selanjutnya, mahasiswa Teknologi Pangan berfokus memecahkan masalah pemanfaatan hasil samping kulit buah naga dari produksi stik milik mitra yang selama ini belum diolah maksimal. Untuk itu, tim melakukan kajian formulasi guna menciptakan produk diversifikasi pangan yang inovatif dan bernilai ekonomis tinggi.
Dua produk inovasi unggulan yang berhasil diinovasikan kepada mitra, yaitu:
1. Kue Sus Kering Isi Selai Kombinasi Kulit dan Daging Buah Naga: Perpaduan unik yang menghasilkan cita rasa manis segar alami sekaligus memberikan warna merah keunguan estetik pada selai tanpa zat pewarna buatan.
2. Mie Kering Kulit Buah Naga yang mengikuti konsep mie kremes yang dijual di pasaran.
Untuk mendukung mutu produk, diperkenalkan pula teknologi tepat guna berupa alat spinner peniris minyak. Mahasiswa Teknologi Pangan mengedukasi mitra mengenai pentingnya penirisan minyak maksimal agar produk camilan (termasuk produk mie kering kulit buah naga) tidak cepat tengik dan memiliki masa simpan yang jauh lebih lama. Melalui gaya sentrifugal alat spinner, sisa minyak pasca-penggorengan dapat dikeluarkan dengan cepat tanpa merusak tekstur renyah produk.

Pelatihan pembuatan olahan kulit buah naga (Kue sus kering isi selai dan Mie kering)
Rangkaian program ditutup pada kegiatan kompetisi pembuatan olahan mie kering oleh peserta program sebagai sarana evaluasi hasil pelatihan. Pada sesi ini, peserta ditantang untuk mempraktikkan kembali pembuatan mie kering kulit buah naga secara mandiri untuk mengukur tingkat penyerapan keterampilan kerja baru yang telah disosialisasikan.