Program pengembangan dan digitalisasi pariwisata telah diimplementasikan di kawasan Wana Wisata Meranti Etam KM.15, Balikpapan Utara. Inisiatif strategis ini lahir dari hasil observasi lapangan pada Februari 2026 yang menemukan sejumlah kendala fundamental dalam tata kelola wisata tersebut. Permasalahan utama yang dihadapi pengelola meliputi belum adanya sistem informasi digital yang terpusat, kegiatan promosi wisata yang hanya mengandalkan media sosial secara insidental, terbatasnya fasilitas kebersihan, serta belum optimalnya pemanfaatan sarana edukasi lingkungan seperti bangunan greenhouse. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK) merancang program intervensi komprehensif yang memadukan sentuhan teknologi informasi dan perbaikan ekologi fisik di lapangan.
Sebagai langkah awal transformasi layanan digital, tim pengabdian merancang dan membangun website resmi https://wisatameranti.com/ yang diawali dengan penyusunan antarmuka melalui platform Figma. Sistem ini kemudian dikembangkan menggunakan Content Management System (CMS) WordPress dan Tailwind CSS, sebuah arsitektur yang dipilih agar pengelola mampu memperbarui informasi secara mandiri tanpa memerlukan keahlian pemrograman. Platform ini berfungsi sebagai pusat informasi publik yang menyajikan sejarah destinasi, fasilitas, dan jadwal operasional, serta menyediakan fitur formulir pengaduan interaktif agar pengunjung dapat melaporkan kondisi kebersihan maupun layanan wisata. Lebih dari itu, website ini membawa misi pemberdayaan ekonomi melalui halaman direktori khusus UMKM kuliner lokal yang memuat foto produk hingga rentang harga guna mendongkrak visibilitas promosi. Di ranah pelestarian lingkungan, website turut menyematkan modul edukasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) untuk menumbuhkan kesadaran kritis pengunjung terhadap kebersihan ekosistem wisata.
Bergerak dari ranah digital, tim pengabdian ITK juga mengeksekusi perbaikan infrastruktur fisik dan fasilitas kebersihan secara langsung demi memperkuat daya tarik kawasan ekowisata. Tim menginisiasi digitalisasi identitas tanaman melalui perancangan QR Code interaktif berbahan akrilik tipis yang tahan cuaca untuk disematkan pada berbagai pohon endemik. Saat dipindai menggunakan telepon pintar, kode tersebut akan mengarahkan pengunjung ke halaman edukasi botani di website. Guna mendukung sanitasi kawasan secara nyata, tim melakukan pengadaan fasilitas tempat sampah baru yang dilengkapi stiker imbauan visual di titik-titik strategis, salah satunya di area jembatan yang paling sering dilalui pengunjung. Lebih jauh lagi, bangunan greenhouse yang sebelumnya kurang terawat kini telah dibersihkan dan ditata ulang tata ruanBerdasarkan hasil tabulasi angket evaluasi pasca-implementasi, sistem informasi dan pembenahan lingkungan yang dilakukan mendapatkan apresiasi yang luar biasa. Program pengabdian masyarakat ini sukses mencatatkan skor kepuasan rata-rata 4,88 yang tergolong dalam kategori "Sangat Puas" dari pihak mitra dan pelaku UMKM. Capaian gemilang ini membuktikan bahwa sinergi antara adopsi teknologi informasi dan perbaikan tata kelola lingkungan terbukti sangat efektif dalam meningkatkan kualitas layanan, kebersihan, serta pesona Wana Wisata Meranti Etam.gnya. Area tersebut dialihfungsikan untuk kegiatan penanaman bibit apotek hidup atau tanaman obat keluarga seperti jahe, kunyit, kumis kucing, dan pecah beling, yang kini menjadi wahana edukasi produktif baru di kawasan tersebut.