Detail Pengabdian


Solusi Pertanian Modern: Inovasi Penyemprot Otomatis dan Formula Alami di Kebun Melon Balikpapan

Tahun 2026 Ketua: Muhammad Agung Nursyeha, S.T., M.T. | Risty Jayanti Yuniar, S.T., M.T. , | Thorikul Huda, S.T., M.T. | PMMD
Solusi Pertanian Modern: Inovasi Penyemprot Otomatis dan Formula Alami di Kebun Melon Balikpapan

Mengatasi kendala tingginya serangan hama, penyakit jamur, serta tingginya biaya operasional akibat ketergantungan pada obat-obatan kimia, Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menerjunkan inovasi berbasis teknologi ramah lingkungan di Kebun Melon Sumber Berkah, KM 2,5 Balikpapan. Mitra menghadapi pembengkakan biaya pupuk dan pestisida kimia yang tinggi. Tidak hanya itu, jadwal penyemprotan tanaman di lahan sering kali tidak teratur akibat faktor kelalaian manusia (human error) seperti kelupaan dan keterbatasan waktu pengelola kebun. Kondisi ini kerap memicu kerusakan daun dan buah akibat infeksi jamur embun tepung serta serangan hama serangga. Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat merancang dua langkah pemecahan masalah. Pertama, mitra dilatih meracik Pupuk Organik Cair (POC) dari cacahan limbah sayur dan starter EM4, pestisida alami berbahan racikan bawang putih, cabai rawit, daun sirsak, dan daun sirih, serta fungisida alami berbasis kunyit, jahe, dan daun sirih.

 

 

[GAMBAR-1] Kondisi jamur pada daun tanaman

 

 

Langkah kedua adalah penerapan inovasi smart farming berupa sistem penyemprot otomatis. Perangkat ini dikendalikan oleh mikrokontroler ESP32, sakelar Power MOSFET, serta dilengkapi layar antarmuka Human Machine Interface (HMI) yang memungkinkan petani mengatur waktu (timer), durasi, dan interval penyemprotan. Fungisida, pestisida, dan pupuk ditampung dalam reservoir dan dialirkan secara otomatis menuju jaringan nosel penyemprot tanpa memerlukan tenaga penyemprotan manual lagi.

 

 

 

[GAMBAR-2] Perakitan dan instalasi penyemprot otomatis

 

 

Program pengabdian ini berkontribusi langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 15 (Menjaga Ekosistem Darat). Saat ini, seluruh rangkaian alat tepat guna telah terpasang di lapangan, draf artikel ilmiah dan laman media telah siap, serta video aftermovie dokumentasi kegiatan telah diunggah sebagai bukti keberhasilan program di tingkat mitra.

Tim Pengabdi

  1. Tiara Alyssa (Teknik Elektro/ FSTI/ ITK)
  2. Reni Kartini Kusuma (Teknik Lingkungan/ FPB/ ITK)
  3. Najwa Nisa Ul Jannah (Teknik Lingkungan/ FPB/ ITK)
  4. Tiffani Deabita Sembiring (Teknik Lingkungan/ FPB/ ITK)
  5. Vandri Afli Nafi Almas (Teknik Elektro/ FSTI/ ITK)
  6. Wahyu Ianatul Mubasirin (Teknik Elektro/ FSTI/ ITK)
  7. Yogi Lambang Pratama (Teknik Elektro/ FSTI/ ITK)
  8. Ismail (Teknik Elektro/ FSTI/ ITK)

Manfaat Pengabdian

 

1. Menekan pengeluaran operasional secara signifikan melalui efisiensi dan pemotongan penggunaan pupuk serta pestisida kimia sintetik

2. Mengeliminasi kendala ketidakteraturan penyemprotan akibat faktor kelalaian manusia (human error) melalui jadwal penyiraman otomatis

3. Meningkatkan kemandirian mitra dalam memproduksi sendiri Pupuk Organik Cair (POC), pestisida, dan fungisida alami menggunakan bahan-bahan lokal yang mudah diperoleh.