Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Kalimantan (LPPM ITK) terus memperluas dampak pengabdian di tingkat komunitas melalui program PILAHIN: Penguatan Bank Sampah Sebagai Pusat Edukasi dan Aksi Zero Waste Berbasis Masyarakat. Program yang berjalan sepanjang 2026 ini menyasar Bank Sampah Bersinar RT 03, Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, sebagai lokasi pilot study penguatan bank sampah berbasis masyarakat.
Program ini dipimpin oleh Maryo Inri Pratama, S.T., M.T., dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota ITK, bersama dua anggota tim yakni Chaerul Qalbi AM, S.T., M.Sc. dari Program Studi Teknik Mesin dan Sarah Membala, S.Ars., M.URP. dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, serta melibatkan sepuluh mahasiswa lintas program studi mulai dari Perencanaan Wilayah dan Kota, Teknik Material dan Metalurgi, hingga Teknik Kimia.
Kajian awal tim menunjukkan Bank Sampah Bersinar, yang melayani sekitar 145 kepala keluarga dengan estimasi timbulan sampah ±50 kg per hari, masih berada pada tahap rintisan dengan berbagai keterbatasan: pengelolaan hanya ditangani 3-4 orang sukarelawan tanpa pembagian kerja yang jelas, pencatatan transaksi manual dan tidak konsisten, belum memiliki struktur organisasi maupun SOP, serta strategi pemasaran yang pasif sehingga pendapatan rata-rata hanya berkisar Rp500 ribu per bulan.
Menjawab kondisi tersebut, PILAHIN dirancang sebagai intervensi terpadu melalui tiga pendekatan: penyediaan sarana pengelolaan bank sampah, pelatihan penguatan manajemen dan strategi pemasaran digital, serta pelatihan dan penyediaan peralatan komposting. Pada aspek penyediaan sarana, tim menghadirkan sejumlah peralatan tepat guna, di antaranya mesin pencacah sampah organik berkapasitas ±1.335,5 kg per jam dan komposter aerob berkapasitas 200 liter, untuk mendukung pengolahan sampah organik menjadi kompos bernilai ekonomi.

Salah satu rangkaian kegiatan utama, Pelatihan Manajemen dan Pemasaran Digital Bank Sampah, menghadirkan narasumber dari Cirowaste (CIROES) dan diikuti 38 peserta dari delapan kelompok bank sampah serta unsur masyarakat Kelurahan Kariangau. Materi meliputi sistem pengelolaan kelembagaan, pembagian peran, dan pencatatan administrasi pada aspek manajemen; serta branding, pembuatan konten promosi, dan pemanfaatan media sosial maupun e-commerce pada aspek pemasaran digital.
Efektivitas pelatihan diukur menggunakan instrumen pretest-posttest 15 butir soal. Hasilnya, rerata nilai pemahaman peserta yang mengikuti kedua tes naik dari 87,9 menjadi 96,1 (uji-t berpasangan, p=0,005), dengan peningkatan tertinggi pada domain wawasan dasar pengelolaan sampah dan manajemen kelembagaan bank sampah. Capaian ini menjadi salah satu bukti awal ketercapaian target luaran program, yang menargetkan peningkatan kapasitas manajemen dan pemasaran mitra hingga 80–100 persen dari kondisi awal. Ketua Bank Sampah Bersinar, Irawati, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program ini. "Pelatihan ini sesuai dengan kebutuhan kami, dan memang lahir dari kesepakatan bersama sejak awal. Dampaknya sudah kami rasakan langsung, dan kami bersama seluruh anggota Bank Sampah Bersinar siap berkolaborasi lebih jauh dengan ITK," ujarnya.

Program PILAHIN akan berlanjut dengan pelatihan pengomposan serta pendampingan penerapan sistem manajemen hingga akhir tahun program, sekaligus disiapkan sebagai model yang dapat direplikasi pada bank sampah lain di Balikpapan, sejalan dengan target SDGs kota terkait permukiman berkelanjutan dan konsumsi-produksi yang bertanggung jawab. Kegiatan ini terlaksana atas dukungan pendanaan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat pada platform BIMA tahun 2026 .