Fluktuasi produktivitas buah naga di Indonesia masih menjadi tantangan bagi petani kecil, terutama akibat sifat tanaman yang membutuhkan durasi penyinaran panjang dan manajemen air yang konsisten. Di wilayah Balikpapan Utara, tepatnya di RT 41 KM 21 Karang Joang, Kelompok Wanita Tani (KWT) Daun Sop Ceria / Sari Naga mengelola perkebunan buah naga seluas 2.000 $m^2$ untuk memenuhi kebutuhan sektor hulu hingga hilir. Namun, produksi buah naga di lokasi tersebut mengalami penurunan tajam pada fase pasif (off-season) antara bulan Maret hingga Agustus, yang menyebabkan kekosongan pasokan bahan baku lokal untuk produk olahan warga. Masalah ini diperparah oleh sistem penyiraman lahan yang masih dilakukan secara konvensional dan manual, sehingga tidak konsisten dalam menjaga kelembapan tanah, memboroskan air, serta menguras waktu dan tenaga petani di area topografi miring. Di sisi hilir, produk olahan buah naga yang dihasilkan juga masih menghadapi keterbatasan dalam aspek identitas merek (branding), kualitas kemasan, dan strategi pemasaran, yang berujung pada rendahnya daya saing ekonomi mitra di pasar luas.Berdasarkan permasalahan tersebut, program Inovasi Sosial oleh tim pengabdian Institut Teknologi Kalimantan (ITK) mengusulkan program terintegrasi yang menggabungkan penerapan teknologi pertanian tepat guna dengan penguatan hilirisasi produk. Di sektor hulu, program ini mengimplementasikan sistem otomatisasi perkebunan berbasis mikrokontroler ESP32, yang mencakup teknologi penerangan malam hari (grow light) menggunakan lampu LED Warm Yellow dan sensor LDR untuk merangsang induksi pembungaan di luar musim, serta sistem irigasi otomatis menggunakan katup air elektrik (solenoid valve) terjadwal demi efisiensi dan konsistensi penyiraman. Sementara di sektor hilir, program ini berfokus pada peningkatan daya saing ekonomi mitra melalui penguatan branding produk olahan, pembenahan desain kemasan, perluasan promosi media, serta penyusunan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa Buku Panduan Operasional Alat. Target luaran dari kegiatan ini adalah terbentuknya ekosistem perkebunan modern terautomasi yang berfungsi 100%, peningkatan hasil panen buah naga diproyeksikan sebesar 20–30%, stabilitas pasokan bahan baku sepanjang tahun, serta peningkatan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan kelompok tani secara berkelanjutan.
Adapun manfaat yang diharapkan dari pelaksanaan inovasi sosial pada kebun buah naga Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Naga adalah sebagai berikut: