Detail Pengabdian


Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing Buah Naga melalui Integrasi Automasi Perkebunan dan Branding Produk Olahan di RT 41 Kilo 21 Balikpapan

Tahun 2026 Ketua: Happy Aprillia S.ST., M.T., M.Eng.,Ph.D PMMD
Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing Buah Naga melalui Integrasi Automasi Perkebunan dan Branding Produk Olahan di RT 41 Kilo 21 Balikpapan

Fluktuasi produktivitas buah naga di Indonesia masih menjadi tantangan bagi petani kecil, terutama akibat sifat tanaman yang membutuhkan durasi penyinaran panjang dan manajemen air yang konsisten. Di wilayah Balikpapan Utara, tepatnya di RT 41 KM 21 Karang Joang, Kelompok Wanita Tani (KWT) Daun Sop Ceria / Sari Naga mengelola perkebunan buah naga seluas 2.000 $m^2$ untuk memenuhi kebutuhan sektor hulu hingga hilir. Namun, produksi buah naga di lokasi tersebut mengalami penurunan tajam pada fase pasif (off-season) antara bulan Maret hingga Agustus, yang menyebabkan kekosongan pasokan bahan baku lokal untuk produk olahan warga. Masalah ini diperparah oleh sistem penyiraman lahan yang masih dilakukan secara konvensional dan manual, sehingga tidak konsisten dalam menjaga kelembapan tanah, memboroskan air, serta menguras waktu dan tenaga petani di area topografi miring. Di sisi hilir, produk olahan buah naga yang dihasilkan juga masih menghadapi keterbatasan dalam aspek identitas merek (branding), kualitas kemasan, dan strategi pemasaran, yang berujung pada rendahnya daya saing ekonomi mitra di pasar luas.Berdasarkan permasalahan tersebut, program Inovasi Sosial oleh tim pengabdian Institut Teknologi Kalimantan (ITK) mengusulkan program terintegrasi yang menggabungkan penerapan teknologi pertanian tepat guna dengan penguatan hilirisasi produk. Di sektor hulu, program ini mengimplementasikan sistem otomatisasi perkebunan berbasis mikrokontroler ESP32, yang mencakup teknologi penerangan malam hari (grow light) menggunakan lampu LED Warm Yellow dan sensor LDR untuk merangsang induksi pembungaan di luar musim, serta sistem irigasi otomatis menggunakan katup air elektrik (solenoid valve) terjadwal demi efisiensi dan konsistensi penyiraman. Sementara di sektor hilir, program ini berfokus pada peningkatan daya saing ekonomi mitra melalui penguatan branding produk olahan, pembenahan desain kemasan, perluasan promosi media, serta penyusunan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa Buku Panduan Operasional Alat. Target luaran dari kegiatan ini adalah terbentuknya ekosistem perkebunan modern terautomasi yang berfungsi 100%, peningkatan hasil panen buah naga diproyeksikan sebesar 20–30%, stabilitas pasokan bahan baku sepanjang tahun, serta peningkatan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan kelompok tani secara berkelanjutan.

Tim Pengabdi :
  1. Happy Aprillia S.ST., M.T., M.Eng.,Ph.D
  2. Torkis Jaya Simanjuntak (Teknik Elektro/FSTI) Irvan Saputra (Teknik Elektro/FSTI)
  3. Ferdi Pratama (Teknik Elektro/FSTI) Dion Tama Silalahi (Teknik Elektro/FSTI)
  4. David Jordan Kaki Mbou (Teknik Elektro/FSTI) Ariyo Arianto (Teknik Elektro/FSTI)
  5. Maulina Nurhandini (Desain Komunikasi Visual/FPB) Kevin Izra Ibrahim (Desain Komunikasi Visual/FPB)
  6. Fionna Widya Hartati (Desain Komunikasi Visual/FPB)

Manfaat

Adapun manfaat yang diharapkan dari pelaksanaan inovasi sosial pada kebun buah naga Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Naga adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan Efektivitas Pembungaan dan Pembuahan Buah Naga, melalui penerapan durasi penerangan malam hari yang optimal sehingga tanaman dapat berproduksi secara lebih konsisten dengan penggunaan energi listrik yang efisien.
  2. Meningkatkan Produktivitas dan Hasil Panen, dengan penerapan teknologi sistem penerangan dan irigasi otomatis yang mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara lebih terkontrol dan berkelanjutan.
  3. Menyediakan Sistem Budidaya yang Lebih Modern dan Efisien, melalui perancangan serta implementasi sistem terintegrasi yang sesuai dengan kondisi lahan di RT 41 KM 21, sehingga mendukung operasional kebun yang aman, efektif, dan mudah dikelola.
  4. Memberikan Data dan Bukti Empiris Mengenai Efektivitas Teknologi, melalui perbandingan hasil panen antara metode budidaya konvensional dan metode yang menggunakan teknologi penerangan malam hari, sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan untuk pengembangan budidaya buah naga di masa mendatang.
  5. Meningkatkan Kesejahteraan Anggota KWT Sari Naga, melalui potensi peningkatan hasil produksi dan pendapatan yang diperoleh dari penerapan teknologi budidaya yang lebih efisien.
  6. Menjadi Model Penerapan Teknologi Pertanian Berbasis Energi Listrik, yang dapat direplikasi pada kelompok tani atau lahan budidaya buah naga lainnya dengan kondisi yang serupa.