Detail Pengabdian


Pengembangan Destinasi Wisata “Desa Cantik” melalui Strategi Pemasaran Digital dan Manajemen Data Terintegrasi di Kelurahan Lamaru

Tahun 2026 Ketua: Sigit Pancahayani, S.Si., M.Si. | Farida Nur Hidayah, S.H, M.H. | Irma Fitria, S.Si., M.Si. | PMMD
Pengembangan Destinasi Wisata “Desa Cantik” melalui Strategi Pemasaran Digital dan Manajemen Data Terintegrasi di Kelurahan Lamaru

 

(1) Pengelolaan Data Wilayah Bersama BPS

Hasil utama dari kegiatan ini adalah terkumpulnya data wilayah dari semua 34 RT dalam bentuk yang sama dan lebih teratur. Data dikumpulkan dengan cara mendatangi langsung Ketua RT dan didampingi oleh BPS Kota Balikpapan. Koordinasi antar pihak dicatat dalam Gambar 1. Bentuk format yang sama memudahkan penggabungan data dari berbagai RT serta proses pemeriksaan dan pengolahan datanya. Arti penting kegiatan ini adalah adanya data dasar yang bisa digunakan oleh kelurahan untuk memetakan keadaan masyarakat dan membantu perencanaan. Partisipasi Ketua RT membuat data bisa mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan. Sementara itu, rujukan pada proses pengumpulan data BPS memperkuat sistem pendataan yang lebih terstruktur.

 

 

Pelaksanaan pendataan dan pengelolaan data wilayah bersama Ketua RT 24 Kelurahan Lamaru

 

 

Kendala utama yang muncul adalah koordinasi. Perbedaan waktu luang dan tingkat respons dari masing-masing Ketua RT membuat proses penjadwalan dan pengumpulan data membutuhkan komunikasi yang terus-menerus. Hal ini menunjukkan bahwa kelengkapan data sangat bergantung pada kesediaan RT dalam memberikan informasi. Oleh karena itu, solusinya ditemukan melalui pelatihan penggunaan Google Form yang ada di subbab 3.4.

 

 

Indikator Pemeriksaan Kelengkapan dan Kualitas Data Wilayah Kelurahan Lamaru.

 

 

Berdasarkan hasil pengelolaan data, pendataan telah mencakup seluruh 34 RT di Kelurahan Lamaru. Selain cakupan pendataan dan keteraturan struktur data, kualitas data juga perlu diperhatikan melalui pemeriksaan kelengkapan isian wajib serta konsistensi format dan kategori data. Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan data yang diolah memiliki struktur yang jelas dan dapat digunakan sebagai dasar penyajian informasi dalam bentuk tabel maupun infografis. Data yang dihimpun kemudian disusun dalam format digital dengan satu baris untuk setiap RT dan 104 kolom yang memuat berbagai informasi wilayah. Penyusunan tersebut mempermudah pengelompokan data berdasarkan variabel yang dibutuhkan serta mendukung proses pengolahan menggunakan Pivot Table di Microsoft Excel. Dengan adanya struktur data yang lebih teratur, informasi mengenai kondisi kependudukan, sosial ekonomi, perumahan, dan potensi wilayah dapat dirangkum untuk mendukung penyusunan infografis pada website Kelurahan Lamaru. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan tidak hanya menghasilkan rekap data dari seluruh RT, tetapi juga menyediakan struktur data yang lebih mudah digunakan untuk penyajian informasi wilayah. Selain cakupan pendataan dan keteraturan struktur data, pemeriksaan juga dilakukan terhadap kelengkapan isian wajib, seperti nomor RT, nama Ketua RT, dan alamat. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan data dasar tersedia sebelum data diolah dan disajikan dalam bentuk infografis.

 

(2) Pembaruan Website dan Penyajian Informasi Kelurahan

Data yang terkumpul digunakan untuk memperbarui website Kelurahan Lamaru melalui halaman infografis. Infografis ini menampilkan informasi seperti profil perekonomian masyarakat dan kondisi perumahan (Gambar 2). Dengan cara ini, data yang awalnya hanya angka-angka kering menjadi informasi visual yang lebih mudah dimengerti. Warga bisa melihatnya kapan saja, tanpa harus menunggu penjelasan langsung dari pihak kelurahan. Hasil ini sangat penting. Data dari pendataan tidak lagi hanya ditumpuk di laporan, tetapi diubah menjadi informasi publik yang bisa diakses oleh warga dan pihak luar. Tapi, nilai ini hanya bertahan kalau informasi terus diperbarui. Jika tidak diperbarui secara rutin, data bisa menjadi ketinggalan zaman dan tidak lagi tepat.
 

 

Penyajian data wilayah dalam bentuk infografis pada website Kelurahan Lamaru Sumber: Website Kelurahan Lamaru (2026)

 

 

Sebagai bukti pendukung pemanfaatan website, statistik pengunjung website Kelurahan Lamaru menunjukkan adanya aktivitas akses terhadap informasi yang tersedia. Berdasarkan tangkapan layar statistik website, kategori berita mencatat 8.149 kunjungan, halaman menu 2.589 kunjungan, dan pengumuman 597 kunjungan. Selain itu, halaman menu “Infografis” tercatat memperoleh 138 kunjungan. Data tersebut menunjukkan bahwa website telah diakses oleh pengunjung, termasuk pada halaman infografis. Namun, statistik yang tersedia belum dapat memastikan bahwa seluruh kunjungan pada halaman tersebut merupakan akses terhadap infografis hasil pendataan wilayah. Oleh karena itu, respons pengguna terhadap informasi yang diperbarui masih perlu dievaluasi lebih lanjut.Kendala utamanya adalah belum adanya proses yang jelas untuk memperbarui data dari RT ke kelurahan. Data dari setiap RT belum tersambung dengan sistem pembaruan di tingkat kelurahan. Untuk itu, ke depan perlu dibuat alur yang jelas untuk pembaruan data. Dengan sistem seperti ini, data yang dikumpulkan melalui pendataan digital bisa diproses secara berkala. Hasilnya bisa disajikan kembali dalam bentuk tabel, grafik, atau infografis. Ini membantu memastikan informasi tetap akurat, terkini, dan mudah digunakan.

 

(3) Promosi Digital UMKM Kelurahan Lamaru

Promosi digital UMKM dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk memperluas media pengenalan produk lokal Kelurahan Lamaru. Kegiatan ini melibatkan tiga pelaku UMKM, yaitu Ibu Jumriah yang menjalankan usaha makanan tradisional di Pasar Tumpah Pringgondani, Ibu Sri Utami dengan usaha gorengan dan rempeyek, serta Ibu Nur Upka yang menjalankan usaha kuliner daring. Ketiga UMKM tersebut sebelumnya masih memiliki keterbatasan dalam pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi. Gambar 3 merupakan cuplikan video promosi yang telah diunggah di media sosial tim inovasi sosial Detikalu ITK.

 

 

Cuplikan video promosi digital tiga UMKM Kelurahan Lamaru yang dipublikasikan melalui Instagram Inovasi Sosial Detikalu

 

 

Pemanfaatan video sebagai media promosi memberikan bentuk penyajian informasi yang lebih menarik dibandingkan promosi yang hanya mengandalkan komunikasi dari mulut ke mulut. Melalui konten audiovisual, calon konsumen dapat memperoleh gambaran mengenai produk, aktivitas usaha, dan karakteristik UMKM secara lebih langsung. Publikasi melalui Instagram juga memberikan peluang bagi produk lokal untuk menjangkau audiens di luar lingkungan sekitar Kelurahan Lamaru, dan setiap UMKM memperoleh konten promosi yang dapat diakses serta disebarluaskan kembali setelah program berakhir.

Keterbatasan dari capaian ini hanyalah produksi dan publikasi konten saja. Tidak dapat diukur berapa banyak konsumen atau penjualan yang bertambah karena belum ada data penjualan sebelum dan setelah publikasi. Evaluasi berikutnya bisa menggunakan data dari Instagram (tayangan, jangkauan, interaksi, kunjungan profil) dan umpan balik langsung dari pelaku UMKM tentang perkembangan usaha mereka.

Indikator keberhasilan kegiatan ini meliputi terselesaikannya tiga video promosi, terpublikasinya seluruh video melalui media sosial, dan terwakilinya tiga UMKM lokal dalam konten promosi digital. Selain itu, jangkauan promosi dievaluasi menggunakan data Instagram Insights. Ketiga video memperoleh total 995 tayangan, dengan rincian 331 tayangan pada video Ibu Jumriah, 367 tayangan pada video Ibu Sri Utami, dan 297 tayangan pada video Ibu Nur Upka (Tabel 3). Video Ibu Sri Utami memperoleh tayangan tertinggi, sedangkan video Ibu Nur Upka memperoleh tayangan terendah. Rata-rata tayangan per video sekitar 332.Meskipun demikian, evaluasi saat ini baru mencakup jumlah tayangan sehingga belum menggambarkan interaksi audiens secara menyeluruh. Dampak terhadap peningkatan jumlah konsumen maupun penjualan UMKM juga belum dapat diukur secara langsung karena belum dilakukan pencatatan penjualan sebelum dan sesudah publikasi. Oleh karena itu, pengembangan kegiatan berikutnya dapat memanfaatkan data analitik yang lebih lengkap, seperti jangkauan, interaksi, dan kunjungan profil, serta mengevaluasi perkembangan usaha melalui wawancara dengan pelaku UMKM.

 

(4) Sosialisasi dan Pelatihan Google Form dan Spreadsheet

Sosialisasi dan pelatihan Google Form dan Spreadsheet dilaksanakan untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan pendataan di tingkat RT. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Lamaru dengan melibatkan Ketua RT atau perwakilan RT sebagai peserta. Materi diberikan melalui pemaparan dan demonstrasi langsung mengenai penggunaan Google Form, mulai dari pembuatan formulir, penyusunan pertanyaan, pembagian tautan kepada responden, hingga pengenalan pengelolaan jawaban melalui Google Spreadsheet. Dalam pelaksanaannya digunakan studi kasus “Formulir Pendataan Warga Baru di Lingkungan RT”, sehingga peserta memperoleh gambaran penerapan yang sesuai dengan kebutuhan administrasi di lingkungan masing-masing.Evaluasi kegiatan dilakukan melalui kuesioner yang diisi oleh 17 peserta setelah pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memberikan penilaian positif terhadap pelaksanaan kegiatan. Pada aspek pemahaman materi, sebanyak 13 peserta (76,5%) menyatakan materi cukup dipahami dan 4 peserta (23,5%) menyatakan sangat dipahami. Penggunaan bahasa juga dinilai dapat diterima dengan baik, dengan 16 peserta (94,1%) menyatakan cukup dipahami dan 1 peserta (5,9%) menyatakan sangat dipahami.

 

Berdasarkan hasil, dapat dilihat bahwa sebanyak 12 peserta (70,6%) menilai pemateri cukup menguasai materi dan 4 peserta (23,5%) menilai sangat menguasai, sedangkan 1 peserta (5,9%) memberikan penilaian kurang menguasai. Pada aspek kejelasan pelaksanaan, seluruh responden memberikan penilaian cukup jelas atau sangat jelas. Selain itu, seluruh peserta melaporkan bahwa pengetahuan mereka bertambah setelah mengikuti kegiatan, dengan 9 peserta (52,9%) menyatakan cukup bertambah dan 8 peserta (47,1%) menyatakan sangat bertambah. Data ini merupakan penilaian mandiri peserta setelah kegiatan, bukan hasil pengukuran sebelum dan sesudah pelatihan, sehingga besarnya peningkatan kemampuan belum dapat disimpulkan.  Dari sisi kemampuan penerapan, sebanyak 15 peserta (88,2%) merasa cukup mampu menerapkan materi yang diberikan, 1 peserta (5,9%) merasa sangat mampu, dan 1 peserta (5,9%) menyatakan belum mampu. Temuan tersebut menunjukkan bahwa peserta menilai kegiatan memberikan pemahaman awal yang baik, meskipun masih diperlukan pendampingan dan praktik lanjutan untuk meningkatkan kemampuan penerapan secara mandiri.

 

Selain kuesioner evaluasi, peserta juga memberikan penilaian melalui lembar umpan balik menggunakan skala 1-4, dengan skor 1 menunjukkan sangat tidak setuju dan skor 4 menunjukkan sangat setuju. Hasil pengolahan menunjukkan bahwa rata-rata skor pemahaman materi sebesar 3,00, sedangkan pemahaman contoh atau studi kasus, pemahaman terhadap penjelasan pemateri, dan kemampuan setelah pelatihan masing-masing memperoleh rata-rata sebesar 3,12. Secara keseluruhan, rata-rata penilaian peserta mencapai 3,09 dari skala 4. Skor ini menggambarkan persepsi peserta setelah pelatihan dan tidak dapat diartikan sebagai peningkatan kemampuan yang terukur. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penilaian peserta terhadap seluruh aspek kegiatan cenderung positif. Nilai rata-rata tertinggi sebesar 3,12 diperoleh pada aspek pemahaman contoh atau studi kasus, penjelasan pemateri, dan kemampuan setelah pelatihan. Sementara itu, aspek pemahaman materi memperoleh rata-rata 3,00. Secara keseluruhan, hasil umpan balik menunjukkan bahwa materi, metode penyampaian, dan pelaksanaan praktik dapat diterima dengan baik oleh peserta. Meskipun demikian, pendampingan dan praktik lanjutan masih dapat dilakukan untuk memperkuat kemampuan peserta dalam menerapkan Google Form dan Spreadsheet secara mandiri. Secara keseluruhan, penilaian peserta positif, tetapi masih perlu pendampingan lebih lanjut. Praktik lanjutan diperlukan, misalnya dengan menerapkan Google Form dan Spreadsheet untuk kebutuhan administrasi RT lainnya, seperti pendataan warga yang pindah, kegiatan keagamaan, atau kegiatan sosial. Dengan begitu, teknologi tidak hanya digunakan sekali waktu, tapi menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari di lingkungan RT.

 

(5) Papan Edukasi Sampah

Papan informasi sampah adalah salah satu hasil nyata dari kegiatan Inovasi Sosial di Kelurahan Lamaru yang berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan informasi tentang pengelolaan sampah kepada masyarakat. Papan informasi mengusung tema “Kenali, Kelola, & Lestarikan” dan memuat informasi tentang jenis-jenis sampah, pemisahan sampah, serta metode pengelolaannya. Informasi itu disampaikan melalui perpaduan teks, gambar, dan penggunaan warna supaya materi lebih mudah dibaca dan dipahami oleh publik. Papan tersebut juga dilengkapi dengan kode QR yang bisa digunakan untuk mengakses informasi lebih lanjut, sehingga materi edukatif tidak hanya terbatas pada informasi yang tercetak di papan.

 

Pembuatan papan edukasi dilakukan sebagai langkah untuk menyediakan media informasi lingkungan yang dapat dimanfaatkan secara langsung dan berkelanjutan di area Kelurahan Lamaru. Media ini dipilih karena informasi tentang pengelolaan sampah harus disampaikan dalam format yang sederhana, terlihat jelas, dan dapat diakses tanpa memerlukan sosialisasi yang berulang kali. Melalui papan tersebut, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan informasi dasar mengenai jenis-jenis sampah dan pentingnya memilah sampah di lingkungan kelurahan. Hasil dari kegiatan ini telah direalisasikan dalam bentuk papan edukasi yang diletakkan di Kantor Kelurahan Lamaru agar dapat digunakan sebagai salah satu media edukasi lingkungan bagi masyarakat.

 

Adanya papan edukasi ini memiliki tujuan untuk menyediakan sarana informasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan setelah acara berakhir. Papan diletakkan di area Kelurahan Lamaru supaya dapat dilihat oleh warga yang datang atau beraktivitas di seputar lokasi tersebut. Dengan penyampaian informasi yang singkat dan visual, papan ini diharapkan mampu membantu masyarakat memahami pentingnya memisahkan sampah dan mengenali cara pengelolaan sampah yang lebih efektif. Kelebihan papan edukasi terletak pada karakteristiknya yang bisa dimanfaatkan dalam periode waktu yang cukup lama. Tidak seperti kegiatan sosialisasi yang hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu, papan edukasi dapat tetap berperan sebagai sarana pengingat bagi masyarakat. Di samping itu, pemanfaatan gambar dan warna membuat informasi lebih menarik dan tidak hanya disajikan dalam bentuk tulisan. Akan tetapi, efektivitas papan edukasi masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti posisi penempatan, kejelasan informasi, serta keadaan fisik papan. Karena itu, lokasi yang mudah diakses dan pemeliharaan rutin harus dilaksanakan agar media tersebut tetap berfungsi dengan optimal. Di masa mendatang, media edukasi serupa juga bisa dikembangkan di tingkat RT dan fasilitas umum lainnya agar jangkauan informasi tentang pengelolaan sampah bisa lebih luas.

 

Selain menghasilkan luaran berupa papan edukasi, evaluasi juga dilakukan terhadap 17 responden untuk mengukur penerimaan masyarakat terhadap media yang telah dibuat. Sebanyak 11 responden (64,7%) mengungkapkan bahwa mereka telah melihat papan edukasi, 4 responden (23,5%) menjawab mungkin pernah melihat, sementara 2 responden (11,8%) menyatakan belum pernah melihat. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas responden sudah mengetahui adanya papan edukasi yang ada di area Kelurahan Lamaru. Dari segi penyajian, hasil evaluasi menunjukkan tanggapan yang positif. Sebanyak 88,2% responden mengaku memiliki pemahaman yang cukup terhadap informasi yang diberikan dan 11,8% mengaku sangat memahami. Dalam aspek desain, 64,7% responden berpendapat bahwa papan ini cukup menarik dan 35,3% menganggapnya sangat menarik. Sementara itu, dalam hal kesadaran memilah sampah menurut penilaian responden, 47,1% termasuk dalam kategori cukup sadar dan 52,9% dalam kategori sangat sadar. Dalam visualisasi, kategori 'cukup' dan 'sangat' disesuaikan dengan setiap indikator, yaitu cukup/sangat mengerti, cukup/sangat menarik, dan cukup/sangat sadar.Meski Demikian, hasil evaluasi terkini menunjukkan pandangan para responden, mencakup keterlihatan papan, pemahaman terhadap informasi, daya tarik desain, dan kesadaran dalam memilah sampah berdasarkan penilaian pribadi mereka. Evaluasi belum menilai perilaku pengelolaan sampah, contohnya kebiasaan memilah atau jumlah sampah yang terpisah, sehingga belum dapat disimpulkan bahwa papan mengubah perilaku warga. Di masa yang akan datang, penilaian dapat ditambah dengan pengamatan penggunaan tempat sampah yang terpilah serta banyaknya pemindaian kode QR. Karena masih terdapat responden yang belum mengetahui papan, penempatan media sejenis di area RT dan tempat umum lainnya dapat meningkatkan jangkauan pendidikan.

Tim Pengabdi

  1. Naisyla Kesaya Kanaya (Statistika/JSAD/ITK)
  2. Fitriana Nur Khasanaah (Statistika/JSAD/ITK)
  3. Suci Wulandari (Statistika/JSAD/ITK)
  4. Lia Cristin Br Sitepu (Statistika/JSAD/ITK)
  5. Shaka Dinata Ramadhani (Statistika/JSAD/ITK)
  6. Devi Septiana (Bisnis Digital/JSAD/ITK)
  7. Evi Dian Pratiwi (Bisnis Digital/JSAD/ITK)
  8. Sri Wahyuni (Bisnis Digital/JSAD/ITK)
  9. Nasywaa Labibah Aji Putri (Bisnis Digital/JSAD/ITK)
  10. Voltus Annashr Galopaz (Bisnis Digital/JSAD/ITK)

Manfaat Pengabdian

1. Menyediakan data wilayah yang terstruktur dari 34 RT di Kelurahan Lamaru dan informasi digital berupa infografis publik pada website kelurahan, sehingga dapat digunakan untuk memetakan kondisi masyarakat dan mendukung perencanaan.

2. Memperluas media promosi bagi tiga pelaku UMKM lokal melalui video promosi digital yang dipublikasikan di Instagram dan dapat digunakan kembali oleh pelaku UMKM.

3. Menjadi bahan acuan bagi kegiatan pengabdian berikutnya yang ingin mengembangkan pemasaran digital, pengelolaan data tingkat RT, dan edukasi lingkungan dengan pendekatan terpadu, termasuk modul dan template Google Form dan Spreadsheet yang dapat dipakai kembali.

4. Menyediakan media edukasi pengelolaan sampah berupa papan edukasi di Kantor Kelurahan Lamaru sebagai pengingat bagi masyarakat dalam memilah sampah untuk mendukung pengembangan wisata Lamaru yang informatif dan berkelanjutan.