Balikpapan, Juni 2026 — Ketersediaan air bersih yang layak masih menjadi tantangan nyata bagi sebagian warga perkotaan, tak terkecuali di Perumahan Bukit Anugerah Indah Melati, Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan. Menanggapi kondisi tersebut, tim mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yang terdiri dari sepuluh orang lintas program studi berhasil merampungkan program Inovasi Sosial berupa penerapan teknologi tepat guna melalui pemasangan sistem filter air bertingkat pada sumur resapan di kawasan perumahan tersebut.
Sumur yang berlokasi di kawasan Perumahan Bukit Anugerah Indah Melati selama bertahun-tahun menjadi salah satu sumber air bagi warga setempat. Namun berdasarkan pengamatan awal tim, kondisinya jauh dari kata layak. Air sumur tampak keruh kecoklatan dan dipenuhi lumut serta tumpukan serasah daun. Dinding sumur mengalami kerusakan di sejumlah sisinya, sehingga tanah dan pasir dari area sekitar mudah masuk ke dalam sumur, terutama saat hujan deras. Kondisi ini diperparah oleh letak sumur yang berada di titik rawan genangan banjir, sehingga air permukaan yang kotor berpotensi bercampur langsung dengan air sumur.

Gambar 1.Kondisi Awal Sumur
Apabila dibiarkan, kondisi tersebut dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius, khususnya bagi anak-anak dan warga lanjut usia. Tim pun menilai bahwa permasalahan yang dihadapi tidak semata soal kualitas air, melainkan juga menyangkut kondisi infrastruktur fisik sumur dan area sekitarnya yang membutuhkan perbaikan menyeluruh sebelum sistem filtrasi dapat dipasang.
Program ini dijalankan oleh tim beranggotakan sepuluh mahasiswa dari empat program studi berbeda, yaitu Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Sipil, dan Rekayasa Keselamatan. Keberagaman latar belakang keilmuan ini justru menjadi kekuatan, karena setiap tahapan kegiatan membutuhkan pendekatan teknis yang berbeda, mulai dari perancangan sistem kelistrikan pompa, perhitungan konstruksi panggung, hingga pengelolaan anggaran dan dokumentasi. Kegiatan ini dibimbing oleh Bapak Andhika Giyantara, S.T., M.T., dosen dari Program Studi Teknik Elektro ITK, dan mendapat dukungan penuh dari Bapak Achmat Sholeh selaku Ketua RT 49 Kelurahan Sepinggan sebagai mitra pengabdian di lapangan.

Gambar 2.Progress Pelaksanaan Kegiatan
Seluruh rangkaian program dijalankan melalui enam tahapan utama yang berlangsung sejak Desember 2025 hingga Juni 2026. Kegiatan diawali dengan survei lapangan untuk mengukur denah sumur dan memetakan kondisi sekitarnya, yang menghasilkan temuan penting bahwa area sumur kerap tergenang saat hujan deras. Temuan ini mendorong penyesuaian rancangan awal dengan penambahan struktur panggung sebagai dudukan tandon dan unit filter agar aman dari jangkauan banjir. Sebelum pekerjaan fisik dimulai, tim juga menggelar sosialisasi di balai warga RT 49 untuk memaparkan rencana teknis kegiatan sekaligus menyerap masukan dari warga, yang kemudian diakomodasi dalam penyesuaian desain konstruksi.

Gambar 3.Progress Pelaksanaan Kegiatan
Pekerjaan fisik dimulai dengan peninggian dinding sumur menggunakan susunan batu bata dan adukan semen, membentuk tanggul kecil di sekeliling sumur agar lumpur dan sampah tidak masuk saat terjadi genangan. Bersamaan dengan itu, dibangun pula panggung kayu ulin sebagai penyangga tandon dan filter air, yang setelah rampung terbukti mampu menopang beban setidaknya sepuluh orang dewasa secara bersamaan. Selanjutnya, Pompa Air Booster Water Pump PBH235C 200 Watt dipasang dan difungsikan sekaligus sebagai alat bantu pengurasan sumur, mengangkat seluruh lumpur dan sampah yang mengendap di dasar sumur selama bertahun-tahun hingga bersih.

Gambar 4.Instalasi Pompa dan Pengurasan Sumur
Tahap akhir adalah instalasi tandon air di atas panggung yang telah dibangun, diikuti pemasangan sistem filter bertingkat yang bekerja secara berlapis mulai dari penyaringan partikel kasar, pengurangan kandungan zat besi dan mangan, hingga penyerapan partikel halus dan senyawa organik menggunakan media karbon aktif. Tandon ditempatkan di ketinggian agar air dapat mengalir secara gravitasi ke titik distribusi warga tanpa memerlukan tekanan pompa tambahan. Setelah instalasi selesai, dilakukan uji kelayakan air secara langsung meliputi pengamatan kejernihan, warna, dan bau, dengan hasil yang menyatakan bahwa air sumur telah memenuhi standar kelayakan dan siap digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari.