Detail Pengabdian


Penerapan Inovasi Filter Air Sederhana Pada Langgar Baiturrahman Kelurahan Teritip RT 04

Tahun 2026 Ketua: Hendrik Vicarlo Saragih Manihuruk, S.T., M.T. | Azhar Syafiq Putra, S.T., M.Eng. | Tri Hardiyanti Asmaningrum, S.Pd., M.T PMMD
Penerapan Inovasi Filter Air Sederhana Pada Langgar Baiturrahman Kelurahan Teritip RT 04

 

Ketersediaan air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar yang sangat penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari, baik untuk keperluan ibadah maupun kebutuhan masyarakat. Langgar Baiturrahman RT 04, Kelurahan Teritip, memiliki sumur bor yang dimanfaatkan sebagai sumber air cadangan ketika pasokan air PDAM mengalami gangguan. Namun, kondisi air sumur bor tersebut memiliki kualitas fisik yang kurang baik karena berwarna keruh dan mengandung bau yang cukup menyengat akibat kandungan besi (Fe) dan partikel tersuspensi, sehingga pemanfaatannya belum optimal. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, tim pengabdian masyarakat mengembangkan dan memasang sistem filter air sederhana yang terdiri dari dua tahap filtrasi. Filter pertama dirancang untuk mengurangi bau serta menurunkan kandungan besi (Fe) dalam air, sedangkan filter kedua berfungsi untuk menyaring partikel-partikel halus sehingga menghasilkan air yang lebih jernih. Sistem ini memanfaatkan media filtrasi yang mudah diperoleh, memiliki biaya yang relatif murah, serta mudah diaplikasikan dan dirawat oleh masyarakat.

Filter pertama disusun menggunakan beberapa lapisan media, yaitu jaring, kerikil besar, kerikil kecil, karbon aktif, manganese greensand, zeolit, pasir silika, kapas halus, dan kapas kasar. Setiap media memiliki fungsi yang berbeda, mulai dari menyaring partikel berukuran besar, mengurangi bau, menyerap kandungan besi (Fe), hingga menyaring partikel-partikel halus yang masih terbawa aliran air. Sementara itu, filter kedua terdiri atas jaring, kapas kasar, kapas halus, sabut kelapa, karbon aktif, ijuk, pasir, kerikil besar, dan kerikil kecil. Kombinasi media tersebut berfungsi sebagai penyaringan lanjutan untuk meningkatkan kejernihan air sehingga kualitas fisiknya menjadi lebih baik.

Setelah proses perancangan selesai, kedua filter dirakit dan dipasang pada saluran keluaran air sumur bor di Langgar Baiturrahman. Pemasangan dilakukan secara bertahap sesuai dengan urutan fungsi masing-masing filter sehingga proses penyaringan dapat berlangsung secara optimal. Sistem filtrasi dirancang agar air terlebih dahulu melewati filter pertama sebagai tahap awal untuk mengurangi bau dan menurunkan kandungan besi (Fe), kemudian dialirkan ke filter kedua sebagai tahap penyaringan lanjutan untuk meningkatkan kejernihan air melalui penyaringan partikel-partikel halus yang masih tersisa. Penerapan dua tahap filtrasi ini diharapkan mampu menghasilkan air dengan kualitas fisik yang lebih baik dibandingkan sebelum dilakukan penyaringan. Selain itu, pembagian fungsi pada masing-masing filter menjadikan proses pengolahan air lebih efektif karena setiap media bekerja sesuai dengan karakteristik dan perannya dalam sistem filtrasi. Susunan kedua filter beserta komponen penyusunnya ditunjukkan pada gambar berikut:

 

[GAMBAR-1] Komponen dan susunan media Filter Air 1 dan Filter Air 2

 

Setelah sistem filtrasi selesai dipasang, dilakukan pengujian kualitas air untuk mengetahui efektivitas filter dalam memperbaiki kualitas air sumur bor. Salah satu parameter yang diuji adalah kadar besi (Fe), mengingat tingginya kandungan besi merupakan penyebab utama air berwarna keruh dan berbau. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar Fe pada air sebelum filtrasi sebesar 4,5618 mg/L, sedangkan setelah melewati dua tahap filtrasi kadar Fe berada di bawah batas deteksi alat, dengan hasil kadar Fe menjadi  -0,1518 mg/L. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem filter yang diterapkan mampu menurunkan kandungan besi (Fe) secara sangat signifikan, sehingga kualitas fisik air menjadi lebih baik, ditandai dengan berkurangnya bau serta meningkatnya kejernihan air. Hasil pengujian kualitas air sebelum dan sesudah proses filtrasi ditampilkan pada gambar di bawah ini:

 

[GAMBAR-2] Hasil Pengujian Kadar Besi (Fe) Air Sebelum dan Sesudah Filtrasi Menggunakan AAS

 

Selain pemasangan filter, kegiatan ini juga disertai dengan sosialisasi kepada pengurus Langgar Baiturrahman mengenai prinsip kerja sistem filtrasi, fungsi masing-masing media penyaring, serta tata cara perawatan filter agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Perawatan dilakukan melalui pembersihan media secara berkala dan penggantian media tertentu apabila efektivitas penyaringan mulai menurun. Melalui penerapan inovasi filter air sederhana ini, kualitas air sumur bor di Langgar Baiturrahman RT 04 mengalami peningkatan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber air cadangan yang lebih layak digunakan. Teknologi yang diterapkan memiliki keunggulan karena menggunakan bahan yang mudah diperoleh, biaya pembuatan yang relatif ekonomis, serta dapat direplikasi oleh masyarakat lain yang menghadapi permasalahan kualitas air sumur dengan karakteristik serupa.

Tim Pengabdi

  1. Hendrik Vicarlo Saragih Manihuruk, S.T., M.T.
  2. Azhar Syafiq Putra, S.T., M.Eng.
  3. Tri Hardiyanti Asmaningrum, S.Pd., M.T.
  4. Tri Ahmad Jumain 03231088
  5. Muhammad Azmi 03231054
  6. Windi Sugi Karni 03231092
  7. Eka Lina Indriani 08231020
  8. Reyvaldy Bintang Pradana 08231054
  9. Rias Aurelia Syafira Hasan 12231073
  10. Syafrie Ahmad Al Ghofari 12231083
  11. Mailina Zanuba Hapsoh 21231038
  12. Muhammad Agung Nugroho 21231044
  13. Nabilla Balqis 21231050

Manfaat Pengabdian

1. Memberikan informasi mengenai pentingnya menjaga kualitas air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

2. Menambah wawasan tentang pemanfaatan teknologi filter air sederhana sebagai solusi pengolahan air sumur bor.

3. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak kandungan besi (Fe) yang tinggi terhadap kualitas air dan pentingnya pengolahan air sebelum digunakan.

4. Menjadi referensi bagi masyarakat, komunitas, maupun institusi yang ingin menerapkan sistem filtrasi air sederhana di wilayah dengan permasalahan serupa.

5. Memberikan inspirasi untuk memanfaatkan teknologi tepat guna dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan di tingkat masyarakat.

6. Mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan melalui penggunaan air yang lebih berkualitas.

7. Menjadi sumber informasi mengenai hasil nyata kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dapat direplikasi dan dikembangkan di daerah lain.