Detail Pengabdian


Pendampingan Edukasi Pengolahan Sampah Bagi Anak Sekolah Dasar Melalui Pembuatan Komposter Aerob Di Sekolah Dasar Negeri 004 Balikpapan Barat

Tahun 2026 Ketua: Boby Mugi Pratama, S.Si., M.Han PMMD
Pendampingan Edukasi Pengolahan Sampah Bagi Anak Sekolah Dasar Melalui Pembuatan Komposter Aerob Di Sekolah Dasar Negeri 004 Balikpapan Barat

Permasalahan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah dasar masih menjadi tantangan yang dapat mempengaruhi kualitas lingkungan belajar dan kebersihan sekolah. Keterbatasan fasilitas pendukung, rendahnya pemahaman mengenai pemilahan sampah, serta belum optimalnya sistem pengelolaan sampah menjadi faktor yang menyebabkan program pengelolaan lingkungan belum berjalan secara maksimal. Kondisi tersebut juga ditemukan di SD Negeri 004 Balikpapan Barat sehingga diperlukan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana, tetapi juga peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa melalui kegiatan edukatif.

Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdian masyarakat melaksanakan program pendampingan edukasi pengolahan sampah yang dipadukan dengan praktik pembuatan komposter aerob. Program ini diawali dengan survei dan identifikasi kondisi eksisting sekolah, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai jenis sampah, dampak sampah terhadap lingkungan, konsep pemilahan sampah, serta penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pengenalan komposter, pembuatan kompos. Proses penyampaian materi dirancang secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab, sehingga siswa dapat berpartisipasi aktif sepanjang kegiatan berlangsung. Tanggapan siswa terhadap kegiatan edukasi ini sangat baik, terlihat dari keaktifan mereka dalam menjawab dan mengajukan pertanyaan saat sesi tanya jawab. Selain itu, selama mengikuti edukasi, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai cara pengelolaan sampah, yang dapat dilihat dari hasil post-test yang diberikan sebagai alat evaluasi untuk mengukur kejelasan materi pengolahan sampah dan juga materi pengenalan komposter dan pembuatan kompos yang telah disampaikan  gambar 1.

 

 

Gambar 1. Post-test materi komposter

 

 

Setelah sesi edukasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan komposter aerob sebagai bentuk pembelajaran berbasis pengalaman. Komposter aerob dipilih karena memiliki sistem yang sederhana, mudah dioperasikan, dan sesuai untuk diterapkan pada lingkungan sekolah dasar. Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan dengan fungsi komposter sebagai sarana pengolahan sampah organik serta proses biologis yang terjadi selama pengomposan. Tim pelaksana menjelaskan bahwa penguraian bahan organik dilakukan oleh mikroorganisme yang membutuhkan suplai oksigen sehingga menghasilkan kompos yang lebih cepat dan minim bau dibandingkan metode pengomposan lainnya. 

 

Praktik pembuatan kompos dilakukan secara langsung dengan melibatkan siswa dalam setiap tahapan kegiatan. Peserta diajarkan cara mempersiapkan wadah komposter, memasukkan bahan organik, mengatur sirkulasi udara, serta menjaga kondisi kelembapan yang diperlukan selama proses pengomposan berlangsung. Sampah organik yang digunakan berasal dari sisa makanan, dedaunan kering, dan limbah organik lainnya yang banyak ditemukan di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pengalaman nyata mengenai bagaimana sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai manfaat.  Selama pelaksanaan kegiatan, siswa menunjukkan tingkat antusiasme yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari partisipasi aktif peserta dalam sesi diskusi, tanya jawab, maupun praktik lapangan. banyak siswa yang menyampaikan pengalaman mereka terkait kebiasaan membuang sampah dan menunjukkan ketertarikan terhadap proses pengomposan yang diperagakan. Interaksi yang terjalin selama kegiatan menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang mengombinasikan teori dan praktik mampu meningkatkan minat belajar siswa.

 

 

Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim pengabdian juga menyerahkan tiga unit komposter aerob kepada pihak sekolah. Keberadaan komposter tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran yang digunakan secara berkelanjutan oleh guru dan siswa dalam kegiatan pendidikan lingkungan hidup. Selain berfungsi sebagai alat pengolahan sampah organik, komposter aerob juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran praktis yang mendukung pengembangan karakter peduli lingkungan pada peserta didik. Hasil implementasi menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman siswa mengenai pengelolaan sampah. Peserta menjadi lebih memahami pentingnya pemilahan sampah, pengurangan sampah dari sumbernya, serta manfaat pengolahan sampah organik menjadi kompos. Selain itu, siswa juga memperoleh keterampilan dasar dalam mengoperasikan komposter aerob dan memahami proses pengomposan secara sederhana.

Secara keseluruhan, kegiatan pendampingan edukasi pengolahan sampah melalui pembuatan kompos dengan menggunakan komposter aerob di SD Negeri 004 Balikpapan Barat berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Integrasi antara edukasi lingkungan dan praktik langsung terbukti mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran siswa terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Program ini juga menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang lebih peduli terhadap lingkungan serta mendukung upaya pengurangan timbulan sampah melalui pemanfaatan teknologi sederhana yang mudah diterapkan. Dengan adanya dukungan dari pihak sekolah dan partisipasi aktif siswa, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat secara luas. 

Tim Pengabdi

  1. Tegar Septian Priadi (Teknik Perkapalan/Jurusan Teknologi Kemaritiman)
  2. Muhammad Rafly Arvan (Teknik Perkapalan/Jurusan Teknologi Kemaritiman)
  3. Yuan Sedayu Setoaji (Teknik Perkapalan/Jurusan Teknologi Kemaritiman)
  4. Inda Putri Qaisar (Teknik Lingkungan/Jurusan Teknologi Kemaritiman)
  5. Nadia Nofiyana (Teknik Lingkungan/Jurusan Teknologi Kemaritiman)
  6. Tri Ayu Rizkia (Teknik Lingkungan/Jurusan Teknologi Kemaritiman)
  7. Mutiara Eky Arnelita (Teknik Lingkungan/Jurusan Teknologi Kemaritiman)
  8. Bagas Yoga Pratama Pramudika (Informatika/Jurusan Teknik Elektro,Informatika,dan Bisnis)
  9. Fadhil Awalia Kusuma (Informatika/Jurusan Teknik Elektro,Informatika,dan Bisnis)
  10. Rafi Baydar Athaillah (Informatika/Jurusan Teknik Elektro,Informatika,dan Bisnis)

Manfaat Pengabdian

1. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pengelolaan sampah.

2. Meningkatkan keterampilan siswa dalam mengolah sampah organik.

3. Menyediakan sarana pendukung pengelolaan sampah berbasis sekolah.

4. Menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan.