Detail Pengabdian


Pemberdayaan Masyarakat RT 27 Kelurahan Manggar melalui Sosialisasi dan Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Berbasis Platform Digital

Tahun 2026 Ketua: Yustina Fitriani, S.Pd., M.Pd. | Diana Nurlaily, S.Si., M.Stat. | Farida Nur Hidayah, S.H., M.H. | PMMD
Pemberdayaan Masyarakat RT 27 Kelurahan Manggar melalui Sosialisasi dan Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Berbasis Platform Digital

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan tanaman berkhasiat obat yang dibudidayakan di pekarangan atau lahan komunal dan dimanfaatkan langsung oleh keluarga sebagai upaya kesehatan promotif dan preventif. Di Kalimantan Timur, pemanfaatan tanaman obat memiliki akar kultural yang panjang. Bawang dayak (Eleutherine palmifolia) merupakan tanaman umbi khas Kalimantan yang secara turun-temurun digunakan masyarakat Dayak sebagai obat tradisional, sehingga pengembangannya sekaligus menjadi bentuk pelestarian kearifan lokal daerah.

RT 027 Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, memiliki modal sosial yang kuat melalui aktifnya kelompok PKK dan Posyandu Mawar Melati. Namun hasil survei awal menemukan dua persoalan, yaitu lahan kosong di sekitar Posyandu yang belum dimanfaatkan secara produktif dan keterbatasan pengetahuan warga mengenai teknik budidaya TOGA. Berangkat dari kondisi tersebut, tim pengabdian Institut Teknologi Kalimantan bersama delapan mahasiswa dari Program Studi Statistika, Informatika, dan Bisnis Digital melaksanakan program pemberdayaan yang dijalankan dalam enam tahap.

Tahap pertama adalah survei awal dan pendekatan mitra pada 30 Januari 2026, berupa perkenalan tim dengan Ketua RT 027 dan pengurus Posyandu, pengamatan kondisi lahan, serta penggalian kebutuhan warga. Koordinasi lanjutan dilaksanakan pada 14 Juni 2026 dan penyiapan lokasi pada 25 Juni 2026, dilanjutkan pembukaan resmi program pada 27 Juni 2026 yang dihadiri Ketua RT, kader PKK, kader Posyandu, mahasiswa, dan warga. Berikut dokumentasi pembukaan awal kegiatan.

 

[GAMBAR-1]Pembukaan Kegiatan PkM

 

Tahap kedua adalah pembersihan area budidaya melalui kerja bakti pada 12 Juli 2026. Lahan kosong di sekitar Posyandu dibersihkan, area tanam ditata, dan sarana pendukung berupa polybag serta media tanam disiapkan. Pelaksanaan secara gotong royong dipilih agar warga terlibat sejak tahap persiapan sehingga tumbuh rasa kepemilikan terhadap lokasi percontohan. Berikut dokumentasi kegiatan pembersihan area budidaya. Tahap ketiga adalah sosialisasi pada 19 Juli 2026 dengan materi manfaat TOGA secara umum serta pengetahuan khusus mengenai bawang dayak, jahe putih, dan seledri, mencakup pembibitan, penanaman, pemupukan, dan pemanfaatannya bagi kesehatan keluarga. Sebelum sesi dimulai, warga mengisi kuesioner pre-test sebagai data awal pengukuran pemahaman. Tahap keempat adalah budidaya, yaitu praktik penanaman langsung bersama warga seusai sosialisasi sebagai bentuk pembelajaran langsung. Dokumentasi kegiatan sebagai berikut.

 

[GAMBAR-2] Kerja Bakti di Area Budidaya

 

Warga mempraktikkan pengisian media tanam ke dalam polybag serta penanaman umbi bawang dayak, jahe putih, dan seledri. Polybag dipilih agar budidaya dapat direplikasi di pekarangan rumah masing-masing meskipun ketersediaan lahan terbatas. Selain polybag, warga memanfaatkan galon bekas yang sudah tidak terpakai sebagai wadah tanam, sedangkan tim pengabdian menyediakan berbagai jenis pot untuk mendukung kegiatan, sebagian di antaranya ditata dengan cara ditempelkan pada dinding di sekitar area budidaya. Penggunaan beragam wadah tanam ini menunjukkan bahwa budidaya TOGA dapat dijalankan dengan memanfaatkan barang yang tersedia di lingkungan rumah tanpa memerlukan lahan luas. Tahap kelima adalah monitoring tanaman yang dilaksanakan setiap minggu, yaitu pada 26 Juli, 2 Agustus, 9 Agustus, dan 29 Agustus 2026, untuk memantau pertumbuhan tanaman, kondisi media tanam, serta kebutuhan penyiraman dan pemupukan.  Cuaca yang cenderung kering pada Juli hingga Agustus 2026 membuat media tanam lebih cepat mengering, sehingga frekuensi penyiraman ditingkatkan agar pertumbuhan tanaman tetap optimal. Panen pertama diperkirakan berlangsung pada Oktober 2026. Tahap keenam adalah penyajian modul dalam platform digital. Modul panduan budidaya bawang dayak disusun mengikuti urutan siklus budidaya, mulai pengenalan tanaman, persiapan media tanam, langkah menanam, perawatan, pengendalian hama, hingga panen dan pengolahan sederhana. Modul disajikan melalui platform digital berbasis situs web agar warga dapat mengakses panduan kapan saja dan isinya dapat diperbarui seiring bertambahnya data pengamatan, tanpa perlu mencetak ulang dokumen. Keberhasilan program diukur melalui kuesioner pre-test yang diberikan sebelum sosialisasi dan post-test setelah warga mengikuti rangkaian sosialisasi serta praktik budidaya. Hasil tabulasi terhadap 30 responden disajikan pada diagram berikut.

 

[GAMBAR-3] Perbandingan rata-rata skor pre-test dan post-test serta status pencapaian target peningkatan pemahaman warga

 

Rata-rata skor pemahaman warga meningkat dari 19,9 pada pre-test menjadi 36,1 pada post-test, atau naik 16,2 poin dengan peningkatan relatif rata-rata 81,66% per responden. Berdasarkan target peningkatan pemahaman mitra minimal 80%, sebanyak 24 dari 30 warga (80%) telah mencapai target tersebut, sedangkan 6 warga (20%) lainnya tetap mengalami peningkatan namun belum menembus ambang tersebut sehingga menjadi perhatian pada pembinaan lanjutan. Yang penting dicatat, tidak ada satu pun responden yang mengalami penurunan skor.

Tahapan lanjutan meliputi penyelesaian satu siklus budidaya hingga panen pertama, penyempurnaan modul panduan pada bagian pascapanen, finalisasi dan publikasi platform digital disertai pelatihan pengelolaan bagi mitra, pembinaan lanjutan bagi warga yang belum mencapai target pemahaman, serta penyusunan Berita Acara Serah Terima sebagai bentuk alih pengelolaan hasil kegiatan kepada mitra. Melalui rangkaian tersebut, program diharapkan berlanjut sebagai praktik mandiri masyarakat RT 027 Kelurahan Manggar setelah masa pendampingan berakhir.

Tim Pengabdi

  1. Ahmad Fauzan (Statistika/JSAD)
  2. Ahmad Adam Naufal Sabilillah (Statistika/JSAD)
  3. Alesandria Azzahra (Statistika/JSAD)
  4. Angel Aprianti Marpaung (Statistika/JSAD)
  5. Naufal Rahman (Statistika/JSAD)
  6. Mochammad Azriel Albian Putra (Statistika/JSAD)
  7. Mochammad Azriel Albian Putra (Informatika/JTEIB)
  8. Muhammad Rayhant Al Munawar (Informatika/JTEIB)
  9. Lintang Fajriana Rahmadanty (Bisnis Digital/JTEIB)

Manfaat Pengabdian

1. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga RT 27 Kelurahan Manggar dalam membudidayakan Tanaman Obat Keluarga (TOGA)

2. Memanfaatkan lahan kosong di sekitar Posyandu secara produktif sebagai lokasi percontohan budidaya TOGA berbasis media tanam terkontrol.

3. Menyediakan modul digital dan panduan budidaya bawang dayak yang dapat digunakan warga secara mandiri dan berkelanjutan.

4. Membangun kemandirian mitra dalam pengelolaan platform digital (website) sebagai media edukasi dan dokumentasi kegiatan.