Detail Pengabdian


Pemanfaatan Limbah Air Budidaya Ikan Lele Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) Berbasis Teknologi Tepat Guna di Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara

Tahun 2026 Ketua: Cindy Lionita Agusty, S.T., M.T. | Anggota: Fernanda Wahyu Pratama, S.T.,M.T., Fernanda Wahyu Pratama, S.T.,M.T. PMMD
Pemanfaatan Limbah Air Budidaya Ikan Lele Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) Berbasis Teknologi Tepat Guna di Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara

Budidaya ikan lele merupakan salah satu usaha perikanan air tawar yang banyak dikembangkan oleh masyarakat karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi, teknik budidaya yang relatif mudah, serta permintaan pasar yang terus meningkat. Di Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, budidaya ikan lele menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat. Namun, meningkatnya aktivitas budidaya tersebut juga diikuti dengan bertambahnya volume limbah cair yang berasal dari sisa pakan, feses ikan, serta hasil metabolisme selama proses pemeliharaan. Limbah tersebut umumnya langsung dibuang ke lingkungan tanpa melalui proses pengolahan sehingga berpotensi menurunkan kualitas air, mencemari saluran drainase maupun badan air, serta menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

 

Di sisi lain, masyarakat masih bergantung pada penggunaan pupuk kimia untuk kegiatan pertanian dan pemanfaatan lahan pekarangan. Penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus dapat meningkatkan biaya produksi sekaligus menurunkan kualitas tanah dalam jangka panjang. Padahal, limbah cair budidaya ikan lele masih mengandung unsur hara seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC). Oleh karena itu, pemanfaatan limbah budidaya ikan lele menjadi pupuk organik cair menjadi salah satu solusi yang mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menghasilkan produk yang bernilai guna bagi masyarakat.

 

Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat, tim dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan melaksanakan kegiatan bertema "Pemanfaatan Limbah Air Budidaya Ikan Lele Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) Berbasis Teknologi Tepat Guna di Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara." Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah budidaya ikan lele menjadi pupuk organik cair melalui teknologi fermentasi sederhana yang mudah diterapkan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan observasi lapangan untuk mengidentifikasi kondisi budidaya ikan lele, sistem pengelolaan limbah yang telah diterapkan masyarakat, serta potensi pemanfaatan limbah sebagai pupuk organik cair. 

 

Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar limbah cair budidaya masih dibuang langsung ke lingkungan tanpa pengolahan, sementara masyarakat belum mengetahui bahwa limbah tersebut masih memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tanaman. Berdasarkan hasil observasi tersebut, tim kemudian melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai dampak limbah budidaya ikan lele terhadap lingkungan, kandungan unsur hara yang terdapat pada limbah cair, manfaat pupuk organik cair, serta konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Kegiatan sosialisasi dilakukan secara interaktif sehingga masyarakat dapat berdiskusi secara langsung mengenai permasalahan yang mereka hadapi selama proses budidaya ikan lele.

 

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) menggunakan metode demonstrasi langsung. Bahan yang digunakan meliputi air limbah budidaya ikan lele, EM4 sebagai aktivator mikroorganisme, molase atau gula merah sebagai sumber energi bagi mikroorganisme, serta wadah fermentasi tertutup. Seluruh bahan dicampurkan sesuai komposisi yang telah ditentukan kemudian difermentasi selama kurang lebih 10–14 hari hingga menghasilkan pupuk organik cair yang siap digunakan. Selama proses pelatihan, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung setiap tahapan pembuatan sehingga diharapkan mampu menerapkannya secara mandiri setelah kegiatan selesai. Sebagai bentuk penguatan pemahaman, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Pada tahap ini masyarakat diberikan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai teknik fermentasi, ciri-ciri pupuk organik cair yang berhasil, cara penyimpanan, dosis penggunaan pada berbagai jenis tanaman, hingga potensi pengembangan produk sebagai peluang usaha di masa mendatang. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan serta keterlibatan aktif selama proses pelatihan berlangsung.

 

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pengelolaan limbah budidaya ikan lele. Peserta memahami bahwa limbah yang sebelumnya dianggap sebagai bahan buangan ternyata masih memiliki kandungan nutrisi yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan melalui pengurangan pencemaran, pemanfaatan limbah ini juga mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sehingga biaya pertanian menjadi lebih efisien. Melalui kegiatan pengabdian ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mendapatkan keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam mendorong pengelolaan limbah budidaya yang lebih ramah lingkungan, mendukung penerapan konsep ekonomi sirkular, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan limbah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

 

Dokumentasi

Observasi kondisi kolam budidaya ikan lele.

 

Sosialisasi pemanfaatan limbah budidaya ikan lele kepada masyarakat

 

Demonstrasi proses pembuatan pupuk organik cair (POC)

 

Diskusi interaktif mengenai fermentasi dan penggunaan POC

 

Hasil fermentasi POC dan aplikasi pada tanaman pekarangan

 

Tim Pengabdi :
  1. Cindy Lionita Agusty, S.T., M.T. (Teknik Transportasi Laut/Jurusan Teknologi Kemaritiman, Institut Teknologi Kalimantan)
  2. Fernanda Wahyu Pratama, S.T.,M.T. (Teknik Sistem Perkapalan/Jurusan Teknologi Kemaritiman, Institut Teknologi Kalimantan)
  3. Harlian Kustiwansa, S.T.,M.T. (Teknik Transportasi Laut/Jurusan Teknologi Kemaritiman, Institut Teknologi Kalimantan)
  4. Faradilla Zahra (Jurusan Teknologi Kemaritiman, Institut Teknologi Kalimantan)
  5. Selma Nurcahyani (Jurusan Teknologi Kemaritiman, Institut Teknologi Kalimantan)
  6. Adji Zahra Mahdiyyah (Jurusan Teknik Elektro, Informatika, dan Bisnis, Institut Teknologi Kalimantan)
  7. Oktiara Azzahra Rahmadina (Jurusan Teknik Elektro, Informatika, dan Bisnis, Institut Teknologi Kalimantan)
  8. Hanif Ihbullah Iftikhar (Jurusan Teknologi Kemaritiman, Institut Teknologi Kalimantan)
  9. Noelsan Halawa (Jurusan Teknologi Kemaritiman, Institut Teknologi Kalimantan)
  10. Jeriel Eiching Floriestu (Jurusan Teknologi Kemaritiman, Institut Teknologi Kalimantan)
  11. Henry Ferdinan (Jurusan Teknologi Kemaritiman, Institut Teknologi Kalimantan)
  12. Nadriano Ananta D.P. (Jurusan Teknologi Kemaritiman, Institut Teknologi Kalimantan)

Manfaat

  1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai dampak limbah budidaya ikan lele terhadap lingkungan.
  2. Memberikan keterampilan kepada masyarakat dalam mengolah limbah budidaya ikan lele menjadi pupuk organik cair (POC).
  3. Mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah budidaya ikan lele secara langsung.
  4. Menghasilkan pupuk organik cair sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan.
  5. Mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pupuk kimia.
  6. Mendukung penerapan konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna.
  7. Mendorong pengelolaan limbah budidaya yang berkelanjutan.