Detail Pengabdian


Mahasiswa ITK Bangun Rocket Stove untuk Transformasi Pengelolaan Sampah di Kelurahan Jenebora

Tahun 2026 Ketua: Muthia Putri Darsini Lubis, S.T., M.T. | Anggota: Jatmoko Awali, S.T., M.T, Nia Sasria, S.Si., M.T. PMMD
Mahasiswa ITK Bangun Rocket Stove untuk Transformasi Pengelolaan Sampah di Kelurahan Jenebora

Permasalahan sampah rumah tangga yang menumpuk akibat minimnya fasilitas pengolahan dan rendahnya kesadaran masyarakat mendorong sepuluh mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) untuk turun langsung ke lapangan. Melalui program Pengabdian Masyarakat yang didukung penuh oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITK, mereka berhasil membangun 4 unit rocket stove di 3 titik strategis Kelurahan Jenebora (Donghwa), Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi pembakaran minim asap yang ramah lingkungan.

 

Kelurahan Jenebora (Donghwa) merupakan wilayah yang berlokasi di kawasan pesisir Kabupaten Penajam Paser Utara, tidak jauh dari Ibu Kota Nusantara (IKN). Kondisi geografis yang terpencil dan akses transportasi yang terbatas—termasuk penyeberangan menggunakan kapal—menjadikan wilayah ini minim layanan pengelolaan sampah yang memadai. Akibatnya, sampah rumah tangga menumpuk dan berpotensi mencemari lingkungan sekitar. Permasalahan ini diperparah dengan rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, tidak tersedianya fasilitas pengolahan yang memadai, serta minimnya informasi edukatif yang mudah diakses warga. Kondisi tersebut menjadi dasar tim mahasiswa ITK untuk merancang program pengabdian masyarakat yang berorientasi pada solusi teknis sekaligus pemberdayaan masyarakat.

 

Rocket stove adalah teknologi pembakaran sederhana yang dirancang untuk menghasilkan api yang kuat dengan asap yang sangat minim. Struktur berbentuk huruf "L" dari bata ringan memungkinkan aliran udara masuk dari bawah secara optimal, sehingga proses pembakaran berlangsung lebih sempurna dan efisien dibandingkan pembakaran terbuka biasa. Keunggulan teknologi ini sangat cocok diterapkan sebagai sarana pengolahan sampah rumah tangga di tingkat komunitas. Sampah organik dan non-organik kering dapat dibakar secara terkontrol, sementara abu sisa pembakaran dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk tanaman, sehingga program ini tidak hanya mengurangi volume sampah tetapi juga menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.

 

 

Gambar 1 Rapat Koordinasi Bersama Perangkat Kelurahan Jenebora dan Para Ketua RT

 

 

Kegiatan diawali dengan rapat koordinasi bersama perangkat Kelurahan Jenebora dan para ketua RT pada tanggal 11 April 2026, bertempat di Cafe Nona RT 5 Jenebora (Donghwa). Pertemuan ini menjadi momen penting untuk menjelaskan latar belakang program, tujuan pembangunan rocket stove, serta menentukan secara bersama tiga titik lokasi strategis yang paling mudah diakses dan aman bagi warga. Proses musyawarah yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan lokal memastikan program diterima dengan baik oleh komunitas.

 

 

Gambar 2 Proses pembangunan rocket stove secara gotong royong oleh tim mahasiswa ITK bersama masyarakat Kelurahan Jenebora (Donghwa)

 

 

Dimulai pada 18 April 2026, tim mahasiswa ITK secara bertahap membangun 4 unit rocket stove menggunakan bahan baku utama berupa bata ringan, semen, pasir, dan besi tulangan. Proses konstruksi berlangsung secara gotong royong bersama warga setempat, mempererat hubungan sosial antara tim dan masyarakat. Pada 24 Mei 2026, dilakukan trial run yang membuktikan fungsi unit pertama berjalan optimal: api stabil, pembakaran efektif, dan asap sangat minim. Seluruh 4 unit berhasil diselesaikan pada 21 Juni 2026.

 

 

Gambar 3 Kegiatan sosialisasi penggunaan rocket stove kepada perangkat kelurahan, ketua RT, dan masyarakat di Cafe Nona, Kelurahan Jenebora (Donghwa)

 

 

Sebagai tahap penutup rangkaian kegiatan, sosialisasi digelar di Cafe nona Kelurahan Jenebora (Donghwa) dihadiri oleh perangkat kelurahan, ketua RT, dan warga masyarakat. Tim memberikan edukasi komprehensif mencakup cara pengoperasian rocket stove yang aman dan efektif, prosedur pemilahan sampah sebelum dibakar, serta teknik pemanfaatan abu sisa pembakaran sebagai pupuk organik. Antusiasme warga yang tinggi ditandai dengan banyaknya pertanyaan interaktif selama sesi berlangsung.

 

 

Gambar 4 Hasil akhir pembangunan rocket stove yang dimanfaatkan masyarakat sebagai fasilitas pengolahan sampah rumah tangga di Kelurahan Jenebora (Donghwa)

 

 

Program Pengabdian Masyarakat ini telah menghasilkan luaran nyata berupa empat unit rocket stove yang tersebar di tiga titik strategis di Kelurahan Jenebora (Donghwa). Seluruh fasilitas tersebut berfungsi dengan baik dan telah dimanfaatkan secara aktif oleh masyarakat sebagai sarana pengolahan sampah rumah tangga. Pembangunan fasilitas ini didukung oleh pendanaan dari LPPM ITK.

 

Selain luaran fisik, program ini juga berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan. Dokumentasi kegiatan telah disebarluaskan melalui video aftermovie di platform YouTube dan Instagram.

Penyusunan artikel ilmiah untuk jurnal atau prosiding nasional terindeks saat ini sedang dalam proses penyelesaian.

 

Pelaksanaan program tidak lepas dari berbagai kendala. Akses geografis yang menantang selama perjalanan darat ditambah penyeberangan kapal menjadi penghalang logistik utama. Keterlambatan pencairan dana sempat memaksa tim menggunakan dana pribadi agar kegiatan tetap berjalan tepat waktu. Ketersediaan material bangunan yang terbatas di wilayah terpencil serta padatnya jadwal akademik anggota tim turut menjadi ujian nyata bagi kemampuan koordinasi dan adaptasi mereka. Kendala-kendala ini justru menjadi pengalaman belajar berharga. Tim menunjukkan ketangguhan dengan melakukan penyesuaian jadwal secara fleksibel, pembagian tugas yang adaptif, dan koordinasi jarak jauh yang efektif—semua kompetensi yang menjadi inti dari tujuan pembelajaran mata kuliah Pengabdian Masyarakat ITK.

 

Agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan, tim merencanakan sejumlah langkah lanjutan: monitoring berkala kondisi seluruh unit rocket stove, pendampingan operasional bagi warga, pengembangan fasilitas pendukung seperti tempat sampah terpilah dan papan informasi edukatif, serta pembentukan kader lingkungan dari warga setempat yang akan berperan sebagai pengelola dan penggerak partisipasi komunitas. Program ini diharapkan dapat menjadi model percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat bagi kelurahan-kelurahan lain di Kabupaten Penajam Paser Utara.

 

Program ini dilaksanakan oleh 10 mahasiswa lintas program studi ITK angkatan 2023, di bawah bimbingan Muthia Putri Darsini Lubis, S.T., M.T. Jatmoko Awali, S.T., M.T. dan Nia Sasria, S.Si., M.T. dari Program Studi Teknik Material dan Metalurgi, Jurusan Teknologi Industri ITK. Mitra pelaksana kegiatan adalah Kelurahan Jenebora, Penajam Paser Utara, dengan pendampingan lapangan oleh Rina Mariani.

 

Anggota tim terdiri dari: Glen Frits Parampo (Ketua, Teknik Material dan Metalurgi), Marcelianus (Teknik Mesin), Nur Rahmadani (Teknik Kimia), Hesti Ardalia Tarina (Teknik Material dan Metalurgi), Mario Hardy Togu Gultom (Teknik Material dan Metalurgi), Nadia Artanty (Teknik Material dan Metalurgi), Shifa Novita Putri (Teknik Material dan Metalurgi), Erlangga Dzaky Atha'ulah (Teknik Industri), Muhammad Fikri (Teknik Industri), dan Reginal Octavianus J. Bagy (Rekayasa Keselamatan).

 

Keberhasilan program Pengabdian Masyarakat Kelompok 34 ITK ini membuktikan bahwa teknologi tepat guna yang dikombinasikan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat mampu menjadi solusi nyata bagi permasalahan lingkungan di daerah terpencil sekalipun. Institut Teknologi Kalimantan berkomitmen untuk terus mendorong mahasiswanya menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat, sejalan dengan visi ITK sebagai universitas berbasis riset dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pembangunan Kalimantan yang berkelanjutan.

Tim Pengabdi :
  1. Muthia Putri Darsini Lubis, S.T., M.T. (Teknik Material dan Metalurgi, Fakultas Rekayasa Teknologi Industri)
  2. Jatmoko Awali, S.T., M.T (Teknik Material dan Metalurgi, Fakultas Rekayasa Teknologi Industri)
  3. Nia Sasria, S.Si., M.T. (Teknik Material dan Metalurgi, Fakultas Rekayasa Teknologi Industri)
  4. Marcelianus (Teknik Mesin, Jurusan Teknologi Industri)
  5. Nur Rahmadani (Teknik Kimia, Jurusan Rekayasa Industri)
  6. Glen Frits Parampo (Teknik Material dan Metalurgi,Jurusan Teknologi Industri)
  7. Hesti Ardalia Tarina (Teknik Material dan Metalurgi,Jurusan Teknologi Industri)
  8. Mario Hardy Togu Gultom (Teknik Material dan Metalurgi,Jurusan Teknologi Industri)
  9. Nadia Artanty (Teknik Material dan Metalurgi, Jurusan Teknologi Industri)
  10. Shifa Novita Putri (Teknik Material dan Metalurgi, Jurusan Teknologi Industri)
  11. Erlangga Dzaky Atha'ulah (Teknik Industri, Jurusan Teknologi Industri)
  12. Muhammad Fikri (Teknik Industri, Jurusan Teknologi Industri)
  13. Reginal Octavianus J. Bagy (Rekayasa Keselamatan, Jurusan Rekayasa Industri)

Manfaat

Manfaat dari kegiatan pengabdian masyarakat melalui pembangunan rocket stove di Kelurahan Jenebora (Donghwa) mencakup peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga, penyediaan fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi sederhana, serta penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan masyarakat. Adapun manfaat kegiatan ini adalah sebagai berikut:

  1. Pembangunan empat unit rocket stove di tiga titik strategis memberikan fasilitas pengolahan sampah rumah tangga yang mudah diakses oleh masyarakat sehingga membantu mengurangi penumpukan sampah di lingkungan.
  2. Penerapan teknologi rocket stove sebagai metode pembakaran minim asap menjadi alternatif pengelolaan sampah yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan dibandingkan pembakaran terbuka.
  3. Program ini meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah, pengelolaan sampah rumah tangga yang bertanggung jawab, serta pemanfaatan abu hasil pembakaran sebagai pupuk tanaman.
  4. Kegiatan sosialisasi dan pendampingan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta membangun kebiasaan pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
  5. Kolaborasi antara LPPM ITK, mahasiswa, Pemerintah Kelurahan Jenebora (Donghwa), ketua RT, dan masyarakat memperkuat sinergi dalam mewujudkan pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat.
  6. Kegiatan pengabdian ini memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan komunikasi, koordinasi, dan pemecahan masalah untuk menyelesaikan persoalan lingkungan di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh fasilitas pengolahan sampah yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Program ini juga diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik permasalahan yang serupa.