Lingkungan pemukiman merupakan salah satu ruang sosial yang memiliki peran penting dalam menunjang kualitas hidup masyarakat. Kondisi lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik warga, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan. Namun, masih banyak kawasan permukiman seperti RT 63 Perumahan Atlantic Village, Balikpapan Utara, yang memiliki potensi lingkungan melimpah namun belum dikelola secara optimal akibat keterbatasan sarana pendukung, serta rendahnya kesadaran kolektif masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

[GAMBAR-1] Dokumentasi Dosen & Kelompok
Berdasarkan hasil observasi awal, kawasan ini memiliki lahan kosong yang belum termanfaatkan secara optimal dan Belum tersedianya tempat penampungan botol plastik di area Perumahan Atlantic Village sebagai penunjang sistem bank sampah yang telah berjalan dalam mengoptimalkan pengumpulan limbah plastik rumah tangga. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim pengabdi dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK) melaksanakan program inovasi sosial dengan pendekatan partisipatif. Solusi yang ditawarkan adalah mengimplementasikan program polikultur lahan, sistem pengairan, biopori dan pengelolaan sampah botol plastik secara terpadu di lingkungan RT 63 Perumahan Atlantic Village.

[GAMBAR-2] Penanaman Komoditas dalam Sistem Polikultur
Program polikultur merupakan sistem budidaya terpadu yang mengintegrasikan lima jenis komoditas unggulan cabai, terong, jeruk nipis, dan daun pandan dalam satu lahan. Sistem ini terbukti meningkatkan produktivitas lahan hingga 30–50% dibandingkan monokultur, menekan serangan organisme pengganggu tanaman melalui pengendalian hayati alami, serta menjaga kesuburan tanah melalui efisiensi serapan hara yang saling melengkapi. Untuk menjamin keberlanjutan, lahan polikultur dilindungi dengan pagar pembatas dari kayu dan jaring, serta dilengkapi papan informasi yang memuat nama dan manfaat masing-masing tanaman sehingga area ini berfungsi ganda sebagai ruang belajar publik terbuka.
Pada program menggunakan sistem pengairan dengan penyiraman tipe sprinkler yang didistribusikan melalui empat titik penyematan strategis dengan memanfaatkan sumber air dari Water Treatment Plant (WTP) setempat. Sistem ini mengubah tekanan air menjadi butiran halus yang disemprotkan merata ke seluruh area tanam, sehingga efisiensi penggunaan air meningkat hingga 40–60% dibandingkan metode konvensional.Lubang resapan biopori diterapkan pada tiga titik strategis sebagai teknologi konservasi air dan pengolahan sampah organik. Biopori memanfaatkan aktivitas makrofauna tanah danmikroorganisme untuk mendegradasi sampah organik sekaligus meningkatkan kapasitas infiltrasi air tanah hingga 10–20 kali lipat, sehingga efektif mengurangi genangan dan limpasan permukaan serta meningkatkan cadangan air tanah. Penampungan sampah anorganik ditempatkan pada dua titik strategis sebagai fasilitas pemilahan sampah sejak dari sumber (source-based sorting). Botol plastik yang terkumpul secara berkala dialirkan ke sistem Bank Sampah, menciptakan nilai ekonomi sirkular sekaligus menurunkan volume sampah yang dibuang ke TPA Manggar yang telah over kapasitas. Keberadaan program ini melengkapi biopori sehingga terbentuk sistem pengelolaan limbah terpadu yang menangani sampah organik dan anorganik secara simultan.

[GAMBAR-3] Sosialisasi Program
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara luring di RT 63 Perumahan Atlantic Village, Balikpapan Utara. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan warga yang antusias menyambut inisiatif kelompok dalam program kami. Sosialisasi diawali dengan pemaparan mengenai permasalahan lingkungan yang dihadapi, seperti rendahnya pemanfaatan lahan produktif, tingginya volume sampah plastik yang tidak terkelola, serta dampak negatifnya terhadap kesehatan dan kualitas lingkungan perumahan. Penyampaian materi polikultur dilakukan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat teknik budidaya tanaman secara terpadu pada lahan terbatas. Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar sistem polikultur, pemilihan jenis tanaman yang sesuai, teknik penataan tanaman agar saling mendukung pertumbuhan, serta manfaat penerapan polikultur dalam meningkatkan produktivitas lahan, menjaga kesuburan tanah, mengurangi risiko serangan hama, dan mendukung ketahanan pangan rumah tangga.
Materi mengenai sistem pengairan difokuskan pada pengenalan infrastruktur pendukung yang digunakan dalam program, khususnya sistem sprinkler empat titik yang memanfaatkan sumber air dari Water Treatment Plant (WTP). Ibu Dosen menjelaskan prinsip kerja sistem pengairan, tata letak instalasi perpipaan, efisiensi penggunaan air, serta prosedur pemeliharaan agar sistem dapat berfungsi secara optimal. Warga juga diberikan pemahaman mengenai fungsi pagar pelindung sebagai pengaman area polikultur dan papan informasi sebagai media edukasi yang mendukung keberlanjutan program di lingkungan masyarakat. Materi yang terakhir diberikan yaitu penampungan botol plastik bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah anorganik sejak dari sumbernya. Tim menjelaskan mekanisme pemilahan sampah plastik, tata cara penggunaan tempat penampungan yang telah disediakan pada beberapa titik strategis, serta alur pengumpulan hingga penyaluran botol plastik ke Bank Sampah. Melalui penyampaian materi ini, warga diharapkan mampu menerapkan kebiasaan memilah sampah secara mandiri sehingga volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dapat dikurangi sekaligus memberikan nilai ekonomi melalui konsep ekonomi sirkular.



