Balikpapan-Institut Teknologi Kalimantan melalui Tim Inovasi Sosial Seavora melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Digitalisasi Tata Kelola Data dan Penguatan Branding Pariwisata Melalui Pengembangan Website Terintegrasi di Kelurahan Manggar Baru". Kegiatan kolaboratif lintas disiplin ilmu ini merupakan bagian dari pendanaan Program Mahasiswa Mengabdi Desa (PMMD) Institut Teknologi Kalimantan tahun 2026 yang bersinergi dengan Pemerintah Kelurahan Manggar Baru, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan dalam mendukung program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Pelaksanaan PMMD ini melibatkan mahasiswa lintas program studi dari bidang Sistem Informasi, Statistika, dan Bisnis Digital yang berjumlah 10 orang. Program ini berada di bawah bimbingan langsung dosen pembimbing lapangan, yakni Ibu Diana Nurlaily, S.Si., M.Stat. selaku ketua tim, bersama Bapak Deli Yansyah, S.E., M.Acc., Ak. dan Bapak Dr. Sigit Pancahayani, S.Si., M.Si.
Latar belakang inovasi sosial ini berangkat dari besarnya potensi wisata pesisir dan nilai sejarah di Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur, yang mencakup destinasi Pantai Nyiur Melambai, Pantai Nelayan, Pantai Cemara, aktivitas ekonomi masyarakat nelayan, hingga lima titik situs cagar budaya bunker peninggalan Jepang. Berdasarkan kajian Silalahi (2023), kawasan pesisir Manggar memiliki daya tarik wisata yang strategis di Kota Balikpapan, tetapi pengembangannya memerlukan pengelolaan informasi dan strategi promosi yang terarah. Hasil observasi awal tim di lapangan menunjukkan bahwa pengelolaan data kependudukan dan potensi pariwisata di Kelurahan Manggar Baru sebelumnya masih tersebar dalam dokumen manual serta belum terintegrasi secara digital. Selain itu, website resmi kelurahan masih menggunakan tampilan bawaan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pusat yang belum memuat informasi wisata secara optimal, serta kawasan wisata belum memiliki identitas visual (branding) yang seragam. Padahal, ketersediaan konten digital berbasis website (Prasetyo et al., 2025) dan pemetaan Sistem Informasi Geografis (Nurfadly et al., 2025) merupakan instrumen utama dalam meningkatkan efektivitas promosi destinasi dan pengambilan keputusan berbasis data di tingkat kelurahan.

Berdasarkan permasalahan tersebut, Tim Inovasi Sosial Seavora melalui fokus kegiatan PMMD merancang solusi terpadu yang memadukan keilmuan Statistika, Sistem Informasi, dan Bisnis Digital selama periode Mei hingga September 2026. Tahapan kegiatan diawali dengan koordinasi mitra dan penyelenggaraan acara pembukaan (Opening) pada 3 Juli 2026 di Aula Kelurahan Manggar Baru yang dihadiri perangkat kelurahan, BPS Kota Balikpapan, pengurus Pokdarwis, serta perwakilan ketua RT. Selanjutnya, pada 13 hingga 28 Juli 2026, tim melaksanakan survei lapangan secara menyeluruh di 52 RT menggunakan instrumen kuesioner resmi delapan blok dari BPS Kota Balikpapan (meliputi keterangan tempat, kependudukan dan ketenagakerjaan, perumahan dan lingkungan, sarana pendidikan dan kesehatan, sosial budaya, potensi objek wisata, keterangan pendata, serta catatan tambahan). Pendataan pada 30 RT dilakukan langsung oleh mahasiswa ITK dan 22 RT lainnya diselesaikan melalui kolaborasi bersama mahasiswa KKN Universitas Mulawarman. Bersamaan dengan survei tersebut, tim melakukan observasi khusus di titik-titik wisata pantai dan bunker Jepang untuk mendata fasilitas pendukung, UMKM lokal, penelusuran sejarah kepada warga setempat, serta pengambilan titik koordinat lokasi (geotagging) berbasis Google Maps API.
Data seluruh RT yang telah divalidasi bersama BPS Kota Balikpapan dan pihak kelurahan kemudian melalui proses olahan data serta divisualisasikan ke dalam tiga desain infografis tematik, yakni tema Sarana Pendidikan dan Kesehatan, Sosial Budaya, serta Objek Wisata. Pada aspek teknologi informasi, tim melakukan pembaruan parsial pada tata letak halaman pariwisata di website resmi Kelurahan Manggar Baru ( https://manggarbaru.balikpapan.go.id/ ) dan mengintegrasikan kode program fitur Peta Digital Interaktif (Tourism Mapping) berbasis Google Maps API. Melalui fitur ini, masyarakat dan wisatawan dapat mengakses informasi profil pantai, narasi sejarah bunker Jepang, galeri visual, hingga rute navigasi lokasi wisata secara langsung melalui perangkat smartphone maupun komputer.

Selain digitalisasi data dan pemetaan web, penguatan identitas kawasan (branding) diwujudkan melalui perancangan logo resmi pariwisata Manggar Baru yang memadukan karakteristik wisata bahari dan cagar budaya sejarah melalui diskusi partisipatif bersama pihak kelurahan dan Pokdarwis. Logo tersebut dilengkapi dengan buku panduan sebagai acuan standar identitas visual bagi pengelola. Sebagai pelengkap promosi digital, tim memproduksi video profil pariwisata menggunakan pengambilan gambar udara (drone) yang menampilkan keindahan bentang pantai, situs bunker Jepang, serta aktivitas keseharian masyarakat nelayan pesisir dengan melibatkan perangkat kelurahan dan Pokdarwis sebagai talent.
Pelaksanaan program PMMD ini memberikan manfaat nyata bagi Kelurahan Manggar Baru, mulai dari tersedianya hasil olahan data serta divisualisasikan secara valid, meningkatnya kualitas penyajian informasi publik melalui website dan infografis, hingga terbentuknya identitas branding pariwisata resmi yang dapat dikelola secara berkelanjutan oleh pihak kelurahan dan Pokdarwis guna mendukung kemandirian ekonomi wilayah pesisir Kalimantan Timur. Tim Inovasi Sosial Seavora menyampaikan kesan mendalam selama menjalankan pengabdian karena dapat terjun langsung memetakan persoalan riil masyarakat pesisir dan menghadirkan solusi kolaboratif lintas keilmuan. Tim berharap seluruh produk inovasi ini dapat terus dirawat, diperbarui secara berkala oleh mitra, serta mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kelurahan Manggar Baru. Pesan semangat dari Tim Inovasi Sosial Seavora bagi seluruh mahasiswa ITK adalah jangan ragu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan melalui program PMMD untuk turun langsung ke masyarakat, karena kolaborasi dan kepedulian nyata dari mahasiswa adalah kunci lahirnya inovasi yang berdampak luas bagi kemajuan daerah. "Sebaik-baik ilmu dan inovasi teknologi adalah yang mampu dihadirkan secara nyata untuk memberdayakan serta memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.