Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. Salah satu permasalahan yang masih banyak dijumpai pada sektor pertanian dan perkebunan adalah belum optimalnya pengelolaan limbah organik. Limbah berupa batang tanaman, dan daun, umumnya masih dibiarkan menumpuk sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan belum memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Permasalahan tersebut juga dihadapi oleh Kelompok Joglo Tani yang berlokasi di RT 12, Kelurahan Handil Baru, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kelompok ini aktif mengelola berbagai komoditas pertanian, seperti cabai, jagung, buah naga, markisa, dan nanas. Berdasarkan hasil observasi lapangan, limbah organik yang dihasilkan dari aktivitas budidaya tersebut sebagian besar masih belum dimanfaatkan secara optimal sehingga diperlukan solusi yang mampu mendukung pengelolaan limbah secara lebih efektif dan berkelanjutan.

[GAMBAR-1] Kegiatan Survei Lapangan
Sebagai langkah awal pelaksanaan kegiatan, tim pengabdian menyelenggarakan acara pembukaan bersama Ketua Joglo Tani, Bapak Muchtadin, beserta para anggota kelompok. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan program, menyampaikan tujuan dan manfaat kegiatan, serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam proses pengolahan bahan organik. Berdasarkan hasil diskusi, diketahui bahwa alat pencacah yang tersedia masih kurang efektif sehingga belum mampu mendukung proses pencacahan secara optimal. Diskusi tersebut sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun komitmen, kerja sama, dan partisipasi aktif seluruh anggota kelompok guna mendukung keberhasilan program yang akan dilaksanakan.

[GAMBAR-2] Kegiatan Pembukaan dan Koordinasi Program Pengabdian
Program utama kegiatan pengabdian ini adalah perancangan dan pembuatan alat pencacah limbah organik yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengolahan limbah hasil pertanian dan perkebunan. Alat pencacah ini dirancang untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi kelompok, yaitu alat pencacah yang tersedia sebelumnya masih kurang efektif dalam memperkecil ukuran bahan organik. Melalui penggunaan alat yang lebih optimal, limbah organik seperti daun, ranting, dan sisa tanaman dapat dicacah menjadi ukuran yang lebih kecil dan seragam sehingga mempermudah proses pengolahan selanjutnya. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja kelompok, mengurangi penumpukan limbah organik, serta mendukung pemanfaatan limbah menjadi produk yang lebih bernilai guna bagi kegiatan pertanian.
Program utama kegiatan pengabdian ini adalah perancangan dan pembuatan alat pencacah limbah organik yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengolahan limbah hasil pertanian dan perkebunan. Alat pencacah ini dirancang untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi kelompok, yaitu alat pencacah yang tersedia sebelumnya masih kurang efektif dalam memperkecil ukuran bahan organik. Melalui penggunaan alat yang lebih optimal, limbah organik seperti daun, ranting, dan sisa tanaman dapat dicacah menjadi ukuran yang lebih kecil dan seragam sehingga mempermudah proses pengolahan selanjutnya. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja kelompok, mengurangi penumpukan limbah organik, serta mendukung pemanfaatan limbah menjadi produk yang lebih bernilai guna bagi kegiatan pertanian.
Setelah proses pembuatan selesai, tim pengabdian melakukan uji fungsi awal terhadap alat pencacah limbah organik untuk memastikan seluruh komponen dapat beroperasi dengan baik sesuai dengan perencanaan. Uji fungsi dilakukan dengan mencacah beberapa jenis limbah organik guna mengevaluasi kinerja alat, kapasitas pencacahan, serta kualitas hasil cacahan yang dihasilkan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan alat siap digunakan oleh kelompok tani dan mampu membantu proses pengolahan limbah organik secara lebih efektif dan efisien.
Selain pembuatan alat, tim pengabdian juga melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan kepada anggota kelompok mengenai cara pengoperasian alat pencacah limbah organik serta perawatan alat agar dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam memanfaatkan teknologi pencacahan untuk mendukung pengolahan limbah organik. Pelatihan dilaksanakan secara interaktif melalui penyampaian materi dan praktik langsung sehingga peserta dapat memahami prosedur penggunaan alat, aspek keselamatan kerja, serta langkah-langkah perawatan yang diperlukan untuk menjaga kinerja alat tetap baik.
Pada kegiatan penutupan program, tim pengabdian melaksanakan demonstrasi penggunaan alat pencacah limbah organik sekaligus memberikan pendampingan kepada anggota Kelompok Joglo Tani dalam mengoperasikan alat tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh peserta memahami cara penggunaan alat yang benar, aman, dan efektif sehingga dapat memanfaatkan teknologi yang telah diberikan secara optimal untuk mendukung pengelolaan limbah organik.
Sebagai tahap akhir program, dilakukan evaluasi kegiatan melalui diskusi bersama anggota kelompok untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta, efektivitas kinerja alat pencacah, serta potensi pemanfaatannya dalam jangka panjang. Selanjutnya, dilakukan serah terima teknologi tepat guna berupa alat pencacah limbah organik kepada Kelompok Joglo Tani agar dapat digunakan dan dikelola secara mandiri serta berkelanjutan dalam mendukung kegiatan pertanian dan pengelolaan limbah organik di lingkungan kelompok.

[GAMBAR-3] Proses Pembuatan Mesin Cacah