Detail Pengabdian


Inovasi Sosial Berbasis Teknologi Tepat Guna dalam Peningkatan Kualitas Air Bersih dan Penataan Wilayah di RT 76 Kelurahan Batu Ampar

Tahun 2026 Ketua: Michael Alexander Hutabarat, S.T.P., M.Si. | Ir. Jefri Pandu Hidayat, S.T., M.T., IPP PMMD
Inovasi Sosial Berbasis Teknologi Tepat Guna dalam Peningkatan Kualitas Air Bersih dan Penataan Wilayah di RT 76 Kelurahan Batu Ampar

Tim inovasi sosial dibentuk melalui kolaborasi mahasiswa lintas Program Studi Teknik Mesin, Teknik Kimia, Perencanaan Wilayah dan Kota, serta Arsitektur di Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Kegiatan yang dilakukan bertajuk “Inovasi Sosial Berbasis Teknologi Tepat Guna dalam Peningkatan Kualitas Air Bersih dan Penataan Wilayah di RT 76 Kelurahan Batu Ampar” bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih yang layak melalui penerapan teknologi tepat guna berupa sistem filtrasi air yang mudah dioperasikan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Selain itu, kegiatan juga mendukung penataan wilayah melalui penyediaan sarana informasi berupa plang penanda RT guna memudahkan identifikasi kawasan, meningkatkan keteraturan lingkungan, serta memperkuat identitas wilayah. Melalui pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan tercipta kawasan permukiman yang lebih tertata serta meningkatnya kualitas hidup masyarakat RT 76 Kelurahan Batu Ampar secara berkelanjutan.

 

 [GAMBAR-1] Perancangan Sistem dan Koordinasi Mitra

 

Kawasan RT 76 berada di Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan. Dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari, sebagian besar masyarakat RT 76 masih mengandalkan air sumur bor sebagai sumber utama air bersih. Berdasarkan hasil observasi, kualitas air sumur bor di kawasan RT 76 belum memenuhi standar baku mutu air bersih. Air sumur bor yang tersedia memiliki tingkat kekeruhan yang tinggi, pH yang bersifat asam, serta kandungan mangan (Mn) yang melebihi batas yang diperbolehkan. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas air dan menimbulkan berbagai dampak bagi kesehatan.
Tingkat kekeruhan yang tinggi menunjukkan jumlah partikel tersuspensi dalam air yang tinggi seperti lumpur, bahan organik, mikroorganisme, serta endapan besi dan mangan di dalam air. Kondisi ini umumnya mengindikasikan penurunan kualitas air. Nilai pH yang bersifat asam dapat meningkatkan sifat korosif air terhadap pipa sehingga mempercepat pelepasan logam dari material perpipaan ke dalam air serta menurunkan kualitas air untuk keperluan rumah tangga. Selain itu, kandungan mangan (Mn) yang tinggi dapat menyebabkan perubahan warna, rasa, dan bau pada air serta meninggalkan endapan berwarna kehitaman pada pipa dan peralatan. Berdasarkan hasil pengujian kualitas air yang dilakukan oleh UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (LABKESDA Balikpapan), kadar mangan (Mn) pada air sumur awal tercatat sebesar 0,1843 mg/L, yang mana nilai tersebut melebihi ambang batas baku mutu SNI 698984:2019
Selain permasalahan kualitas air bersih, wilayah RT 76 merupakan kawasan permukiman yang tergolong baru sebagai hasil pemekaran wilayah dengan kondisi lingkungan yang masih terus berkembang seiring bertambahnya jumlah penduduk. Berdasarkan hasil observasi, penataan wilayah masih belum didukung oleh sarana informasi yang memadai seperti plang penanda RT sehingga masyarakat maupun pendatang mengalami kesulitan dalam mengenali batas wilayah dan menemukan lokasi tujuan. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi efektivitas pelayanan administrasi dan layanan darurat serta menurunkan keteraturan dan identitas kawasan permukiman. 


Melihat kondisi tersebut, tim inovasi sosial Institut Teknologi Kalimantan mengembangkan solusi berupa filter air sistem modular dan plang penanda RT. Filter air sistem modular dirancang agar setiap unit penyaring dapat dibersihkan kembali dengan mudah, sehingga memudahkan proses perawatan serta memperpanjang masa pakai media filtrasi tanpa memerlukan peralatan khusus. Sementara itu, pemasangan plang penanda RT bertujuan memberikan informasi yang jelas mengenai identitas wilayah, memudahkan masyarakat dan pendatang dalam mengenali lokasi.

Sistem modular merupakan pendekatan desain yang membagi perangkat ke dalam unit-unit mandiri (modul) yang dikonfigurasikan secara terpisah namun bekerja sebagai satu kesatuan sistem. Dibandingkan dengan filter konvensional berskala rumah tangga yang medianya dicampur dalam satu tabung besar, sistem modular ini menggunakan konfigurasi susunan media berlapis di dalam 4 unit box container terpisah. Pemilihan sistem modular ini didasari oleh aspek kepraktisan pemeliharaan; warga dapat membuka, mengontrol, dan melakukan proses pencucian (backwash) atau penggantian media pada tiap wadah secara mandiri tanpa memerlukan keahlian atau peralatan khusus. 
Prinsip kerja alat ini mengandalkan filtrasi fisik-kimia bertahap. Air sumur bor dipompa melewati rangkaian pipa PVC menuju susunan box container yang diletakkan pada struktur kaki penyangga kayu tinggi untuk memaksimalkan tekanan aliran air menuju lantai dua lokasi penggunaan . Di dalam rangkaian box tersebut, air melewati empat jenis media filtrasi utama yang memiliki fungsi spesifik: 
-    Pasir Mangan: Berfungsi khusus untuk mengikat dan mengurangi kandungan mineral besi (Fe) dan mangan (Mn) tinggi yang terlarut di dalam air.
-    Pasir Silika: Berfungsi untuk menyaring partikel-partikel padat tersuspensi seperti lumpur dan tanah guna menurunkan indeks kekeruhan fisik air.
-    Zeolit: Berfungsi meningkatkan efisiensi penyisihan dan pertukaran ion logam berat terlarut.
-    Karbon Aktif: Berfungsi sebagai adsorben untuk menyerap senyawa organik, menghilangkan bau besi yang menyengat, serta menjernihkan warna air yang kuning kecoklatan.
Setelah melewati kompartemen modular tersebut, air bersih hasil filtrasi ditampung ke dalam drum biru sebagai bak penampungan utama sebelum didistribusikan ke warga.

Plang penanda RT dirancang sebagai media informasi tata ruang spasial yang esensial untuk memperjelas identitas wilayah administratif mitra. Mengingat status RT 76 Kelurahan Batu Ampar sebagai daerah pemekaran baru, batas fisik antar-wilayah sebelumnya tidak teridentifikasi dengan jelas. Kondisi ketiadaan plang batas tersebut sering kali menghambat alur koordinasi kependudukan, distribusi logistik, hingga pergerakan petugas pelayanan publik.
Tim merancang dan memproduksi 4 unit papan pembatas RT menggunakan material utama kayu kaso meranti dan kayu papan. Proses pengerjaan meliputi pemotongan bahan baku, perakitan struktur plang secara gotong-royong, serta pelapisan menggunakan cat minyak dan pilox agar informasi tulisan batas kawasan terlihat kontras dan tahan terhadap cuaca luar ruangan. Papan penanda ini dipasang pada titik-titik batas strategis yang disepakati bersama pengurus RT guna memperkuat identitas lingkungan, mewujudkan ketertiban tata wilayah, dan memudahkan identifikasi lokasi oleh masyarakat luas maupun pendatang.

 

[GAMBAR-2] Pengadaan Material dan Perakitan Fisik

 

Tim Pengabdi

  1. Muhammad Rachmansyah Teknik Kimia/FRTI
  2. Adinda Salsabila Teknik Kimia/FRTI
  3. Fariz Attar Arsitektur/FPB
  4. Indira Tiara Hanifa Teknik Kimia/FRTI
  5. Muhammad Najib Teknik Kimia/FRTI
  6. Nurhilalliyah Perencanaan Wilayah dan Kota/FPB
  7. Nurun Nazilatus Shofi Teknik Kimia/FRTI
  8. Reginald Felix Teknik Mesin/FRTI
  9. Siti Maemunah Perencanaan Wilayah dan Kota/FPB
  10. Vierillo Al Kahfi Teknik Mesin/FRTI

Manfaat Pengabdian

Manfaat:

1. Meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan domestik masyarakat RT 76 Kelurahan Batu Ampar melalui penyediaan air filtrasi yang jernih, tidak berbau besi, dan bebas dari endapan kuning kecoklatan berbahaya.

2. Mewujudkan kemandirian masyarakat dalam hal pengoperasian, pemeliharaan, serta pencucian (backwash) komponen media filter air secara berkala tanpa ketergantungan pihak luar.

3. Memperjelas penandaan batas spasial teritorial di wilayah pemekaran RT 76 guna mempermudah keteraturan tata administrasi kependudukan, pengiriman logistik, serta mobilisasi layanan darurat publik.

4. Menjadi model acuan kolaboratif lintas disiplin ilmu (Teknik Kimia, Teknik Mesin, Arsitektur, serta Perencanaan Wilayah dan Kota) dalam pengembangan teknologi tepat guna yang berbasis pada kebutuhan riil masyarakat mitra.