Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kegiatan kolaborasi yang dilakukan antara dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan dalam Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) yang berfokus pada pemberdayaan GAPOKTAN Sumber Laut Berjaya, melalui produk olahan singkong menjadi suwar-suwir dari hasil fermentasi tape singkong, guna untuk meningkatkan pendapatan GAPOKTAN Sumber Laut Berjaya yang berlokasi di Manggar, Balikpapan Timur, dengan tujuan mengoptimalkan pemanfaatan mesin pengaduk otomatis, serta memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengolahan, pengemasan, dan pemasaran produk. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dari bulan Mei hingga bulan November yang mencakup beberapa tahapan, yang diawali dengan melakukan survey lapangan, diskusi bersama mitra, identifikasi potensi dan permasalahan, pelatihan pengolahan tape singkong dan suwar-suwir menggunakan mesin pengaduk otomatis, pelatihan pengemasan dan pemasaran produk berbasis digital melalui akun media sosial dan marketplace, serta implementasi dan evaluasi.

Meskipun budidaya singkong yang dilakukan GAPOKTAN Sumber Laut Berjaya memiliki potensi yang cukup besar, pemanfaatannya belum memberikan nilai ekonomi yang optimal. Sebagian besar hasil panen masih dipasarkan dalam bentuk segar dengan harga jual yang relatif rendah, bahkan tidak jarang hasil panen gagal dipasarkan karena belum memperoleh pembeli sehingga sebagian singkong dibiarkan di lahan. Kondisi tersebut menyebabkan kerugian bagi petani. Di sisi lain, GAPOKTAN juga telah memiliki mesin pengaduk otomatis yang sebelumnya digunakan untuk produksi dodol rumput laut, namun belum dimanfaatkan secara optimal akibat menurunnya produktivitas rumput laut. Untuk mengatasi tantangan ini, dilakukan inovasi pengolahan menjadi tape singkong yang kemudian diolah menjadi produk berupa suwar-suwir menggunakan mesin pengaduk otomatis. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah singkong, mengoptimalkan pemanfaatan mesin pengaduk yang sebelumnya tidak digunakan, serta menghasilkan produk olahan yang memiliki daya saing dan nilai jual lebih tinggi. Selain pelatihan produksi, mitra juga memperoleh pendampingan dalam pengemasan produk, penyusunan identitas merek, serta pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace sehingga produk dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Rangkaian kegiatan diawali dengan survei lokasi dan diskusi bersama mitra untuk mengetahui kondisi di lapangan, potensi yang dimiliki, serta kendala yang selama ini dihadapi. Dari hasil diskusi tersebut, tim dapat menentukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan mitra, yaitu melalui pengolahan singkong menjadi produk suwar-suwir.
Setelah itu, peserta diberikan edukasi mengenai tape singkong, mulai dari proses fermentasi, pemilihan bahan baku, hingga cara pembuatannya. Edukasi ini diberikan agar peserta memahami proses pembuatan tape yang baik karena kualitas tape akan berpengaruh terhadap hasil akhir suwar-suwir.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan suwar-suwir menggunakan tape singkong yang telah dibuat sebelumnya. Peserta mengikuti setiap tahapan proses, mulai dari pencampuran bahan, pemasakan menggunakan mesin pengaduk otomatis, hingga menghasilkan suwar-suwir dengan tekstur yang baik dan siap dikemas.
Selanjutnya produk yang telah selesai kemudian dikemas menggunakan kemasan yang lebih menarik dan praktis. Pada tahap ini, peserta juga diberikan arahan mengenai pentingnya kemasan dan label produk agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi serta dapat menarik minat konsumen. Sebagai tahap akhir, tim memberikan pendampingan mengenai perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) agar mitra dapat menentukan harga jual yang sesuai. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace yang telah dibuat sebagai upaya memperluas jangkauan pemasaran produk
Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, di mana mitra terlibat langsung dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari edukasi pembuatan tape singkong, praktik