Program pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu bentuk penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilakukan oleh mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di RT 45, Kilometer 24, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, Kalimantan Timur dengan fokus pada penyediaan Lampu Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS). Wilayah tersebut masih memiliki beberapa ruas jalan yang minim penerangan sehingga aktivitas masyarakat pada malam hari menjadi kurang nyaman. Kondisi tersebut memengaruhi keamanan lingkungan, mobilitas warga, serta kelancaran aktivitas sehari-hari ketika hari mulai gelap. Melalui program ini diharapkan masyarakat memperoleh fasilitas penerangan yang lebih baik dengan memanfaatkan energi matahari sebagai sumber energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan survei lapangan untuk mengamati kondisi lingkungan secara langsung sekaligus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas penerangan jalan. Tim berdiskusi bersama ketua RT dan warga guna memperoleh informasi mengenai lokasi yang paling membutuhkan pemasangan lampu. Kuesioner juga dibagikan kepada masyarakat sebagai bahan evaluasi awal sehingga keputusan yang diambil didasarkan pada kondisi nyata di lapangan. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa keberadaan lampu jalan menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi warga karena berhubungan langsung dengan keamanan dan kenyamanan lingkungan. Tahapan ini menjadi dasar dalam menyusun rencana pemasangan PJUTS agar pelaksanaan program berjalan tepat sasaran.

Gambar 1. Kegiatan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan dan manfaat Lampu Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS)
Kegiatan berikutnya berupa edukasi dan sosialisasi mengenai pemanfaatan Lampu Jalan Umum Tenaga Surya kepada masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi cara kerja panel surya dalam mengubah energi matahari menjadi energi listrik, manfaat penggunaan PJUTS, serta pentingnya menjaga fasilitas agar dapat digunakan dalam waktu yang lama. Warga juga diberikan penjelasan mengenai perawatan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri sehingga kualitas penerangan tetap terjaga. Suasana diskusi berlangsung dengan baik karena masyarakat memberikan tanggapan serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penggunaan teknologi tersebut. Interaksi tersebut menunjukkan adanya antusiasme masyarakat untuk memahami teknologi energi terbarukan yang diterapkan di lingkungan mereka.

Gambar 2. Sosialisasi dan diskusi bersama masyarakat RT 45 mengenai pelaksanaan program PJUTS