Potensi industri digital di Indonesia memang tidak dapat dipandang sebelah mata. Saat ini ada sekitar 202.6 juta pengguna internet dan 98.2% merupakan pengguna perangkat telepon pintar di Indonesia. Ini adalah modal besar bagi Indonesia untuk mengembangkan e-commerce dan bisnis berbasis teknologi digital di Tanah Air. Volume bisnis e-commerce di Indonesia diprediksi akan mencapai USD 124 miliar di tahun 2025. Di sisi lain, salah satu faktor pendukung yang menentukan kemajuan sebuah negara adalah jumlah wirausahanya. Melihat fakta tersebut, kita sebenarnya memiliki peluang untuk menciptakan entrepreneur nation dengan memanfaatkan teknologi digital yang akan menjadikan kita tuan rumah di negara sendiri. Melalui program pengabdian masyrakat ini menjadi salah satu stimulus untuk menghadirkan wirausaha khususnya di sektor teknologi untuk membantu menyelesaikan permasalahan lokal yang bersolusi global khususnya di Kota Balikpapan.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Kampung Timur Kota Balikpapan ini, penulis mengadakan kegiatan bertajuk “Implementasi Kurikulum Program Pembinaan Startup di Balikpapan”. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh dosen Program Studi Bisnis Digital dan dosen Program Studi Statistika Institut Teknologi Kalimantan yang diketui oleh Bayu Nur Abdallah, S.T., M.T. Kegiatan ini bertujuan agar para pengelola bisnis startup lebih paham pengelolaan finansial bisnisnya melalui pelatihan finansial dashboard dan peningkatan revenue stream melalui pelatihan digital marketing. Berdasarkan kuesioner yang dibagikan, dapat diketahui bila tingkat pemahaman dan keinginan untuk mengimplementasikan pada bisnis ialah 72% oleh responden peserta pelatihan yang mayoritas pengelola startup bisnis di kota balikpapan.

Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa untuk mendorong perilaku digital yang berorientasi bisnis diperlukan literasi digital dan pengalaman digital pelaku usaha dalam penggunaan perangkat digital yang aman dan layanan yang mudah digunakan dan dapat diakses dimanapun. Rekomendasi penelitian selanjutnya adalah meneliti variabel literasi digital dan pengalaman digital yang berpengaruh langsung terhadap kinerja bisnis.