Detail Pengabdian


Edukasi Mengenai Bahaya Gadget Elektronik untuk Anak-Anak Berbasis Website dan Video di RT 045 Kelurahan Karang Joang, Kota Balikpapan

Tahun 2026 Ketua: Yanuar Bhakti Wira Tama, M.Si. PMMD
Edukasi Mengenai Bahaya Gadget Elektronik untuk Anak-Anak Berbasis Website dan Video di RT 045 Kelurahan Karang Joang, Kota Balikpapan

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam pola bermain, belajar, dan berinteraksi anak-anak. Gadget tidak lagi hanya digunakan sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi sarana hiburan, pembelajaran, dan akses informasi. Meskipun demikian, penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, terutama apabila anak-anak menggunakannya tanpa pendampingan orang tua. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di RT 045 Kelurahan Karang Joang, Kota Balikpapan. Berdasarkan hasil survei awal dan diskusi bersama mitra, ditemukan bahwa penggunaan gadget pada anak-anak masih belum sepenuhnya diimbangi dengan literasi digital keluarga. Sebagian orang tua masih mengalami kesulitan dalam menentukan batas waktu penggunaan gadget, memilih konten yang aman, serta mendampingi anak agar tidak terlalu bergantung pada layar elektronik. Selain itu, masyarakat belum memiliki media edukasi yang terpusat, mudah diakses, dan dapat digunakan secara berulang sebagai rujukan dalam memahami bahaya penggunaan gadget.

 

Menanggapi permasalahan tersebut, tim Inovasi Sosial Institut Teknologi Kalimantan mengembangkan platform edukasi digital bernama DigiKids. Platform ini dirancang sebagai media pembelajaran berbasis website dan video yang berfokus pada edukasi bahaya gadget elektronik untuk anak-anak. Website DigiKids dapat diakses melalui laman https://digikids.id/ dan menyajikan berbagai informasi edukatif yang ditujukan bagi orang tua, anak-anak, serta masyarakat umum. Website DigiKids dikembangkan menggunakan Vue.js pada sisi antarmuka pengguna dan Express.js pada sisi backend, dengan dukungan Supabase berbasis PostgreSQL sebagai sistem pengelolaan data. Website ini juga dilengkapi dengan panel admin untuk memudahkan proses pengelolaan dan penambahan konten. Dengan pendekatan tersebut, website dirancang agar responsif, ringan, mudah dikelola, serta nyaman digunakan melalui berbagai perangkat.

 

Halaman Beranda menjadi pintu utama bagi pengguna untuk mengenal isi website DigiKids. Pada halaman ini, pengguna disambut dengan tampilan utama yang menampilkan artikel pilihan dalam bentuk slider. Konten pada bagian awal website dirancang menarik agar pengunjung langsung memahami isu utama yang dibahas, yaitu penggunaan gadget pada anak dan dampaknya terhadap perkembangan mereka. Halaman Beranda juga menampilkan ringkasan beberapa bagian penting, seperti Bahaya Gadget, Alternatif Seru, Panduan, Video Edukasi, dan Berita Terkini. Melalui halaman ini, pengunjung dapat langsung menuju artikel bahaya gadget, membaca berita terbaru, melihat alternatif aktivitas tanpa gadget, membuka panduan screen time, atau menonton video edukasi. Dengan susunan tersebut, halaman Beranda berfungsi sebagai pusat navigasi utama yang menghubungkan seluruh konten edukasi dalam website.

 

 

Gambar 1. Halaman Dashboard Digikids

 

 

Halaman Berita menyajikan kumpulan artikel berita dan informasi terkini mengenai isu gadget, anak, kesehatan digital, keamanan digital, dan parenting. Pada halaman ini tersedia fitur pencarian artikel serta kategori seperti Keamanan Digital Anak, Kesehatan Anak, dan Bahaya Gadget. Fitur tersebut memudahkan pengunjung untuk menemukan artikel sesuai topik yang dibutuhkan. Konten berita dalam website DigiKids tidak hanya berisi informasi umum, tetapi juga menghadirkan contoh kasus nyata yang berkaitan dengan penggunaan gadget dan media digital. Dengan demikian, orang tua dapat memahami bahwa risiko penggunaan gadget tidak hanya berbentuk gangguan fisik atau kebiasaan bermain layar, tetapi juga dapat berkaitan dengan keamanan digital, cyberbullying, paparan konten berbahaya, dan kecanduan game.

 

 

Gambar 2. Halaman Berita Digikids

 

Salah satu halaman detail berita yang ditampilkan pada website DigiKids berjudul “Gadis 12 Tahun Meninggal Diduga Akibat Cyberbullying di Snapchat, Kasusnya Menggemparkan Inggris”. Halaman ini memuat artikel berita dengan tampilan yang tersusun rapi, dimulai dari judul artikel, kategori, nama penulis, tanggal publikasi, estimasi waktu membaca, gambar utama, ringkasan artikel, isi berita, artikel terkait, dan daftar pustaka atau referensi. Isi artikel menjelaskan kasus seorang anak berusia 12 tahun di Inggris yang diduga mengalami perundungan daring melalui media sosial Snapchat. Artikel ini disusun sebagai bahan edukasi agar orang tua lebih memahami bahwa penggunaan media sosial pada anak dapat membawa risiko serius apabila tidak disertai pengawasan dan komunikasi yang baik. Pada bagian awal, artikel menjelaskan latar belakang kasus yang menjadi perhatian publik, kemudian dilanjutkan dengan poin-poin penting, seperti usia korban, dugaan cyberbullying, dan media sosial yang menjadi fokus penyelidikan.

 

Bagian berikutnya membahas cyberbullying sebagai ancaman global. Pada bagian ini, artikel menekankan bahwa perundungan daring tidak hanya terjadi di satu negara, tetapi telah menjadi persoalan yang dapat dialami anak dan remaja di berbagai tempat. Bentuknya dapat berupa ejekan, penyebaran rumor, penghinaan, ancaman, atau tekanan sosial yang dilakukan melalui media sosial maupun aplikasi pesan. Pada bagian akhir, artikel memberikan arahan mengenai hal yang dapat dilakukan orang tua. Orang tua perlu membangun komunikasi terbuka dengan anak, mengawasi penggunaan media sosial, mengajarkan cara melaporkan akun yang melakukan perundungan, serta segera mencari bantuan apabila anak menunjukkan perubahan perilaku yang mengkhawatirkan. Dengan adanya halaman detail berita ini, website DigiKids tidak hanya menyajikan informasi peristiwa, tetapi juga mengubah berita menjadi bahan edukasi dan langkah pencegahan bagi keluarga.

 

 

Gambar 3. Halaman Detail Berita Digikids

 

 

Halaman Bahaya Gadget menjadi salah satu bagian utama dalam website DigiKids. Halaman ini menampilkan kumpulan artikel edukatif mengenai dampak gadget terhadap anak. Topik yang dibahas meliputi dampak gadget terhadap perkembangan sosial, literasi anak, kesehatan fisik, kesehatan mata, gangguan tidur, perubahan perilaku, risiko speech delay, dan risiko psikologis akibat penggunaan gadget yang terlalu dini atau terlalu lama. Pada bagian atas halaman, terdapat informasi ringkas berbentuk angka atau statistik yang dirancang untuk menarik perhatian pengguna. Informasi tersebut membantu pengunjung memahami bahwa penggunaan gadget berlebihan memiliki dampak yang perlu diperhatikan. Setelah itu, pengguna dapat membaca artikel utama dan artikel lainnya yang disusun dalam bentuk kartu agar mudah dipilih. Halaman ini juga dilengkapi dengan ajakan untuk membaca halaman Alternatif dan Panduan. Dengan demikian, setelah memahami bahaya gadget, pengunjung tidak hanya berhenti pada pemahaman terhadap risiko, tetapi juga diarahkan menuju solusi berupa aktivitas pengganti dan panduan pengasuhan digital.

 

Salah satu halaman detail bahaya gadget yang ditampilkan berjudul “Pisau Bermata Dua Era Digital: Membedah Dampak Gadget pada Keterampilan Sosial dan Literasi Anak”. Artikel ini membahas penggunaan gadget dari dua sisi. Di satu sisi, gadget dapat memberikan hiburan dan stimulasi bagi anak. Namun, di sisi lain, penggunaan yang berlebihan dapat menghambat perkembangan sosial, kemampuan berbahasa, literasi dasar, dan kesehatan psikologis anak. Artikel diawali dengan bagian pendahuluan yang menjelaskan bahwa perkembangan sosial anak usia dini merupakan proses penting karena anak belajar menyesuaikan diri dengan aturan, lingkungan, dan interaksi sosial. Namun, tingginya intensitas penggunaan gadget dapat mengganggu proses tersebut. Penggunaan layar yang terlalu lama dapat membatasi kesempatan anak untuk berkomunikasi secara langsung, bermain bersama teman sebaya, serta membangun pengalaman sosial di dunia nyata.

 

Pada bagian pembahasan, artikel menjelaskan disrupsi terhadap interaksi psikososial dan bahasa. Anak yang terlalu sering menggunakan gadget dapat mengalami penurunan kualitas hubungan sosial, kesulitan bekerja sama, serta berkurangnya kesempatan untuk berinteraksi secara verbal dengan orang lain. Selain itu, artikel juga menyoroti risiko anak menjadi lebih sulit fokus, mudah gelisah, mudah marah ketika aktivitas bermainnya terganggu, serta meniru bahasa kasar atau perilaku yang tidak sesuai dari konten yang dikonsumsi.

 

Artikel ini juga memuat pembahasan mengenai keterkaitan penggunaan gadget dengan literasi anak. Paparan layar yang berlebihan berpotensi mengurangi waktu anak untuk membaca, berdialog, mendengarkan cerita, menulis, dan melakukan aktivitas belajar secara langsung. Oleh karena itu, orang tua perlu mengatur batas penggunaan layar, memilih konten yang berkualitas, dan menyeimbangkan penggunaan gadget dengan aktivitas fisik, interaksi sosial, serta kebiasaan membaca. Pada bagian akhir, halaman detail bahaya gadget dilengkapi daftar pustaka atau referensi yang menjadi dasar penyusunan artikel. Hal ini menunjukkan bahwa konten dalam website tidak hanya bersifat opini, tetapi disusun berdasarkan rujukan yang relevan. Dengan adanya halaman detail seperti ini, website DigiKids dapat menjadi sumber bacaan edukatif bagi orang tua untuk memahami dampak gadget secara lebih mendalam.

 

Halaman Alternatif dirancang untuk memberikan solusi praktis bagi anak dan orang tua setelah memahami bahaya penggunaan gadget secara berlebihan. Halaman ini mengangkat tema “Seru Tanpa Gadget” dan berisi berbagai ide aktivitas kreatif, sehat, dan menyenangkan sebagai pengganti penggunaan perangkat elektronik. Pada halaman ini ditampilkan informasi mengenai jumlah kategori aktivitas, banyaknya ide kegiatan, serta akses yang gratis. Kategori aktivitas yang tersedia mencakup aktivitas fisik, aktivitas keluarga, digital parenting, pendidikan, kesehatan anak, dan aktivitas kreatif lainnya. Contoh aktivitas yang ditampilkan antara lain bermain di luar rumah, permainan keluarga, kegiatan membaca bersama, aktivitas seni, olahraga ringan, serta kegiatan sosial yang dapat dilakukan anak bersama teman atau keluarga. Halaman Alternatif memiliki peran penting karena tidak hanya mengajak anak mengurangi penggunaan gadget, tetapi juga memberikan pilihan kegiatan pengganti yang lebih sehat. Dengan adanya halaman ini, orang tua dapat menemukan inspirasi aktivitas yang dapat dilakukan di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan sekitar. Salah satu halaman detail alternatif yang ditampilkan berjudul “Aktivitas Outdoor untuk Anak: Seru, Sehat, dan Bebas Gadget”. Artikel ini menjelaskan bahwa bermain di luar rumah dapat menjadi pilihan sederhana untuk mengembalikan keseimbangan aktivitas anak. Aktivitas luar ruangan tidak hanya membuat anak lebih aktif secara fisik, tetapi juga membantu mereka berinteraksi dengan lingkungan, teman sebaya, dan keluarga. Pada bagian pendahuluan, artikel menjelaskan bahwa anak yang semakin dekat dengan gadget tetap membutuhkan ruang untuk bergerak, bermain, dan mengeksplorasi lingkungan sekitar. Bermain di luar rumah dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus mendidik, karena anak belajar bahwa hiburan tidak harus selalu berasal dari layar. Bagian pembahasan menjelaskan alasan anak perlu bermain di luar rumah.

 

Pertama, aktivitas luar ruangan membantu anak lebih aktif bergerak melalui kegiatan seperti berlari, melompat, berjalan, bermain bola, atau permainan fisik lainnya. Kedua, kegiatan outdoor dapat mengurangi kebiasaan menggunakan gadget terlalu lama karena perhatian anak berpindah dari layar ke aktivitas nyata. Ketiga, bermain di luar rumah membantu anak mengenal lingkungan sekitar, seperti halaman rumah, taman, lapangan, tanaman, dan teman sebaya. Keempat, kegiatan tersebut meningkatkan interaksi sosial karena anak belajar berbicara, bekerja sama, menunggu giliran, berbagi, dan mengikuti aturan permainan. Artikel ini juga menegaskan bahwa aktivitas luar ruangan dapat menjadi pengganti hiburan dari gadget. Anak tidak hanya memperoleh kesenangan, tetapi juga mengembangkan kemampuan motorik, komunikasi, keberanian, dan kemandirian. Pada bagian akhir, halaman detail alternatif dilengkapi daftar pustaka atau referensi, seperti rujukan mengenai aktivitas fisik anak, perilaku sedentari, serta pentingnya permainan aktif dalam kehidupan anak. Dengan demikian, halaman detail alternatif berperan sebagai panduan praktis sekaligus edukatif bagi orang tua.Halaman Panduan dibuat sebagai pusat literasi digital bagi orang tua. Halaman ini memuat panduan penggunaan gadget berdasarkan usia anak, mulai dari usia 0 sampai 18 bulan, 18 sampai 24 bulan, 3 sampai 5 tahun, dan kelompok usia lainnya. Setiap kategori usia dilengkapi dengan rekomendasi durasi penggunaan gadget, jenis konten yang sesuai, serta hal-hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua. Selain panduan screen time, halaman ini juga menyajikan langkah-langkah parental control secara bertahap. Orang tua diarahkan untuk melakukan audit perangkat anak, mengaktifkan fitur seperti Family Link atau Screen Time, mengatur batas waktu harian, membuat jadwal bebas gadget, serta memantau aktivitas digital anak secara bijak.

 

Halaman ini juga menyediakan template aturan media keluarga. Template tersebut berisi contoh aturan sederhana, seperti tidak menggunakan gadget saat makan bersama, mengumpulkan gadget sebelum tidur, menyelesaikan pekerjaan rumah sebelum bermain gadget, serta menceritakan kepada orang tua apabila menemukan konten yang mengganggu. Selain itu, tersedia bagian pertanyaan yang sering diajukan untuk menjawab kekhawatiran umum orang tua mengenai penggunaan gadget pada anak. Dengan adanya halaman Panduan, website DigiKids tidak hanya memberikan informasi tentang bahaya gadget, tetapi juga menawarkan langkah nyata yang dapat diterapkan oleh keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

 

Selain artikel, DigiKids juga menyediakan halaman Video Edukasi. Halaman ini berisi koleksi video informatif tentang penggunaan gadget yang bijak, parental control, kesehatan anak, dan aktivitas alternatif. Video disusun dalam beberapa kategori, seperti Untuk Orang Tua, Untuk Anak, Parental Control, Kesehatan, dan Aktivitas agar pengguna dapat memilih materi sesuai kebutuhan. Video edukasi dibuat sebagai media pendukung agar pesan yang disampaikan lebih menarik, terutama bagi anak-anak dan masyarakat yang lebih mudah memahami informasi dalam bentuk visual. Video tersebut dipublikasikan melalui media sosial seperti YouTube, Instagram, dan TikTok, kemudian disematkan kembali ke dalam website. Dengan cara ini, edukasi dapat menjangkau masyarakat melalui berbagai kanal sekaligus tetap terpusat dalam website DigiKids. Selain pengembangan website, tim juga memproduksi video edukasi sebagai media kampanye digital. Video dibuat berdasarkan naskah yang telah disusun oleh tim dan dirancang agar mudah dipahami oleh masyarakat. Video edukasi ini berperan sebagai penguat pesan utama website, yaitu mengajak keluarga menggunakan teknologi secara bijak dan menyeimbangkannya dengan aktivitas nyata. Tahapan pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap, mulai dari diskusi awal bersama mitra, survei kebiasaan penggunaan gadget, penyusunan materi edukasi, pengembangan website, pembuatan tampilan antarmuka, pengembangan panel admin, pengisian konten artikel, pengujian website, produksi video edukasi, hingga publikasi konten. Setelah platform selesai dikembangkan, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi langsung kepada siswa-siswi SD 018 Karang Joang. Sosialisasi di SD 018 Karang Joang dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif. Tim menyampaikan materi mengenai bahaya gadget elektronik, seperti risiko penggunaan berlebihan, pentingnya membatasi waktu layar, serta perlunya menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan aktivitas dunia nyata. Setelah pemaparan materi, siswa juga diperkenalkan dengan alternatif hiburan non-gadget melalui permainan fisik dan aktivitas bersama. Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak tidak hanya memahami bahaya gadget, tetapi juga merasakan bahwa bermain tanpa gadget tetap dapat menjadi kegiatan yang seru dan menyenangkan. Setelah kegiatan selesai, website DigiKids diserahkan kepada masyarakat melalui Ketua RT 045 Kelurahan Karang Joang agar dapat disebarluaskan dan dimanfaatkan secara mandiri oleh warga. Platform ini diharapkan dapat menjadi rujukan literasi digital keluarga yang berkelanjutan, khususnya bagi orang tua dalam mendampingi anak menggunakan gadget secara lebih bijak.

 

Berdasarkan hasil kegiatan, program ini menghasilkan beberapa luaran utama, yaitu website edukasi DigiKids, video edukasi yang dipublikasikan melalui media sosial, kegiatan sosialisasi bahaya gadget kepada siswa SD 018 Karang Joang, video aftermovie kegiatan, serta produk yang sedang dalam proses pengajuan Hak Kekayaan Intelektual berupa Hak Cipta. Secara keseluruhan, DigiKids diharapkan dapat memperkuat literasi digital keluarga, membantu orang tua menerapkan pola asuh digital yang lebih sehat, dan menekan dampak negatif penggunaan gadget pada anak secara berkelanjutan.

Tim Pengabdi

  1. Yanuar Bhakti Wira Tama, M.Si. (Matematika/JSAD/ITK)
  2. Daniel Belawa Koten (Informatika/JTEIB/ITK)
  3. Abdullah Adiwarman Wildan (Informatika/JTEIB/ITK)
  4. Brikal Adhitama Santoso (Informatika/JTEIB/ITK)
  5. Dimas Ramadhani (Informatika/JTEIB/ITK)
  6. Muhammad Zaki Afriza (Informatika/JTEIB/ITK)
  7. Zakaria Fattawari (Informatika/JTEIB/ITK)
  8. Ajwar Alwan (Teknik Lingkungan/JTK/ITK)
  9. Muhammad Khoirullah (Teknik Lingkungan/JTK/ITK)
  10. Putri Afrida (Teknik Lingkungan/JTK/ITK)

Manfaat Pengabdian

1. Meningkatkan literasi digital keluarga di lingkungan RT 045 Kelurahan Karang Joang, khususnya pemahaman orang tua mengenai risiko penggunaan gadget yang berlebihan pada anak, seperti gangguan konsentrasi, masalah kesehatan fisik, perubahan perilaku, hingga berkurangnya interaksi sosial.

2. Menyediakan media edukasi yang mudah diakses, informatif, dan dapat dipelajari secara berulang melalui website edukasi Digikids

3. Memberikan panduan praktis bagi orang tua, mencakup rekomendasi screen time sesuai usia, tips pendampingan anak, penyeleksian konten, serta pengaturan keamanan pada perangkat digital.

4. Menumbuhkan kesadaran anak-anak, khususnya siswa SD 018 Karang Joang, akan pentingnya menyeimbangkan waktu bermain di dunia nyata dengan penggunaan gawai melalui pengenalan alternatif aktivitas non-gadget.

5. Menjadi acuan dan model bagi kegiatan pengabdian kepada masyarakat berikutnya dalam membangun platform edukasi digital berbasis komunitas yang berkelanjutan.