Detail Penelitian


SINTESIS BIODIESEL dari MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN KATALIS CaO TULANG SAPI

Tahun 2026 Ketua: Elizabeth Desfelia Ciciolini Sidabutar, S.T., M.T. Skema Riset Terapan
SINTESIS BIODIESEL dari MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN KATALIS CaO TULANG SAPI

 

Biodiesel merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil serta mendukung pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah. Dalam penelitian ini, minyak jelantah digunakan sebagai bahan baku biodiesel karena memiliki potensi untuk dimanfaatkan melalui proses transesterifikasi, sedangkan limbah tulang sapi dimanfaatkan sebagai sumber katalis heterogen CaO. Penggunaan CaO dari tulang sapi menjadi alternatif katalis yang potensial karena dapat diperoleh melalui proses kalsinasi dan memiliki aktivitas katalitik yang mendukung pembentukan biodiesel.

 

Gambar 1 : Proses Pembuatan katalis CaO dari Tulang Sapi dan Proses Pembuatan Biodiesel (Sumber : Penulis)

 

Penelitian dilakukan dengan memvariasikan suhu kalsinasi katalis pada 800°C dan 1000°C, waktu kalsinasi selama 3, 5, dan 7 jam, konsentrasi katalis sebesar 4 wt% dan 6 wt%, serta rasio molar minyak terhadap metanol sebesar 5:1 dan 12:1. Proses transesterifikasi dilakukan selama 1 jam pada suhu 65°C dengan yield biodiesel sebagai parameter utama evaluasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa minyak jelantah memiliki kadar FFA sebesar 1,82%, sehingga masih dapat digunakan untuk transesterifikasi langsung menggunakan katalis CaO, meskipun peningkatan FFA dapat meningkatkan risiko pembentukan sabun melalui reaksi saponifikasi.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu kalsinasi dari 800°C menjadi 1000°C secara umum meningkatkan yield biodiesel. Pada suhu 1000°C, yield yang diperoleh pada waktu kalsinasi 3, 5, dan 7 jam berturut-turut sebesar 62%, 68%, dan 73%. Kondisi optimum diperoleh pada suhu kalsinasi 1000°C selama 5 jam dengan konsentrasi katalis 4–6 wt% dan rasio molar 12:1, dengan yield maksimum sekitar 73%. Peningkatan suhu kalsinasi meningkatkan pembentukan CaO aktif akibat dekarbonasi CaCO₃ yang lebih sempurna sehingga menghasilkan situs basa yang lebih aktif dalam reaksi transesterifikasi.

 

Tim Peneliti

  1. Elizabeth Desfelia Ciciolini Sidabutar, S.T., M.T. (Teknik Kimia/Rekayasa Industri)
  2. Dr. Eng. Rizqy Romadhona Ginting, S.T., M.T. (Teknik Kimia/Rekayasa Industri)
  3. Yongki Christandi Batubara, S.T., M.Eng (Teknik Mesin/Teknologi Industri)

Manfaat Penelitian

Lingkungan: Mengurangi pencemaran lingkungan dari limbah minyak jelantah dan tulang sapi dengan memanfaatkannya kembali menjadi produk bernilai guna. 

 

Energi: Menyediakan alternatif energi terbarukan yang ramah lingkungan dan berpotensi menggantikan bahan bakar fosil.

 

Ekonomi: Memberikan peluang peningkatan nilai tambah dari limbah,minyak jelantah sehingga dapat mendorong inovasi dan usaha berbasis energi terbarukan.