Detail Penelitian


Safety Report : Perancangan Media Digital untuk Belajar Mengenali dan Melaporkan Bahaya di Area Kerja

Tahun 2026 Ketua: Mayati Isabella, S.T., M.T. Skema Riset Terapan
Safety Report :  Perancangan Media Digital untuk Belajar Mengenali dan Melaporkan Bahaya di Area Kerja

Keselamatan dan kesehatan kerja tidak hanya berkaitan dengan penggunaan alat pelindung diri dan kepatuhan terhadap prosedur. Kemampuan mengenali potensi bahaya dan menyampaikan temuan secara tepat juga menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kecelakaan kerja. Pelaporan yang jelas membantu informasi mengenai kondisi atau tindakan tidak aman diterima oleh pihak yang bertanggung jawab sehingga dapat ditindaklanjuti.  

 

Untuk mendukung proses pembelajaran tersebut, tim peneliti Institut Teknologi Kalimantan mengembangkan Safety Report, sebuah prototipe pelaporan bahaya berbasis web. Media ini dirancang agar pengguna dapat mempelajari proses pelaporan melalui tahapan yang terstruktur, mulai dari memasukkan informasi temuan hingga memantau perkembangan laporan. Informasi yang dapat dicantumkan meliputi lokasi, jenis bahaya, deskripsi kejadian atau temuan, serta foto pendukung. Temuan juga dapat dikategorikan sebagai kondisi tidak aman (unsafe condition) atau tindakan tidak aman (unsafe action).

 

Safety Report menyediakan fitur yang mendukung proses pelaporan dan pengelolaan temuan. Pengguna dapat melihat riwayat laporan beserta status dan perkembangannya, sedangkan administrator dapat memeriksa laporan masuk, memperbarui status, menetapkan penanggung jawab, serta mencatat tindak lanjut. Dengan alur tersebut, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada cara menyampaikan laporan, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai proses penanganan laporan setelah diterima.

 

Pengembangan prototipe dilakukan pada Juni hingga September 2026 menggunakan pendekatan Research and Development dengan model ADDIE, yang mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pengujian fungsi menggunakan metode black-box testing menunjukkan bahwa 14 dari 15 skenario pengujian berhasil dijalankan, dengan tingkat keberhasilan sebesar 93,33%. Satu skenario belum berhasil, yaitu pengujian validasi batas jumlah karakter pada judul laporan. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar fungsi yang diuji telah berjalan sesuai skenario, meskipun masih terdapat bagian yang perlu diperbaiki.

 

Dokumentasi Tampilan antarmuka prototipe Safety Report berbasis web

 

Dokumentasi Tampilan fitur pelaporan bahaya dan pengelolaan laporan

 

Dokumentasi simulasi penggunaan Safety Report oleh mahasiswa

Tim Peneliti

  1. Mayati Isabella, S.T., M.T. (Rekayasa Keselamatan/FRTI/ITK)
  2. Rizky Amelia, S.Si., M.Han. (Informatika/FSTI/ITK)
  3. Arini Anestesia Purba, S.T., M.T. (Teknik Industri/FRTI/ITK)
  4. Tri Hardiyanti Asmaningrum, S.Pd., M.T. (Rekayasa Keselamatan/FRTI/ITK)
  5. Muhammad Azka Yunastio (Informatika/FSTI/ITK)
  6. Archangela Adelina (Rekayasa Keselamatan/FRTI/ITK)
  7. Athaya Nur Khayyirah (Rekayasa Keselamatan/FRTI/ITK)
  8. Elvira Rahmadhani Setyaningrum (Rekayasa Keselamatan/FRTI/ITK)

Manfaat Penelitian

Pengembangan Safety Report memberikan alternatif media pembelajaran keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang memungkinkan mahasiswa mempraktikkan proses pelaporan bahaya secara terstruktur. Melalui media ini, mahasiswa dapat belajar membedakan kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman, mendokumentasikan temuan, serta memahami tahapan penanganan laporan. Pengalaman tersebut diharapkan membantu mahasiswa menghubungkan materi K3 yang dipelajari di kelas dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengenali dan melaporkan potensi bahaya di lingkungan kerja.