Detail Penelitian


Pengembangan Buku Ajar Bahasa Inggris Berbasis Kearifan Lokal Rumah Tradisional Lamin untuk Meningkatkan Pemahaman Membaca Pembelajar EFL

Tahun 2026 Ketua: Yustina Fitriani, S.Pd., M.Pd. Skema Riset Terapan
Pengembangan Buku Ajar Bahasa Inggris Berbasis Kearifan Lokal Rumah Tradisional Lamin untuk Meningkatkan Pemahaman Membaca Pembelajar EFL

Kemampuan membaca (reading comprehension) merupakan kompetensi penting bagi pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (English as a Foreign Language/EFL), terutama di perguruan tinggi yang menuntut mahasiswa mengakses beragam literatur ilmiah berbahasa Inggris. Kemampuan ini mencakup mengidentifikasi ide pokok, menemukan informasi rinci, membuat inferensi, memahami referensi kata, hingga menafsirkan teks secara kritis. Salah satu cara yang efektif untuk mengasah kemampuan tersebut adalah belajar melalui budaya. Teks bacaan yang mengangkat budaya yang dekat dengan pembelajar membantu mereka mengaitkan bacaan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki, sehingga makna teks lebih mudah dipahami, proses membaca terasa lebih bermakna, dan pembelajar sekaligus mengenal serta menghargai kearifan lokal daerahnya.

 

Di sisi lain, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur mendorong penguatan identitas budaya daerah sebagai bagian dari wajah Indonesia di tingkat global. Salah satu warisan budaya penting di Kalimantan Timur adalah rumah tradisional Lamin, rumah adat masyarakat Dayak yang memiliki nilai historis, sosial, dan filosofis yang kuat. Rumah Lamin bukan sekadar tempat tinggal komunal, tetapi juga mencerminkan sistem nilai dan identitas budaya masyarakat setempat. Potensi ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber teks bacaan yang kontekstual dan dekat dengan pengalaman pembelajar.

 

Sebagai landasan, tim peneliti melakukan kajian literatur sistematis mengikuti pedoman PRISMA 2020 terhadap 746 rekaman dari Scopus, ERIC, Google Scholar, dan Garuda. Sebanyak 17 studi terpilih dianalisis secara tematik. Hasilnya menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis kearifan lokal secara konsisten meningkatkan pemahaman bacaan, motivasi belajar, kesadaran budaya, dan kompetensi antarbudaya. Namun, penelitian di bidang ini masih didominasi kajian pustaka (52,9%), jenjang pendidikan tinggi kurang terwakili (5,9%), dan studi yang memakai rumah Lamin sebagai konteks budaya baru mencapai 11,8%. Belum ditemukan studi yang secara khusus mengembangkan bahan ajar reading bahasa Inggris berbasis rumah Lamin.

 

Berdasarkan temuan tersebut, tim peneliti mengembangkan buku ajar berjudul English through Local Culture: Developing Reading Skills through the Lamin House of East Kalimantan. Penelitian ini merupakan kelanjutan riset tahun 2024 yang menghasilkan panduan kerangka pengembangan materi pembelajaran berbasis budaya lokal rumah tradisional Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan wawancara.

Gambar 1. Cover buku English through Local Culture

Seluruh teks dalam buku mengangkat satu situs warisan budaya, yaitu Lamin Adat Pemung Tawai, rumah panjang komunitas Dayak Kenyah di Desa Budaya Pampang, Samarinda. Buku ditujukan bagi mahasiswa dengan kemampuan bahasa Inggris level CEFR B1–B2 dan dirancang sebagai buku pendamping mata kuliah reading, sehingga setiap chapter dapat digunakan secara mandiri sesuai rencana perkuliahan. Buku diawali dengan Preliminary Section tentang strategi predicting, skimming, dan scanning, kemudian dilanjutkan dengan enam chapter yang disusun berjenjang mengikuti Taksonomi Bloom revisi, dari mengingat (C1) hingga mencipta (C6). Setiap chapter memadukan satu keterampilan membaca, satu jenis teks, dan satu fokus tata bahasa.

 

Draft buku telah selesai disusun dan divalidasi oleh tim ahli. Saat ini penelitian berada pada tahap  layouting sebelum buku diajukan untuk ISBN dan pendaftaran HKI. Tim peneliti berharap buku ajar ini dapat menjadi referensi pembelajaran reading bagi pembelajar EFL, sekaligus memperkuat literasi dan identitas budaya lokal Kalimantan Timur.

Tim Peneliti

  1. Yustina Fitriani, S.Pd., M.Pd. (Informatika/JTEIB/ITK)
  2. Ir. Denny Huldiansyah, S.T., M.Arch., IPP. (Arsitektur/JTSP/ITK)
  3. Fulkha Tajri M, S.Pd., M.Sn. (Desain Komunikasi Visual/JTSP/ITK)

Manfaat Penelitian

1. Menyediakan buku ajar pendamping (companion book) mata kuliah reading bahasa Inggris bagi mahasiswa EFL level CEFR B1–B2, dengan konteks budaya lokal rumah Lamin Kalimantan Timur.

 

2. Membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan membaca secara berjenjang mengikuti Taksonomi Bloom revisi (C1–C6), mulai dari mengidentifikasi informasi eksplisit hingga menyusun rekomendasi berbasis bukti.

 

3. Memperkenalkan dan melestarikan nilai historis, sosial, dan filosofis rumah Lamin, khususnya Lamin Adat Pemung Tawai milik komunitas Dayak Kenyah di Desa Budaya Pampang, Samarinda, sebagai bagian dari penguatan identitas budaya Kalimantan Timur.

 

4. Menjadi bahan acuan bagi penelitian berikutnya dalam pengembangan bahan ajar berbasis budaya lokal, seperti instrumen asesmen reading, penerapan multi-kampus, dan media pembelajaran digital.