Detail Penelitian


Baja Terkikis, Logistik Terancam: Menjaga Kapal Barge Tetap Aman Mengarungi ALKI II

Tahun 2026 Ketua: Rodlian Jamal Ikhwani, S.T., M.T. Skema Riset Dasar
Baja Terkikis, Logistik Terancam: Menjaga Kapal Barge Tetap Aman Mengarungi ALKI II

Analisis integritas struktur pada pelat alas (bottom plate) kapal tongkang (barge) yang beroperasi di jalur logistik vital ALKI II, khususnya wilayah perairan Kalimantan. Lingkungan maritim yang agresif memicu terjadinya korosi non-uniform atau penipisan material secara tidak merata yang berisiko menurunkan kekuatan sisa kapal dan memicu kegagalan struktural. Melalui pengujian tak merusak (Non-Destructive Testing) berbasis Ultrasonic Thickness Gauge (UT) berkerapatan tinggi di galangan Samarinda, profil penipisan pelat aktual berhasil dipetakan secara detail dari titik terendah 10,6 mm hingga 13,4 mm. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode simulasi elemen hingga (Finite Element Method/FEM) dengan mempertimbangkan beban hidrostatik dan hidrodinamis. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tegangan ekuivalen maksimum yang terjadi berada di area scallop sebesar 141,22 MPa dengan deformasi maksimum 2,17676 mm. Nilai tegangan ini terbukti masih aman karena berada di bawah batas izin regulasi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) yaitu 150 MPa. Selain itu, perhitungan fatigue life berbasis standar DNV menunjukkan nilai kerusakan kelelahan sebesar 0,1433, yang mengindikasikan bahwa struktur pelat kapal masih memiliki sisa umur layan yang laik hingga mendekati 7 tahun ke depan. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam memberikan kepastian keselamatan navigasi, membantu pemilik kapal menyusun skema perawatan pelat secara akurat, serta menjaga kelancaran rantai pasok logistik maritim nasional

Tim Peneliti

  1. Rodlian Jamal Ikhwani, S.T., M.T.
  2. Hariyono, S.T., M.T.
  3. Harlian Kustiwansa, S.T., M.T.

Manfaat Penelitian

1. Deteksi Dini Risiko Kegagalan Struktur

2. Estimasi Sisa Umur Layanan Kapal

3. Validasi Keamanan Operasional Kapal

4. Dasar Perencanaan Perawatan Efisien

5. Menjamin Kelancaran Logistik Maritim