Detail Penelitian


Analisis Spasial Financial Distress Rumah Tangga di Kabupaten Penajam Paser Utara dalam Dinamika Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)

Tahun 2026 Ketua: Magdalena Effendi, S.Stat., M.Stat. Skema Riset Dasar
Analisis Spasial Financial Distress Rumah Tangga di Kabupaten Penajam Paser Utara dalam Dinamika Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)

Penelitian ini mengkaji kondisi financial distress rumah tangga di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, di tengah dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pembangunan IKN telah mendorong perubahan aktivitas ekonomi, pembangunan infrastruktur, serta perkembangan pusat-pusat kegiatan baru di wilayah sekitarnya. Namun, proses pembangunan tersebut tidak selalu memberikan dampak ekonomi yang sama bagi seluruh masyarakat. Perbedaan karakteristik sosial ekonomi dan kemampuan rumah tangga dalam memanfaatkan peluang ekonomi dapat menyebabkan munculnya variasi kondisi keuangan antarwilayah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat financial distress rumah tangga, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta mengkaji pola keterkaitan spasial yang terbentuk di wilayah sekitar pembangunan IKN.

 

Penelitian menggunakan data primer yang diperoleh melalui survei terhadap 389 rumah tangga di Kecamatan Sepaku. Kondisi financial distress rumah tangga diukur menggunakan Financial Distress Index (FDI) yang dibentuk berdasarkan lima indikator, yaitu kemampuan memenuhi kebutuhan bulanan, kemampuan menabung, beban utang rumah tangga, keterlambatan pembayaran kewajiban keuangan, dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Selanjutnya, penelitian menganalisis enam faktor sosial ekonomi yang diduga memengaruhi tingkat financial distress, meliputi pendapatan rumah tangga, tingkat pendidikan kepala rumah tangga, jenis pekerjaan kepala rumah tangga, jumlah tanggungan keluarga, waktu tempuh menuju pusat kegiatan ekonomi terdekat, serta aksesibilitas jalan. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan statistika dan regresi spasial, meliputi Ordinary Least Squares (OLS), Moran’s I, Local Indicators of Spatial Association (LISA), pengujian Lagrange Multiplier (LM), serta pemodelan Spatial Autoregressive Model (SAR) dan Spatial Error Model (SEM).

 

Hasil pemetaan menunjukkan bahwa tingkat financial distress rumah tangga memiliki variasi distribusi antarwilayah. Nilai FDI yang relatif tinggi ditemukan di beberapa wilayah, yaitu Suko Mulyo, Argomulyo, Semoi Dua, dan Wonosari. Sementara itu, nilai FDI yang relatif lebih rendah teridentifikasi di wilayah Sepaku, Bukit Raya, Bumi Harapan, dan Sukaraja. Temuan ini menunjukkan bahwa kedekatan geografis dengan kawasan pembangunan IKN, termasuk Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), tidak secara langsung menjamin kondisi keuangan rumah tangga yang lebih baik. Kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan peluang ekonomi, mengakses pusat kegiatan ekonomi, serta memperoleh manfaat dari pembangunan infrastruktur menjadi aspek penting yang turut membentuk kondisi keuangan rumah tangga.

 

 

Gambar 1. Peta Persebaran Financial Distress Rumah Tangga di Kabupaten Penajam Paser Utara

 

 

Analisis autokorelasi spasial menggunakan Moran’s I menunjukkan adanya pola keterkaitan spasial positif pada tingkat financial distress rumah tangga. Hasil analisis LISA juga mengidentifikasi pola pengelompokan lokal, yaitu 59 rumah tangga termasuk kategori High–High (HH), 38 rumah tangga kategori Low–Low (LL), 15 rumah tangga kategori High–Low (HL), dan 21 rumah tangga kategori Low–High (LH). Pola HH menunjukkan rumah tangga dengan tingkat financial distress tinggi yang dikelilingi oleh rumah tangga dengan kondisi serupa. Sebaliknya, pola LL menunjukkan rumah tangga dengan tingkat financial distress rendah yang berdekatan dengan rumah tangga berkondisi serupa. Sementara itu, pola HL dan LH menggambarkan adanya perbedaan kondisi antara suatu lokasi dan wilayah di sekitarnya. Hasil tersebut memperkuat indikasi bahwa kondisi keuangan rumah tangga memiliki keterkaitan secara geografis dan tidak sepenuhnya tersebar secara acak.

 

Dalam pemodelan regresi spasial, model SAR terpilih sebagai model terbaik dengan nilai Akaike Information Criterion (AIC) sebesar 3040,495, lebih rendah dibandingkan model SEM sebesar 3046,440 dan model OLS sebesar 3050,930. Hasil estimasi SAR menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga dan aksesibilitas jalan memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. Seluruh kategori pendapatan rumah tangga yang diuji menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan dibandingkan kategori referensinya. Sementara itu, pada variabel aksesibilitas jalan, hanya kategori aksesibilitas keempat yang menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan. Adapun tingkat pendidikan kepala rumah tangga, jenis pekerjaan kepala rumah tangga, jumlah tanggungan keluarga, dan waktu tempuh menuju pusat kegiatan ekonomi terdekat belum menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik.

 

Selain itu, koefisien spasial pada model SAR sebesar 0,3610 dengan p-value 0,0003 menunjukkan adanya ketergantungan spasial positif. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat financial distress suatu wilayah berkaitan dengan kondisi wilayah di sekitarnya. Dengan demikian, kondisi keuangan rumah tangga tidak hanya berkaitan dengan karakteristik sosial ekonomi masing-masing rumah tangga, tetapi juga dengan lingkungan dan kondisi ekonomi wilayah sekitarnya.

 

Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa pembangunan IKN perlu diikuti dengan upaya pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat di wilayah sekitarnya. Hasil penelitian memberikan gambaran mengenai distribusi financial distress rumah tangga, pola pengelompokan spasial, serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kondisi keuangan rumah tangga. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan pendapatan rumah tangga, penguatan usaha lokal, penciptaan peluang kerja, serta perbaikan aksesibilitas infrastruktur secara lebih terarah dan terintegrasi untuk mendukung pembangunan IKN yang inklusif dan berkelanjutan.

Tim Peneliti

  1. Magdalena Effendi, S.Stat., M.Stat. (Statistika/JSAD/FSTI/ITK)
  2. Indrawan, S.Pd., M.Si. (Ilmu Aktuaria/JSAD/FSTI/ITK)
  3. Putri Amalia, S.Si., M.Si. (Ilmu Aktuaria/JSAD/FSTI/ITK)

Manfaat Penelitian

  1. Memberikan informasi mengenai kondisi dan persebaran financial distress rumah tangga di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, dalam menghadapi dinamika pembangunan IKN.
  2. Mengidentifikasi faktor sosial ekonomi yang berpengaruh signifikan terhadap financial distress rumah tangga, khususnya pendapatan rumah tangga dan aksesibilitas jalan.
  3. Mengidentifikasi pola pengelompokan dan ketergantungan spasial financial distress.
  4. Menyediakan informasi berbasis data dan analisis spasial sebagai bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.