Ibu Kota Nusantara (IKN) dibangun dengan tujuan yang lebih besar daripada hanya memindahkan pusat administrasi negara; itu juga bertujuan untuk mencapai pemerataan pembangunan dan ekonomi. Dalam pembangunan IKN, berbagai bidang dipertimbangkan, yang masing-masing memiliki kapasitas untuk menggerakkan roda ekonomi lokal. Sejalan dengan hal tersebut juga akan berimplikasi pada lingkungan daerah sekitar IKN, salah satunya daerah penyangga. Kota Balikpapan merupakan salah satu wilayah penyangga IKN dengan pertumbuhan penduduk yang pesat serta peningkatan ekonomi yang signifikan. Dengan luas wilayah sekitar 503,3 km² jumlah penduduk terbesar ketiga di Kalimantan Timur yang pada tahun 2022 mencapai 688.138 jiwa. Dengan jumlah penduduk yang tinggi ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan volume sampah yang dihasilkan setiap harinya, berasal dari berbagai sumber seperti rumah tangga, industri, dan kegiatan komersial. Pada kenyataannya Balikpapan dihadapkan dengan permasalahan pengeloaan sampah yang cukup serius. Jika tidak dikelola dengan baik, akumulasi sampah ini dapat mencemari lingkungan, merusak ekosistem perairan, dan berdampak buruk pada kesehatan masyarakat.
Salah satu masalah utama dalam pengelolaan sampah di Balikpapan adalah pembuangan sampah ke sungai dan laut. Banyak sampah yang dibawa ke perairan menyebabkan pencemaran lingkungan yang parah dan mengancam ekosistem laut dan biota di dalamnya. Salah satu jenis limbah yang paling banyak ditemukan di perairan Balikpapan adalah sampah plastik, yang membutuhkan waktu yang lama untuk terurai. Sampah pesisir Balikpapan dapat mencapai 7–9 ton per hari pada tahun 2025, menurut data dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan.
Berdasarkan polemik di atas, maka dirancang dan dikembangkan kapal pengangkut sampah khusus sampah pesisir dan perairan yang beroperasi pada wilayah perairan balikpapan serta Penajam Paser Utara (PPU) yang menjadi pintu gerbang IKN. Rancangan kapal ini diharapkan dapat mengatasi penumpukan sampah pesisir dan perairan yang dapat meresahkan warga dan sedikit banyak menganggu operasional lalu-lalang transportasi laut yang secara rutin digunakan warga. Kapal ini rencananya dilengkapi dengan sistem conveyor atau jaring untuk menangkap sampah, serta memiliki bak penampungan sementara sebelum sampah dibuang atau didaur ulang. Proses desain dilakukan dengan metode Parent Design Approach menggunakan software Maxsurf untuk mendapatkan dimensi utama kapal yang ideal sesuai dengan karakteristik perairan di Balikpapan. Hasil desain menunjukkan bahwa ukuran utama kapal adalah LOA = 13.3 m, lebar (B) = 6 m, draft (T) = 1.09 m, tinggi (H) = 1.8 m, lebar bagian lambung (B1) = 1.9 m, dengan kecepatan operasional sebesar 6.5 knots. Kapal ini memanfaatkan lambung pontoon katamaran yang stabil dan dilengkapi dengan bak penampung sampah berkapasitas 28 m³ serta conveyor yang berfungsi mengangkat sampah secara terus-menerus dari permukaan air ke bak penampung. Melalui desain ini diharapkan dapat secara signifikan menanggulangi pencemaran sampah di pesisir Kota Balikpapan dan beroperasi dengan efisien pada perairan tersebut. Penggunaan kapal sampah menjadi salah satu solusi dalam menjaga kebersihan perairan serta mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah domestik maupun industri. Penerapan kapal ini juga bisa menjadi solusi yang praktis untuk daerah pesisir lain yang mengalami masalah serupa.
(1) Dokumentasi General Arragement yang dihasilkan

(2) Dokumentasi Desain 3D interior yang dihasilkan meliputi gambar secara global, conveyor dan geladak utama

Tim Peneliti :
1. Ir. Alamsyah, S.T., M.T. (Teknik Perkapalan/JTK)
2. Ir. Suardi, S.T., M.T. (Teknik Perkapalan/ JTK)
3. Hariyono, S.T., M. T. (Teknik Perkapalan/ JTK)
4. Harlian Kustiwansa, S.T., M.T. (Teknik Transportasi Laut/ JTK)
5. Gozales (Teknik Perkapalan/ JTK)
1. Membantu menjaga kebersihan perairan sungai dan pesisir Balikpapan, sehingga mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem perairan.
2. Mengurangi potensi pencemaran laut akibat sampah yang terbawa arus dari sungai ke perairan lepas.
3. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan perairan melalui penggunaan teknologi yang tepat.
4. Menambah wawasan dan referensi ilmiah dalam bidang teknik perkapalan, khususnya terkait desain dan teknologi skimmer boat.
5. Menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya dalam pengembangan kapal pembersih sampah yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
6. Memberikan rekomendasi untuk melibatkan semua stakeholder dan pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan bersama.
7. Memberikan rekomendasi untuk konsep kapal sampah berbasis pesisir.